BI Rate Turun ke 5,50%, Efek ke Ekonomi Nasional Butuh Waktu 12 Bulan
Dampak penurunan suku bunga acuan menjadi 5,50 persen tidak bisa dirasakan secara instan.
Kepala Departemen Kebijakan Makroprudensial (DKMP) Bank Indonesia (BI) Solikin M Juhro menyampaikan dampak penurunan suku bunga acuan atau BI Rate menjadi 5,50 persen tidak bisa dirasakan secara instan oleh masyarakat. Secara umum, penyesuaian bunga kredit baru akan terasa sekitar enam bulan. Ini didasari saat pasar masih melakukan penyesuaian.
"Kemudian transmisi suku bunga ke kredit itu sekitar 6 bulan," ujarnya dalam acara Taklimat Media di Kantor Pusat Bank Indonesia, Jakarta, Senin (26/5).
Namun, dampak dari penurunan BI rate bisa dirasakan dalam Waktu dekat di sektor pasar keuangan yakni sekitar 2-3 bulan. Sedangkan, total waktu yang dibutuhkan dari penurunan BI Rate terhadap dukungan pertumbuhan ekonomi nasional bisa memakan waktu sekitar 1 tahun.
"Seperti dibilang kalau (penyesuaian) bergantung ke mana. Tapi kalau ke suku bunga pasar uang Itu bisa seketika, karena kredit itu kan ada tenor yang terendah, kemudian kalau kita bicara tenor yang jangkauan ya bisa segera lebih cepat," tegasnya.
Diketahui, Bank Indonesia (BI) menurunkan suku bunga acuan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 25 basis poin menjadi 5,50 persen. Keputusan ini diambil dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI yang berlangsung pada Rabu (21/5).
Bersamaan dengan itu, BI juga menurunkan suku bunga Deposit Facility menjadi 4,75 persen dan suku bunga Lending Facility menjadi 6,25 persen.
Gubernur BI Perry Warjiyo menyampaikan, langkah penurunan suku bunga ini dilakukan untuk memastikan inflasi tetap terkendali dalam kisaran sasaran 2,5 persen ±1 persen pada 2025 dan 2026, serta menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah di tengah meningkatnya ketidakpastian global.