Viral Kasus Dugaan Kekerasan Seksual Mahasiswa di Solo
Para pelaku pun telah membuat video permintaan maaf yang diunggah pada slide 2, 3 dan 4.
Dunia maya dihebohkan dengan unggahan akun Instagram @kentingansantuy dengan judul "Heboh Kasus Kekerasan Seksual" yang mengaitkan tema tersebut dengan salah satu perguruan tinggi negeri di Solo, Jawa Tengah.
Unggahan tersebut terdiri 2 slide berisi informasi terkait kronologi kejadian kekerasan seksual dan 4 slide lainnya berisi video pengakuan para remaja yang diduga sebagai pelaku tindak asusila tersebut.
"UNS lagi-lagi dihebohkan dengan kasus kekerasan seksual yang dilakukan oleh makhluk t***lnya. Berikut adalah kronologinya," tulis pemilik akun pada awal kalimat, Rabu (3/12).
Para pelaku pun telah membuat video permintaan maaf yang diunggah pada slide 2, 3 dan 4.
Kronologi dari Unggahan
Dari tulisan kronologi yang diunggah di slide 1 dan 2, awalnya sore hari saat itu korban berada di kos temannya untuk mengerjakan tugas bersama dua orang lainnya. Namun karena teman korban enggan diajak mengerjakan di luar, ia bersama temannya tetap mengerjakan tugas di kos.
Kemudian pada malam hari yang sama, teman-teman mereka yang baru selesai main bola voli datang ke kos tersebut yang merupakan tempat yang sama dimana korban dan teman-temannya sedang berkumpul.
"Dikarenakan sudah terlalu ramai dan sudah tidak nyaman untuk mengerjakan skripsi, mereka memutuskan bermain game agar suasana tidak terlalu membosankan. Hal ini juga dilakukan tanpa alkohol maupun obat2-an terlarang. Game yang dipilih adalah Truth or Dare (ToD), yang pada ya adalah permainan biasa. Namun tanpa alasan yang jelas, dan tanpa diketahui korban sebelumnya, arah ainan ToD malah berubah menjadi "dare" yang bernuansa seksual dan mesum," tulis pemilik akun.
UNS Buka Suara
Dikonfirmasi awak media Ketua Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) Ismi Dwi Astuti mengaku jika pihaknya telah menerima laporan terkait kejadian tersebut pada Senin (1/12) lalu. Saat ini kasus terangnya masih dalam proses pemeriksaan.
"Jadi kasusnya sudah dilaporkan ke Satgas PPKS hari Senin kemarin. Saat ini sedang dalam proses pemeriksaan," ungkapnya.
Lanjut Ismi, hingga saat ini pihaknya belum menetapkan jumlah orang yang telah diperiksa. Namun dipastikan ada sejumlah orang yang dimintai keterangan, baik dari pelapor, terduga korban, saksi serta terlapor.