Pria Ini Tak Kuasa Tahan Tangis Saksikan Kepergian Putranya, Dihantam Bom Israel saat Kumpulkan Makanan di Rafah

Di lokasi yang seharusnya menjadi tempat aman bagi para pengungsi, sang putra tercinta justru harus kehilangan nyawa.

Mutia Anggraini
Oleh Mutia Anggraini - Reporter
Pria Ini Tak Kuasa Tahan Tangis Saksikan Kepergian Putranya, Dihantam Bom Israel saat Kumpulkan Makanan di Rafah
Pria Ini Tak Kuasa Tahan Tangis Saksikan Kepergian Putranya, Dihantam Bom Israel saat Kumpulkan Makanan di Rafah (ig @middleeasteye)

Duka yang begitu pilu harus dirasakan seorang pria warga Palestina berikut ini. Di lokasi yang seharusnya menjadi tempat aman bagi para pengungsi, sang putra tercinta justru harus kehilangan nyawa.

Remaja berusia 17 tahun diketahui menjadi korban tewas dari serangan Israel yang menargetkan Rafah pada Senin (23/6) lalu. Di depan jasad yang sang putra, pria tersebut berkali-kali berteriak histeris, tak sanggup menutupi duka mendalam.

Dia bahkan sempat berdoa agar sang putra dapat kembali hidup. Namun lagi-lagi, kenyataan harus dihadapinya. Sang putra tewas saat mencoba mengumpulkan makanan bagi dirinya dan keluarga. Berikut ulasan selengkapnya.

Momen pilu tersebut selayaknya yang dibagikan Kantor Berita Inggris Middle East Eye melalui akun Instagram resmi dengan nama @middleeasteye dalam sebuah video singkat. Melalui unggahan tersebut, situasi duka yang tengah dirasakan oleh seorang ayah begitu terasa.

Di hadapannya, tergeletak jasad sang putra yang tak lagi bernyawa usai sempat mendapat pertolongan medis. Seolah tak percaya dengan apa yang dilihatnya, pria paruh baya tersebut menangis hingga berteriak histeris.

Dia berharap agar nyawa sang putra masih dapat diselamatkan.

“Ya Tuhan Yang Maha Pengasih, tolong sembuhkan dia. Ya Tuhan,” jeritnya.

eski demikian, secara tegas dia lantas memeluk sang putra sembari menyerukan lafal tahlil dengan lantang. Kemudian, pria tersebut terdengar mencoba menguatkan diri dengan membaca sejumlah lantunan ayat suci lainnya. Dia berdoa agar sang putra dapat kembali ke sisi Tuhan dengan baik.

“Tiada Tuhan selain Allah. Semoga Allah mengasihimu, anakku,” ungkapnya.

Terungkap, remaja yang tewas tersebut yakni bernama Hasan Samir Abu Lateefa (17). Dia bersama warga Palestina lainnya tengah mencoba mengumpulkan makanan di titik pendistribusian makanan yang dijalankan oleh Israel dengan Amerika Serikat. Sayangnya, kegiatan pagi Hasan kala itu justru berubah menjadi petaka, dia tewas saat pasukan Israel membombardir sejumlah titik di Rafah.

“Hasan Samir Abu Lateefa, yang terbunuh ketika mencoba mengumpulkan makanan di titik distribusi bantuan yang didukung AS-Israel di Rafah,” demikian dikutip dari keterangan unggahan.

Kesedihan ayah dari Hasan pun turut dirasakan kalangan pengguna media sosial. Banyak di antaranya yang tak kuasa menahan air mata dan duka mendalam. Lantunan doa turut membanjiri kolom komentar unggahan.

“Tidak ada manusia yang harus mengalami ini atau menahan rasa sakit ini 😭💔 Hatiku hancur untuk setiap orang dari mereka,” tulis akun @karimav2.0

“Video ini menghancurkan hatiku,” tulis akun @atizzi

“Ya Allah bantu mereka,” tulis akun @hanigashi

“Tolong hentikan ini semua,” tulis akun @shabnamaste

“Aku begitu sedih melihat ini. Ini bukan dunia yang tepat untuk ditinggali :(,” tulis akun @culinarycarouseler

Di tengah memanasnya konflik dengan Iran, Israel diketahui tetap melancarkan serangannya ke Gaza. Rafah yang menjadi salah satu daerah kantong yang diklaim aman justru digempur.

Hingga Senin lalu, setidaknya 43 warga Gaza dinyatakan tewas dalam serangan Israel yang dilakukan sejak pagi buta. Mereka yang tewas pada Senin 23 Juni 2025 termasuk sedikitnya 20 pencari bantuan yang kehilangan nyawa mereka saat berusaha keras untuk mendapatkan makanan bagi keluarga mereka.

Aksi brutal tersebut melengkapi daftar kengerian yang terjadi sepanjang waktu di Gaza sejak meningkatnya agresi pada Oktober 2023 lalu.

Pasukan Israel tampaknya belum merasa puas. Seiring serangan bertubi-tubi terhadap warga Gaza, pasukan Israel ternyata juga melakukan serangan mematikan di Tepi Barat. Pasukan mereka juga memperketat pendudukannya di Tepi Barat sejak Iran mulai menyerang.

Menurut pakar Israel dan Palestina untuk lembaga pemikir Middle East Council on Global Affairs, Omar Rahman, Ia melihat banyak aktivitas militer di pemukim di Tepi Barat dalam beberapa hari terakhir. Sementara menurut kantor berita Palestina Wafa, pasukan Israel menangkap sedikitnya 60 warga Palestina di seluruh Tepi Barat antara Selasa malam dan Rabu pagi.

Rekomendasi