5 Fakta Mencengangkan Iron Dome Israel, Tapi Hancur Kena Rudal Iran
Akibat bobolnya sistem pertahanan udara Israel sejumlah bangunan di wilayah Israel mengalami kerusakan serius.
Sistem pertahanan andalan Israel, Iron Dome atau Kubah Besi tengah menjadi sorotan. Ini setelah rudal milik Iran sukses menembus pertahanan udara Israel.
Akibat bobolnya sistem pertahanan udara Israel sejumlah bangunan di wilayah Israel mengalami kerusakan serius. Hingga hari Kamis (19/6), serangan rudal Iran telah menewaskan sedikitnya 24 warga Israel.
Melansir CNBC.com, Jumat (20/6) sistem pertahanan rudal Iron Dome atau Kubah Besi masih salah satu alat terpenting dalam persenjataan pertahanan Israel. Teknologi ini telah digunakan sejak 2011 untuk melindungi warga Israel dari serangan udara lawan.
Sebelumya, Iran telah melakukan serangan kepada Israel hingga menghancurkan banyak akses strategis dan fasilitas penting pada Rabu, 18 Juni 2025. Akibat serangan tersebut, suara sirine meraung keras di wilayah Tel Aviv sebagai pusat pemerintahan dan bisnis warga zionis.
Dalam video dirilis Associated Press (AP), Iran telah membalas dengan meluncurkan sekitar 400 rudal dan ratusan pesawat nirawak ke Israel. Sedikitnya 24 orang telah tewas di Israel.
Di luar kejadian tersebut, berikut fakta-fakta mengejutkan seputar sistem pertahanan udara Iron Dome:
1. Cara Kerjanya
Dalam praktiknya, Iron Dome menggunakan radar untuk melacak roket yang masuk dan menentukan apakah lintasan rudal tersebut mengancam area yang dilindungi, seperti lokasi yang penting secara strategis atau pusat populasi.
Jika roket tersebut menimbulkan ancaman, pusat komando dan kendali akan merespons dengan meluncurkan rudal Tamir miliknya sendiri untuk mencegatnya.
Namun, sistem tersebut tidak dikonfigurasi untuk menembak di luar area yang dilindungi. Bahkan, Iron Dome dapat mendeteksi roket yang tidak membahayakan orang atau bangunan sehingga diizinkan untuk mendarat.
2. Dikembangkan Sejak 2011
Teknologi Iron Dome telah digunakan sejak 2011 untuk melindungi warga Israel dari serangan udara lawan. Kementerian Pertahanan Israel mengatakan sistem tersebut telah ditingkatkan beberapa kali dan berhasil mencegah banyak roket menghantam komunitas Israel.
Pemerintah mengatakan Iron Dome merupakan kompilasi dari beberapa fitur teknologi canggih. Antara lain mesin yang memiliki kemampuan untuk mencegat roket yang masuk, tentara yang mengoperasikan sistem dan komandan yang mengawasi jaringan.
3. Buatan Amerika Serikat (AS)
Laporan Congressional Research Service tahun 2023, menyebutkan bahwa Iron Dome merupakan senjata yang diproduksi AS. Meskipun, telah diadopsi di oleh Rafael Advanced Defense Systems milik Israel, namun uji pengembangan teknologi dan pendanaan tetap berasal dari dukungan Gedung Putih, Washington.
4. Teknologi Mahal
Center for Strategic International Studies, lembaga pemikir AS, memperkirakan bahwa harga satu baterai Iron Dome menghabiskan biaya produksi lebih dari USD100 juta atau sekitar Rp1,6 triliun.
Diperkirakan setidaknya ada 10 baterai yang dikerahkan secara nasional, yang masing-masing dirancang untuk mempertahankan wilayah berpenduduk seluas 60 mil persegi. Setiap baterai dilengkapi dengan tiga hingga empat peluncur dan setiap peluncur berisi hingga 20 pencegat Tamir.
5. Kini Mudah Dibobol
Sistem pertahanan udara Iron Dome kembali menjadi sorotan sejak Israel melancarkan agresi militer ke Palestina. Dalam respons atas konflik tersebut, kelompok Hizbullah di Lebanon dan Hamas di Palestina meluncurkan serangan ke wilayah Israel sebagai bentuk solidaritas terhadap rakyat Gaza.
Begitupun saat Iran meluncurkan serangan besar-besaran beberapa waktu lalu. Militer negara itu mengklaim bahwa 90 persen rudal mereka berhasil menghantam target strategis, termasuk pangkalan udara dan fasilitas penting Israel lainnya.
Bahkan, beberapa rudal dilaporkan mencapai area di sekitar markas besar Pasukan Pertahanan Israel (IDF) dan Kementerian Pertahanan.
Tingginya intensitas serangan, ditambah dengan penggunaan teknologi modern seperti drone, rudal jelajah, dan roket yang ditembakkan secara simultan, diduga membuat Iron Dome kewalahan