Tentara penjajah Israel bersembunyi dalam truk bantuan kemanusiaan lalu menembak warga dengan membabi buta.
Pasukan penjajah Israel kembali dengan kejam membantai warga sipil Palestina di Jalur Gaza. Operasi pembantaian brutal ini dibantu Amerika Serikat (AS).
Dalam aksi kejinya ini, pasukan darat Israel bersembunyi di dalam truk bantuan kemanusiaan lalu menyusup ke kamp pengungsi Nuseirat di Gaza dan membunuh warga pada Sabtu (8/6). Sekitar 210 warga Palestina dilaporkan tewas, dikutip dari The Cradle, Minggu (9/6).
Pejabat kesehatan Gaza mengatakan 210 korban tewas mayoritas perempuan dan anak-anak, dan menyebut operasi kejam itu dilakukan atas bantuan tentara AS.
Dr Tanya Haj-Hassan dari Doctors Without Borders (MSF) menyatakan kepada Al Jazeera, RS Al-Aqsa "benar-benar banjir darah, terlihat seperti rumah jagal".
"Darah di mana-mana. Banyak orang hilang, kaki dan tangan berserakan. Sangat mengerikan."
Advertisement
Video yang ditayangkan Al Jazeera TV menunjukkan truk bantuan berada di kawasan Nuseirat dikawal tank lapis baja.
"Sebuah truk membawa bantuan kemanusiaan dan baju, dan tiba-tiba 10 tentara keluar dan menembak saya, sekali di dada dan dua kali di kaki. Penembakan artileri dimulai, dan saya melihat puluhan warga di tanah, termasuk orang-orang dengan kepala terpenggal," ungkap salah seorang pria Palestina yang selamat kepada wartawan.
"Truk itu datang dari pelabuhan Amerika yang penjajah (Israel) bangun di Laut Gaza," lanjutnya.
Media Israel membenarkan tentara mereka bersembunyi di dalam truk yang disebut digunakan untuk mengantar furnitur.
"Pasukan Israel, termasuk Shin Bet dan unit kontraterorisme khusus Kepolisian Israel, Yamam, menggunakan truk pengantaran furnitur untuk bersembunyi menyusup ke daerah dekat Rumah Sakit Al-Awda," tulis Israel Hayom.
Empat tawanan Israel yang ditahan di Gaza dibebaskan. Mereka kemudian dibawa menggunakan truk yang sama ke dermaga apung yang dibangun AS di Gaza.
Advertisement
Hamas mengatakan keterlibatan AS dalam pembantaian ini membuktikan pemerintah AS terlibat dala kejahatan perang di Jalur Gaza.
"Kami menyerukan orang-orang Arab dan Islam, dan orang-orang merdeka di dunia, agar semakin menekan dan meningkatkan gerakan dalam menentang agresi dan genosida di Gaza," jelas Hamas dalam pernyataannya.
"Kita harus berusaha menghentikannya dan menyeret pelakunya untuk diadili atas kejahatan mereka dan pembunuhan berdarah dingin terhadap anak-anak dan warga sipil."
Spokesman for Hamas' Qassam Brigades, Abu Obeida:
— The Cradle (@TheCradleMedia) June 8, 2024
"The enemy was able to free some of its captives, but at the same time, it killed some of them during the operation."
Earlier today, the Israeli army infiltrated Nuseirat refugee camp in central Gaza in an effort to four rescue… pic.twitter.com/7xwZI19EWn