Kekejaman Israel terhadap warga Palestina di Gaza semakin menjadi-jadi. Bukannya menolong, tentara zionis justru membantai dengan cara menembaki ribuan warga Gaza yang sedang menunggu untuk mendapatkan makanan di dua lokasi distribusi bantuan di Gaza, Minggu (1/6/2025) kemarin.
Akibatnya, sedikitnya 32 warga Palestina meninggal dunia dan lebih dari 200 lainnya terluka.
Dilansir Aljazeera, Senin (2/6/2025), tank-tank Israel menembaki ribuan warga sipil yang berkumpul di sebuah lokasi distribusi di Rafah, Gaza selatan pada Minggu pagi. Menurut Kantor Media Pemerintah Gaza, aksi keji itu menewaskan sedikitnya 31 orang warga Palestina.
Tak cuma itu, penembakan juga dilakukan tentara zionis Israel di titik distribusi serupa di selatan Koridor Netzarim di Kota Gaza, yang mengakibatkan warga Palestina meninggal dunia.
Advertisement
Video Warga Palestina Ditembaki Tentara Israel
إسرائيل تحاول إنكار الحقيقة وخداع العالم. قادتها السياسيون وإعلامها، جميعهم شركاء في الإبادة ومخادعون ينكرون مجزرة المساعدات التي وقعت اليوم في رفح، والتي استُشهد فيها خمسون فلسطينيًا، رغم أن الحقيقة كالشمس، لا يمكن تغطيتها بغربالهم.
— Tamer | تامر (@tamerqdh) June 1, 2025
هذا مقطع يوثق لحظة تنفيذ المجزرة البشعة في… pic.twitter.com/jgcJhHraHM
Video ribuan warga Palestina berlarian saat ditembaki tantara zionis Israel pun diunggal akun X @tamerqdh. Dalam video itu nampak begitu miris kondisi warga Palestina di Gaza yang berusaha menyelamatkan diri saat desingan tembakan tentara Israel memberondong.
Advertisement
Organisasi Penyalur Bantuan Antek-Antek Israel & AS
Bantuan tersebut didistribusikan oleh Yayasan Kemanusiaan Gaza (GHF), kelompok kontroversial yang didukung oleh Israel dan Amerika Serikat, yang telah menyelesaikan minggu pertama operasi yang kacau di daerah kantong tersebut.
Direktur eksekutif GHF yang merupakan veteran AS, Jake Woods, mengundurkan diri sebelum pendistribusian dimulai, dengan menyatakan "jelas bahwa tidak mungkin untuk melaksanakan rencana ini sambal … mematuhi prinsip-prinsip kemanusiaan berupa kemanusiaan, netralitas, imparsialitas, dan independensi".
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan kelompok bantuan lainnya telah menolak bekerja sama dengan GHF. Mereka menyatakan GHF tidak netral. Mereka juga menyatakan GHF dibentuk untuk memungkinkan Israel mencapai tujuan militernya buat mengambil alih seluruh Gaza.
"Distribusi bantuan telah menjadi perangkap maut," kata kepala badan PBB untuk pengungsi Palestina, Philippe Lazzarini, dalam sebuah pernyataan pada hari Minggu.
Advertisement
Israel Berdalih Laporan Palsu
اقرأ ما كتبته في التغريدة أدناه لتفهم عن ماذا سأتحدث الآن:
— Tamer | تامر (@tamerqdh) June 1, 2025
في ليلة الأمس، توجه مئات الآلاف من الأطفال والنساء والشيوخ والشبّان إلى مركز المساعدات التابع للمرتزقة في رفح، بهدف الوصول المبكر وحجز مكان، ومنع “الحشد الأول” وهم التجار والعصابات من الاستيلاء على السلع كما يحدث يوميًا… https://t.co/XjswAtffUb pic.twitter.com/zfRpsDfYx2
Militer Israel kembali berdalih. IDF mengklaim pasukannya tidak menembaki warga sipil di dekat atau di dalam lokasi tersebut.
"Dalam beberapa jam terakhir, laporan palsu telah tersebar, termasuk tuduhan serius terhadap (militer Israel) mengenai penembakan terhadap penduduk Gaza di area lokasi distribusi bantuan kemanusiaan di Jalur Gaza,” kata militer.
"Temuan dari penyelidikan awal menunjukkan" bahwa tentara Israel tidak menembaki warga sipil saat mereka berada di dekat atau di dalam lokasi distribusi bantuan kemanusiaan," katanya seraya menambahkan bahwa "laporan tentang hal ini tidak benar".
Sebelumnya, GHF mengatakan kepada kantor berita The Associated Press bahwa tentara Israel melepaskan "tembakan peringatan" saat warga Palestina berkumpul untuk menerima makanan. Kompak dengan militer zionis, kelompok tersebut membantah laporan bahwa puluhan orang tewas, dan menggambarkannya sebagai "laporan palsu tentang kematian, cedera massal, dan kekacauan".