Bupati Buleleng Panen Bandeng Premium Siap Ekspor, Kukuhkan 'Kampung Bandeng' Nasional
Bupati Buleleng sukses memimpin panen bandeng premium di Sumberklampok yang siap ekspor ke Malaysia dan Filipina, mengukuhkan potensi 'Kampung Bandeng' nasional.
Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra bersama Kelompok Usaha Bersama (KUB) Bunga Indah di Desa Sumberklampok, Buleleng, Bali, berhasil melaksanakan panen perdana ikan bandeng kualitas premium pada Sabtu (30/5). Hasil panen ini dipersiapkan khusus untuk memenuhi permintaan pasar ekspor internasional.
Kegiatan panen bandeng premium Buleleng ini menandai keberhasilan budidaya di kawasan lepas pantai yang telah berjalan selama lima hingga enam bulan. Inisiatif ini bertujuan untuk memperkuat ketahanan pangan lokal sekaligus meningkatkan kesejahteraan ekonomi para petani dan nelayan di wilayah tersebut.
Ribuan kilogram ikan bandeng siap ekspor ini akan dikirimkan ke pasar Malaysia dan Filipina, menunjukkan potensi besar sektor perikanan Buleleng. Keberhasilan ini diharapkan menjadi model inspiratif bagi kelompok budidaya ikan lainnya di Kecamatan Gerokgak.
Potensi Ekspor dan Peningkatan Ekonomi Lokal
Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra menegaskan bahwa ikan bandeng kini menjadi salah satu komoditas unggulan yang dibudidayakan di kawasan lepas pantai Desa Sumberklampok. Hasil budidaya ini telah menarik perhatian pasar internasional dan siap diekspor ke negara tetangga, Malaysia dan Filipina.
Pada panen perdana ini, volume ikan yang berhasil diangkat diperkirakan mencapai tiga ton dari total 16 kolam aktif. Ikan bandeng yang dipanen memiliki klasifikasi berat ideal, yakni sekitar tiga hingga empat ekor per kilogram, sangat cocok untuk pasar ekspor.
Secara keseluruhan, budidaya ini diperkirakan memiliki potensi menghasilkan sebanyak delapan ton ikan bandeng siap ekspor. Sutjidra berharap keberhasilan panen bandeng premium Buleleng ini dapat memotivasi kelompok budidaya lainnya.
Budidaya ini tidak hanya untuk mendukung ketahanan pangan, tetapi juga untuk memberikan nilai ekonomi lebih kepada petani dan nelayan di Desa Sumberklampok. “Mudah-mudahan keberhasilan ini menjadi contoh atau model yang memotivasi kelompok-kelompok lainnya dalam mengembangkan budidaya ikan bandeng, khususnya di wilayah Kecamatan Gerokgak,” ujar Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra.
Komitmen Pemerintah Daerah dan "Kampung Bandeng"
Melihat potensi yang sangat besar, Pemerintah Kabupaten Buleleng berkomitmen kuat untuk terus mendorong perkembangan sektor perikanan ini. Tercatat lebih dari 60 kelompok nelayan aktif turut serta mendukung budidaya ikan bandeng, menunjukkan antusiasme dan partisipasi masyarakat yang tinggi.
Inisiatif ini menargetkan kejayaan sektor perikanan lokal dan mengukuhkan wilayah Gerokgak sebagai sentra produksi utama atau "Kampung Bandeng" yang diakui secara nasional. Hal ini akan memperkuat identitas Buleleng sebagai penghasil bandeng premium.
Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Buleleng, Gede Melandrat, menjelaskan bahwa komoditas bandeng ini ditanam sejak Desember lalu. Panen dapat dilakukan dalam waktu 5–6 bulan berkat kondisi air laut yang sangat mendukung pertumbuhan ikan.
Proyek demplot percontohan ini bertujuan memaksimalkan potensi laut demi peningkatan ekonomi masyarakat pesisir. “Pemerintah Daerah terus berkomitmen untuk terus mengedukasi nelayan agar wilayah Gerokgak sukses menjadi pusat budidaya bandeng premium,” kata Gede Melandrat.
Proses Budidaya dan Hilirisasi Produk
Proses budidaya ikan bandeng di Gerokgak, Buleleng, dilakukan secara cermat oleh Kelompok Usaha Bersama (KUB) Bunga Indah. Kelompok ini beroperasi di bawah binaan langsung dari Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Buleleng, memastikan praktik budidaya yang optimal.
Pemilihan bibit bandeng, yang dikenal sebagai nener, dilakukan dengan teliti untuk memastikan kualitas terbaik. Bibit-bibit ini kemudian dipelihara selama hampir enam bulan, atau tepatnya lima bulan 17 hari, hingga mencapai ukuran siap panen dan memenuhi standar ekspor.
Tidak hanya berfokus pada sektor hulu, program ini juga secara aktif mendorong hilirisasi produk melalui pengembangan unit usaha bandeng cabut duri. Inovasi ini bertujuan untuk mendongkrak nilai jual produk ikan bandeng, memberikan nilai tambah bagi nelayan.
Upaya edukasi kepada para nelayan terus digencarkan oleh Pemerintah Daerah. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa wilayah Gerokgak tidak hanya menjadi pusat budidaya, tetapi juga sukses sebagai produsen bandeng premium yang berkelanjutan.
Sumber: AntaraNews