Dirjen Migas: Gejolak Venezuela Belum Berdampak ke Harga BBM Indonesia
Kementerian ESDM memastikan konflik politik Venezuela dan penangkapan Presiden Maduro belum memengaruhi pasokan maupun harga BBM di Indonesia.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Laode Sulaeman, menegaskan dinamika politik di Venezuela, termasuk penangkapan Presiden Nicolas Maduro oleh Amerika Serikat, belum berdampak pada pasokan maupun harga bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia.
Hingga awal Januari 2026, kata Laode, pemerintah belum melihat adanya gangguan terhadap distribusi energi di dalam negeri akibat situasi tersebut.
“Kita akan analisis. Tapi yang jelas kondisi di negara saat ini stabil, jadi tidak ada pengaruh apa-apa. Kita sampai hari ini belum melihat hal tersebut,” ujar Laode saat ditemui di Kantor BPH Migas, Jakarta, Senin (5/1).
Ia menambahkan, pemerintah bersama pemangku kepentingan tetap melakukan pemantauan sebagai langkah antisipasi, meski Indonesia tidak bergantung pada pasokan minyak mentah dari Venezuela.
“Antisipasi itu selalu ada. Kita sumber crude-nya bukan dari sana, tapi dari wilayah lain. Jadi masih stabil lah,” kata Laode.
Venezuela diketahui memiliki cadangan minyak terbesar di dunia, mencapai 303 miliar barel atau sekitar 17 persen dari total cadangan global pada 2023.
Namun, kondisi tersebut dinilai belum berpengaruh langsung terhadap rantai pasok energi Indonesia.
Harga Minyak Global Dinilai Masih Terkendali
Pandangan serupa disampaikan Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira. Ia menilai gejolak politik di Venezuela belum tercermin pada lonjakan harga minyak mentah dunia.
Menurut Bhima, hingga awal 2026 harga minyak global masih berada di level rendah, dengan koreksi sekitar 22 persen dalam satu tahun terakhir dan belum menunjukkan sinyal pemulihan.
“Indeks dolar AS terhadap mata uang lain masih fluktuatif di level 98. Belum terlihat kepanikan investor global karena kejadian di Venezuela,” ujar Bhima.
Ia juga menilai dampak lanjutan terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Indonesia relatif terbatas. Ketidakstabilan di Venezuela belum memicu kenaikan harga komoditas energi secara global, sehingga tidak mendorong tambahan penerimaan negara dari sektor minyak, gas, batu bara, maupun nikel.
Situasi di Venezuela memanas setelah serangan militer Amerika Serikat terhadap sejumlah instalasi sipil dan militer pada Sabtu (3/2) dini hari, yang dilaporkan memicu ledakan besar di beberapa wilayah.