Jarak Tempuh Palu-Buol Jadi 8 Jam! Pemkab Buol Minta Dukungan Gubernur untuk Akses Jalan Buol-Parigi

Pemkab Buol mendesak Gubernur Sulawesi Tengah segera membuka Akses Jalan Buol-Parigi, penghubung Desa Boilan dan Lambunu, demi pangkas waktu tempuh dan dongkrak ekonomi lokal.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Jarak Tempuh Palu-Buol Jadi 8 Jam! Pemkab Buol Minta Dukungan Gubernur untuk Akses Jalan Buol-Parigi
Pemkab Buol mendesak Gubernur Sulawesi Tengah segera membuka Akses Jalan Buol-Parigi, penghubung Desa Boilan dan Lambunu, demi pangkas waktu tempuh dan dongkrak ekonomi lokal. (Merdeka.com)

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buol secara resmi meminta dukungan penuh dari Gubernur Sulawesi Tengah untuk memprioritaskan pembangunan infrastruktur. Permintaan ini terkait rencana vital pembukaan akses jalan penghubung antara Desa Boilan di Kabupaten Buol dengan Desa Lambunu di Kabupaten Parigi Moutong. Inisiatif strategis ini diharapkan dapat membawa dampak signifikan bagi kemajuan ekonomi dan sosial kedua wilayah. Proyek ini menjadi salah satu fokus utama dalam upaya pemerataan pembangunan di Sulawesi Tengah.

Bupati Buol, Risharyudi Triwibowo, menjelaskan bahwa pihaknya telah berkoordinasi intensif dengan Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Sulawesi Tengah. Koordinasi tersebut membahas detail teknis dan rencana anggaran untuk pembangunan ruas jalan provinsi yang sangat dinantikan masyarakat. Langkah proaktif ini menunjukkan keseriusan Pemkab Buol dalam mengatasi tantangan geografis dan meningkatkan konektivitas daerah. Pembangunan ini juga diharapkan dapat membuka isolasi wilayah yang selama ini menjadi kendala.

Menurut Risharyudi, terbukanya Akses Jalan Buol-Parigi ini akan secara signifikan meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah. Selain itu, masalah isolasi wilayah akan teratasi secara efektif, serta jarak tempuh dari Buol ke Palu akan jauh lebih singkat. Diperkirakan perjalanan hanya memerlukan waktu 8 hingga 10 jam, dibandingkan waktu tempuh sebelumnya yang lebih lama. Pernyataan ini disampaikan kepada awak media saat ditemui di Kota Palu pada hari Sabtu, 13 September.

Ruas jalan Boilan menuju Lambunu akan menjadi urat nadi baru yang krusial bagi konektivitas regional. Jalan ini secara spesifik akan menghubungkan Desa Boilan, Kecamatan Tiloan, Kabupaten Buol, dengan Desa Lambunu, Kecamatan Bolano, Kabupaten Parigi Moutong. Pembangunan ini dirancang untuk menciptakan rute selatan yang lebih efisien menuju Ibu Kota Provinsi di Kota Palu. Rute baru ini akan melintasi wilayah pesisir Teluk Tomini, membuka potensi besar bagi distribusi barang dan jasa serta pariwisata.

Bupati Risharyudi Triwibowo menekankan bahwa pembangunan Akses Jalan Buol-Parigi ini bukan hanya sekadar proyek infrastruktur biasa. Ia menyebutnya sebagai "legacy" atau warisan berharga dari Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, bagi seluruh masyarakat. Warisan ini akan dikenang karena kontribusinya yang besar dalam memajukan daerah, meningkatkan kualitas hidup, dan mempercepat roda perekonomian lokal. Ini adalah investasi jangka panjang untuk masa depan Sulawesi Tengah.

Dengan adanya dukungan anggaran yang kuat dari pemerintah provinsi serta pemerintah pusat, pembangunan ruas jalan Boilan–Lambunu diyakini dapat dilaksanakan secara kolaboratif. Sinergi antara berbagai tingkatan pemerintahan ini sangat penting untuk keberhasilan proyek. Proyek strategis ini ditargetkan selesai pada tahun 2026, menandai sebuah lompatan besar dalam infrastruktur regional. Keberadaan jalan ini akan mempercepat mobilitas dan konektivitas antarwilayah, mendukung pemerataan pembangunan di seluruh Sulawesi Tengah.

Jalur baru ini diharapkan dapat memicu perkembangan sektor-sektor lain seperti pertanian, perikanan, dan pariwisata. Dengan akses yang lebih mudah, produk-produk lokal dapat didistribusikan lebih cepat dan efisien ke pasar yang lebih luas. Ini juga akan menarik investasi baru dan menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat setempat. Dampak positifnya akan terasa di berbagai lapisan masyarakat, dari petani hingga pedagang kecil.

Proyek pembangunan ruas jalan yang vital ini, menghubungkan Kabupaten Buol ke Kabupaten Parigi Moutong, diharapkan dapat segera terealisasi. Pemerintah daerah dan provinsi berkomitmen penuh untuk memastikan proyek ini berjalan tanpa terkendala masalah anggaran. Komitmen ini mencakup pengalokasian dana yang memadai serta pengawasan ketat terhadap pelaksanaannya. Tujuannya adalah agar pembangunan dapat berjalan lancar sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

Pembangunan ruas jalan Boilan–Lambunu telah direncanakan akan dimulai secara resmi pada tahun anggaran 2025. Proyek ambisius ini mencakup pembangunan jalan sepanjang 88,9 kilometer. Panjangnya ruas jalan ini menunjukkan skala proyek yang besar dan strategis. Ini juga mengindikasikan betapa pentingnya akses ini bagi peningkatan konektivitas regional dan integrasi ekonomi antarwilayah di Sulawesi Tengah.

Bupati Risharyudi menegaskan bahwa pembangunan Akses Jalan Buol-Parigi ini ditargetkan rampung sepenuhnya pada tahun 2026. Setelah selesai, jalan ini diharapkan dapat segera dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat luas. Manfaatnya akan mencakup kemudahan akses transportasi, peningkatan perdagangan antar daerah, dan pengembangan sektor pariwisata yang berpotensi besar di kedua kabupaten. Jalan ini akan menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi lokal.

Penyelesaian proyek ini tepat waktu akan memberikan dampak positif yang signifikan bagi mobilitas penduduk dan distribusi logistik. Waktu tempuh yang lebih singkat tidak hanya menghemat biaya transportasi tetapi juga meningkatkan efisiensi. Hal ini akan mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sepanjang jalur tersebut. Akses jalan yang baik adalah kunci untuk kemajuan daerah terpencil.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi