Tak Cuma Ribuan Orang dari Afrika, Warga Irlandia juga Konvoi ke Gaza buat Terobos Blokade Israel
Ribuan orang dari seluruh dunia melakukan konvoi menuju perbatasan Gaza untuk menerobos blokade Israel.
Ribuan orang dari seluruh dunia melakukan konvoi menuju perbatasan Gaza untuk menerobos blokade Israel. Tak cuma dari negara-negara Afrika, mereka juga berasal dari puluhan negara di dunia termasuk Eropa.
Akun Eye of Palestina di X mengunggah video keberangkatan ribuan orang dari Tunisia dan Aljazair dengan sejumlah bus. Para peserta konvoi mengibarkan bendera Palestina dan memakai keffiyeh sebagai simbol perlawanan.
Sementara itu, akun Open Source Intel di X menyatakan konvoi darat besar-besaran menuju Gaza ini melibatkan sekitar 7.000 orang berasal dari Tunisia, Aljazair, Maroko, Mauritania, dan Libya. Mereka ingin bergabung dengan aktivis yang berada dalam kapal Madleen yang juga berusaha menembus blokade Israel menuju Gaza.
Warga Irlandia Konvoi ke Gaza
Dilansir The Journal, Selasa (10/6/2025), sekitar 50 orang Irlandia juga turut serta tengah menuju perbatasan Gaza. Mereka akan bergabung dengan massa dari negara-negara lain buat menuntut Israel sepenuhnya membuka penyeberangan Rafah untuk mengizinkan bantuan kemanusiaan masuk.
Sementara, dilansir akun Tiktok
Delegasi Irlandia tersebut akan berjalan melintasi padang pasir selama dua hari dengan harapan dapat menarik perhatian terhadap pengepungan Israel yang sedang berlangsung di Gaza. Mereka akan bertemu di Kairo pada 13 Juni dan berangkat keesokan harinya ke Gurun Sinai dan akan berkemah di sana semalam.
Sejumlah petugas kesehatan terlibat dalam pawai tersebut. Mereka akan mengakhiri perjalanan mereka di penyeberangan Rafah, di mana mereka akan tinggal selama dua hari.
Karen Moynihan, juru bicara March to Gaza Ireland, berbicara kepada The Journal tentang demonstrasi tersebut.
"Ini bukan kondisi yang paling menyenangkan, tetapi tidak masalah jika kita memikirkan apa yang telah dialami rakyat Palestina setiap hari selama 19 bulan," katanya.
"Masyarakat Irlandia dan masyarakat di seluruh dunia tidak mau lagi berdiam diri dan menunggu," lanjutnya.
Ia mengatakan Israel melakukan genosida yang sangat biadab dan Irlandia belum mengambil tindakan yang cukup untuk menghentikannya.
Konvoi Solidaritas ke Gaza
Pawai solidaritas internasional berskala besar menuju Jalur Gaza dimulai pada hari Senin, yang bertujuan untuk mengakhiri pengepungan Israel yang telah berlangsung lama dan menuntut diakhirinya genosida yang sedang berlangsung terhadap warga Palestina sejak 7 Oktober 2023, Pusat Informasi Palestina melaporkan.
Peserta dari 32 negara telah bergabung dalam inisiatif yang dikenal sebagai "Pawai Global ke Gaza," yang bertujuan untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan dan menunjukkan dukungan global bagi rakyat Palestina. Konvoi akan berkumpul di Kairo pada hari Kamis ini sebelum melanjutkan perjalanan ke Arish di timur laut Mesir, dan akhirnya berbaris dengan berjalan kaki ke perbatasan Rafah, tempat kamp-kamp protes diperkirakan akan didirikan.
Prakarsa ini dipelopori oleh sebuah koalisi dengan perwakilan di seluruh Eropa, Amerika, dan negara-negara di dunia Arab dan Asia, yang menunjukkan meningkatnya dukungan internasional terhadap perjuangan Palestina.
Kemarin, militer Israel menyita kapal bantuan Madleen dan menahan aktivis internasional termasuk Greta Thunberg dan aktor Irlandia Liam Cunningham di perariran internasional saat hendak memasuki perairan Gaza. Kapal tersebut sedang dalam perjalanan ke Gaza untuk menentang blockade dan memberikan bantuan kemanusiaan.
Dikutip dari MINANEWS, situasi di Gaza semakin mengerikan dengan lebih dari 181.000 warga Palestina terbunuh atau terluka, sebagian besar dari mereka adalah wanita dan anak-anak. Sekitar 1,5 juta orang kini kehilangan tempat tinggal di tengah kelaparan dan kehancuran yang meluas.
Meskipun ada seruan dari badan-badan internasional, termasuk Mahkamah Internasional , Israel tetap melanjutkan pengepungan dan operasi militernya.