Stok Rudal Pertahanan Israel Diperkirakan Cuma Tinggal 10 Hari Lagi, Kewalahan Hadapi Serangan Iran
Jika tidak dibantu AS, sistem pertahanan Israel akan runtuh pada hari ke 18 perang.
Israel tidak akan mampu bertahan menjalani perang berdurasi panjang melawan Iran. Demikian dikatakan laporan terbaru harian the Washington Post (WaPo).
Pertahanan rudal Israel dapat runtuh dalam beberapa hari di bawah serangan Iran yang berkelanjutan. Hal ini dapat terjadi karena biaya yang meroket dan persediaan alat pencegat yang menyusut.
Dalam laporan WaPo, pejabat intelijen Amerika Serikat (AS) dan Israel menyebut tanpa pasokan ulang secara darurat atau intervensi militer langsung dari AS, Israel diperkirakan hanya mampu mengerahkan pertahanan rudal sampai 10-12 hari ke depan.
“Mereka harus mulai memilih target mana yang ingin dicegat,” kata sumber yang mengetahui hal ini.
“Sistemnya sudah kewalahan,” ujar sumber itu, seperti dilansir Al Mayadeen, Rabu (18/6).
Hari ke-18
Analisis ini sejalan dengan peringatan terbaru dari akun intelijen sumber terbuka (OSINT), yang memproyeksikan bahwa rentetan rudal balistik Iran yang terus berlanjut dapat mulai menembus pertahanan berlapis “Israel” secara signifikan pada hari ke 18 perang.
Berdasarkan pada tingkat penggunaan rudal pencegat dan jumlah persediaan yang diketahui, proyeksi tersebut memperkirakan penetrasi rudal harian akan meningkat drastis. Hal tersebut terjadi jika jaringan pertahanan Israel mulai merasionalkan amunisi dan memprioritaskan zona yang paling krusial.
Biaya Mahal Sistem Pertahanan Rudal
Beban ekonomi untuk mempertahankan serangan rudal berat dari Iran juga mulai tidak tertangguhkan. Menurut media finansial Israel The Marker, biaya operasional sistem pertahanan rudal mencapai satu miliar shekel (Rp 4,66 triliun) per malam. Israel sangat tergantung pada sistem pertahanan mutakhir seperti Arrow-2 dan Arrow-3 yang masing-masing rudal pencegatnya bernilai sekitar 3 juta dolar (Rp 49,1 miliar). Tingginya harga tersebut memicu kekhawatiran mengenai keberlanjutan eskalasi militer ini.
Iron Dome Gagal Cegat Rudal Iran
Sistem pertahanan udara berlapis Israel terdiri dari sejumlah rudal berperforma tinggi. Rudal tersebut termasuk seri pencegat Arrow dan rudal David’s Sling, serta sistem Iron Dome/Tamir yang lebih murah dan dioptimalkan untuk menangkal artileri roket jarak dekat.
Sistem pertahanan Israel melemah
Tanda-tanda melemahnya kemampuan pertahanan udara Israel muncul pada Selasa (17/6) pagi ketika upaya untuk menggagalkan serangan Iran terhadap situs milik Direktorat Intelijen Militer Israel (Aman) gagal. Dalam insiden ini, rudal Tamir diluncurkan sebagai upaya terakhir mencegah serangan langsung terhadap fasilitas Aman.
“Ini seperti menembak kereta perang dengan pistol kaliber 9 milimeter,” ujar Efraim Inbar, analis strategis Israel. Ia menggambarkan ketimpangan antara rudal Tamir dari Iron Dome yang lebih murah, dengan rudal balistik supersonik Iran.
Sementara itu, Irone Dome dirancang untuk menghadapi ancaman roket jarak dekat seperti dari Gaza. Sehingga sistem ini nyaris tidak efektif terhadap rudal jarak jauh Iran yang melaju melalui lapisan atas atmosfer.
Reporter Magang: Devina Faliza Rey