Kejam Tak Berperikemanusiaan, Begini Komentar Para Pejabat dan Artis AS Soal Gaza
Simak komentar kejam para pejabat dan artis AS mengenai kekejaman di Gaza yang mengundang reaksi luas.
Komentator CNN Van Jones menuai kecaman luas setelah membuat lelucon yang dinilai merendahkan anak-anak Palestina yang wafat dalam genosida yang dilakukan Israel di Gaza. Saat menjadi tamu di Real Time With Bill Maher (HBO) pada Jumat lalu, Jones tanpa bukti menuduh bahwa kaum muda AS dimanipulasi oleh Iran dan Qatar melalui media sosial agar peduli pada pembantaian di Gaza.
“Kalau kamu anak muda, kamu buka ponselmu, dan yang kamu lihat cuma bayi Gaza yang mati, bayi Gaza yang mati, bayi Gaza yang mati, Diddy, bayi Gaza yang mati, bayi Gaza yang mati,” katanya dalam candaan yang disambut tawa penonton dikutip dari Aljazeera, Rabu (8/10/2025).
Pengolok-olokan yang dilakukannya terhadap lebih dari 20.000 anak Palestina yang wafat dibunuh Israel, disertai penyebutan nama Sean “Diddy” Combs demi efek komedi, memicu kemarahan publik.
Jones, yang pernah tampil di demonstrasi pro-Israel dan pernah menjabat penasihat mantan Presiden Barack Obama, kemudian menyampaikan permintaan maaf di media social.
"Penderitaan rakyat Gaza—terutama anak-anak—bukanlah sebuah lelucon. Saya sangat menyesal hal itu sampai tersirat seperti itu," tulis Jones.
Meski demikian, dalam permintaan maafnya Jones tidak mencabut klaim tanpa dasar mengenai kampanye “disinformasi” yang ia sebutkan sebelumnya, sehingga kontroversi tetap berlanjut.
Daftar Pernyataan Kejam Para Pejabat-Artis AS soal Gaza
Kasus Jones hanyalah contoh terbaru dari rangkaian komentar publik yang, menurut pengamatan media, merendahkan martabat warga Palestina atau merasionalisasi kekerasan terhadap mereka.
Analisis oleh Al Jazeera, yang mengumpulkan pernyataan politisi, komentator, dan selebritas AS sejak dimulainya perang di Gaza dua tahun terakhir, menyorot sejumlah ucapan kontroversial.
Berikut daftarnya:
Pernyataan Para Anggota Kongres AS
- Anggota Kongres Brian Mast: "Saya rasa kita tidak akan begitu saja menggunakan istilah 'warga sipil Nazi yang tidak bersalah' selama Perang Dunia II. Tidaklah berlebihan untuk mengatakan bahwa jumlah warga sipil Palestina yang tidak bersalah sangat sedikit."
- Anggota Kongres Max Miller: “Kita akan mengubah [Palestina] itu menjadi tempat parkir.”
- Anggota Kongres Andy Ogles: “Saya pikir kita harus membunuh mereka semua.”
- Anggota Kongres Randy Fine: "Bebaskan para sandera. Sampai saat itu tiba, biarkan mereka kelaparan."
- Anggota Kongres Tim Walberg: “Kita seharusnya tidak mengeluarkan uang sepeser pun untuk bantuan kemanusiaan. [Gaza] seharusnya seperti Nagasaki dan Hiroshima. Cepat selesaikan.”
Pernyataan Para Senator AS
- Senator Tom Cotton: "Israel tidak butuh ceramah yang merendahkan tentang korban sipil. Setahu saya, Israel bisa memantulkan puing-puing di Gaza."
- Senator Lindsey Graham: "Kita sedang berperang agama di sini, saya mendukung Israel. Apa pun yang harus kalian lakukan untuk membela diri; ratakan tempat ini."
Pernyataan Mantan Presiden AS dan Tokoh Lainnya
- Mantan Presiden Joe Biden: "Saya tidak yakin Palestina mengatakan yang sebenarnya tentang berapa banyak orang yang terbunuh. Saya yakin orang-orang tak berdosa telah terbunuh, dan itu adalah harga yang harus dibayar untuk berperang."
- Mantan Presiden Bill Clinton: "Hamas memastikan mereka terlindungi. Mereka akan memaksa Anda membunuh warga sipil jika Anda ingin membela diri."
- Mantan juru bicara Gedung Putih John Kirby: “Jujur tentang fakta bahwa telah terjadi korban sipil dan kemungkinan akan ada lebih banyak lagi adalah jujur – karena itulah perang.”
- Mantan calon presiden Nikki Haley: “Habisi mereka.” (tertulis di atas bom Israel)
Pernyataan Selebritis AS
- Penulis The Atlantic Graeme Wood: “Membunuh anak-anak secara legal dimungkinkan, misalnya jika anak tersebut diserang musuh yang bersembunyi di belakang mereka.”
- Penyanyi Kid Rock: “Saya tidak menentang apa yang dilakukan Israel. Seharusnya mereka langsung masuk dan berkata, 'Tahukah Anda, kami ingin sandera kami kembali. Jika kami tidak mendapatkan mereka kembali, waktunya dimulai sekarang. Dalam 24 jam, kami akan mulai mengebom, dan membunuh warga sipil, 30.000 hingga 40.000 kali lipat'.”
- Aktor dan produser James Woods: "Tidak ada gencatan senjata. Tidak ada kompromi. Tidak ada pengampunan. #KillThemAll".
- Komentator Fox News Jesse Watters: “Populasi di Palestina ini bermusuhan, tidak berpendidikan. Mereka bahkan lebih radikal daripada di awal-awal ini. Maksud saya, sekarang, mereka tidak punya rumah sama sekali. Mereka bahkan lebih membenci orang Israel. Dan angka kelahiran mereka sangat tinggi.”