Rudal Hipersonik 'Fattah 1' Milik Iran Bikin Israel Ketar-ketir, Meluncur Lima Kali Kecepatan Suara dan Sulit Terdeteksi
Rudal jenis ini dirancang untuk lebih lincah dan memiliki sistem navigasi canggih, membuat lintasannya sulit diprediksi.
Ketegangan antara Iran dan Israel kembali memanas. Belum lama ini, pihak Iran mengklaim telah menembakkan rudal hipersonik bernama 'Fattah 1' ke wilayah Israel.
Meskipun tidak ada bukti bahwa Iran telah melepaskan rudal tersebut, klaim sepihak tersebut berhasil membuat pihak Israel dan sekutunya ketakutan. Terlebih, serangan ke Israel tersebut berhasil menembus sistem pertahanan Iron Dome atau Kubah Besi yang selama ini dibanggakan Israel.
Presiden AS Donald Trump meminta Iran untuk tidak menyerang wilayah Israel. Dia berjanji akan memutuskan dalam dua minggu ke depan apakah Amerika Serikat (AS) akan terlibat dalam perang Iran-Israel.
Lantas Apa Itu Rudal Hipersonik dan Mengapa Ditakuti?
Rudal hipersonik adalah senjata yang mampu melesat lebih cepat dari Mach 5, atau lima kali kecepatan suara. Kecepatannya yang ekstrem bukan satu-satunya alasan senjata ini menakutkan.
Rudal jenis ini dirancang untuk lebih lincah dan memiliki sistem navigasi canggih, membuat lintasannya sulit diprediksi dan tak mudah dihentikan oleh sistem pertahanan konvensional.
Salah satu pakar militer dari Royal United Services Institute, Jack Watling, menyebut bahwa rudal hipersonik seperti 'Fattah 1' bisa terbang pada ketinggian rendah dan menghindari radar. Hal ini berbeda dengan rudal balistik biasa yang terbang tinggi dan lebih mudah terdeteksi radar.
"Radar bisa mendeteksi rudal balistik di jalur tinggi, tetapi rudal hipersonik bisa terbang lebih rendah dan melewati bukit. Saat radar mendeteksinya, mungkin sudah terlambat,” kata Watling dilansir AP News di Jakarta, Jumat (20/6).
Israel dalam Posisi Waspada
Meskipun belum ada bukti kuat bahwa rudal tersebut benar-benar diluncurkan. Kehadiran 'Fattah 1' tetap menjadi ancaman serius bagi sistem pertahanan Israel, termasuk sistem Iron Dome atau Kubah Besi.
Rudal-rudal konvensional biasanya dapat diprediksi lintasannya, memberi waktu bagi sistem pertahanan untuk merespons. Namun, dengan rudal hipersonik yang bergerak cepat dan tidak terduga membuat waktu bereaksi sistem pertahanan Israel menjadi jauh lebih sempit.