Aktor Pemenang Oscar Kecam Keras Israel Atas Perang di Gaza, Sebut Pemerintah Netanyahu Paling Radikal dalam Sejarah
Kecaman ini disampaikan saat berpidato pada Festival Film San Sebastian di Spanyol.
Aktor pemenang Oscar asal Spanyol, Javier Bardem, mengecam keras Israel pada Jumat (20/9) karena tindakan brutal mereka di Jalur Gaza, Palestina yang kini hancur lebur. Dalam pidatonya di Penghargaan Donostia yang merupakan bagian dari Festival Film San Sebastian di Spanyol, Bardem menyatakan bahwa kepemimpinan Israel saat ini, yang paling ekstrem, telah melakukan pelanggaran terhadap kemanusiaan serta hukum internasional.
Dilansir Anadolu, pada Senin (23/9). Bardem juga menegaskan serangan Hamas ke Israel pada 7 Oktober 2023 tidak dapat dijadikan alasan untuk membenarkan hukuman kolektif terhadap rakyat Palestina.
Menurut laporan majalah Variety, Bardem menyebut serangan Israel Gaza sebagai tindakan yang "sama sekali tidak bisa diterima, mengerikan, dan tidak manusiawi".
Pria yang pernah memenangkan Piala Oscar untuk kategori Aktor Pendukung Terbaik melalui perannya sebagai Anton Chigurh di "No Country for Old Men" ini juga mendesak negara-negara, khususnya Amerika Serikat (AS) dan Inggris, untuk meninjau kembali "dukungan tanpa syarat" mereka kepada Israel serta mendesak Mahkamah Pidana Internasional (ICC) untuk mempertanggungjawabkan tindakan mereka yang terlibat.
Kejahatan Kemanusiaan
Pada Mei, Jaksa ICC, Karim Khan meminta majelis hakim untuk mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Menteri Pertahanan Yoav Gallant karena diduga melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan di Jalur Gaza.
Sejak saat itu, Khan telah mengajukan permohonan dua kali, yang terbaru pada bulan Agustus, agar pengadilan mempercepat proses penerbitan surat perintah tersebut.
Menurut otoritas kesehatan Jalur Gaza, Israel telah membunuh lebih dari 41.000 warga Palestina sejak perang genosidanya dimulai pada 7 Oktober 2023, di mana sebagian besar dari mereka adalah perempuan dan anak-anak.
Selain itu, lebih dari 95.500 warga Palestina dilaporkan mengalami luka-luka. Serangan Israel juga telah memaksa hampir seluruh penduduk Jalur Gaza mengungsi di tengah blokade yang berkepanjangan, yang telah menyebabkan krisis parah dalam pasokan makanan, air bersih, dan obat-obatan.
Israel kini juga menghadapi tuduhan genosida atas tindakan mereka di Jalur Gaza di Mahkamah Internasional.