Pemkot Cirebon Prioritaskan Pemeliharaan Jalan di Tengah Keterbatasan Anggaran
Pemerintah Kota Cirebon fokus pada pemeliharaan jalan untuk menjaga kondisi infrastruktur yang sudah baik, meskipun menghadapi keterbatasan anggaran. Simak strategi Pemkot Cirebon dalam mengelola Pemeliharaan Jalan Cirebon.
Pemerintah Kota Cirebon, Jawa Barat, mengumumkan prioritasnya pada pemeliharaan jalan untuk tahun 2026. Langkah ini diambil meskipun anggaran infrastruktur di daerah tersebut cukup terbatas.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Rachman Hidayat menjelaskan bahwa sekitar 91 persen jalan di Kota Cirebon sudah dalam kondisi mantap. Oleh karena itu, fokus utama adalah menjaga kualitas jalan yang sudah baik melalui pemeliharaan rutin.
Kebijakan efisiensi anggaran tahun ini memaksa pemerintah daerah menyesuaikan strategi pembangunan infrastruktur. Pola pembangunan yang sebelumnya banyak diisi proyek fisik baru kini bergeser pada perawatan aset yang sudah ada agar tetap berfungsi optimal.
Strategi Pemeliharaan Infrastruktur di Tengah Keterbatasan
Rachman Hidayat menegaskan bahwa kondisi jalan di Kota Cirebon sebagian besar sudah dalam keadaan baik, mencapai 91 persen kemantapan. Prioritas ini menjadi krusial untuk mempertahankan kualitas infrastruktur yang telah dibangun. Fokus pada Pemeliharaan Jalan Cirebon adalah langkah strategis di tengah kondisi finansial daerah.
Dengan anggaran yang terbatas, Pemkot Cirebon memilih untuk mengalihkan fokus dari pembangunan proyek baru ke perawatan. Hal ini bertujuan untuk memastikan aset infrastruktur yang ada tetap berfungsi optimal dan tahan lama. Pendekatan ini mencerminkan pengelolaan anggaran yang bijaksana.
Pergeseran strategi ini menandakan komitmen pemerintah daerah untuk menjaga fasilitas publik. Daripada membangun dari awal, menjaga apa yang sudah ada menjadi lebih efisien dan efektif. Ini adalah upaya berkelanjutan untuk Pemeliharaan Jalan Cirebon.
Dampak Anggaran Terbatas pada Proyek Fisik Lain
Keterbatasan anggaran tidak hanya mempengaruhi Pemeliharaan Jalan Cirebon tetapi juga berdampak pada minimnya proyek fisik lain. Kepala Bidang Cipta Karya DPUTR Kota Cirebon, Aria Dipahandi, mengungkapkan hal ini. Ini menunjukkan tantangan besar yang dihadapi pemerintah daerah.
Satu-satunya proyek fisik besar yang direncanakan melalui lelang adalah kelanjutan pembangunan shelter Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) milik Dinas Sosial. Proyek ini diperkirakan menelan anggaran antara Rp700 juta hingga Rp800 juta. Proses lelang proyek ini ditargetkan dimulai sekitar Mei hingga Juni 2026.
Selain proyek shelter PMKS, kegiatan di Bidang Cipta Karya lebih banyak berupa pekerjaan skala kecil. Ini termasuk rehabilitasi gedung dan pemeliharaan rutin fasilitas publik lainnya. Total anggaran fisik di bidang tersebut hanya sekitar Rp1,2 miliar, menunjukkan skala prioritas yang ketat.
Kondisi ini menggarisbawahi pentingnya alokasi anggaran yang cermat. Pemkot Cirebon harus menyeimbangkan kebutuhan pemeliharaan infrastruktur utama dengan proyek-proyek sosial yang mendesak. Prioritas Pemeliharaan Jalan Cirebon tetap menjadi yang utama, namun proyek lain juga perlu perhatian.
Sumber: AntaraNews