Ditarget Israel untuk Dibunuh, Petinggi Houthi Yaman ini Malah Senang Gembira
Berikut reaksi petinggi Houthi Yaman yang senang gembira ditarget Israel untuk dibunuh.
Petinggi Houthi Yaman, Mohammed Al-Bukhaiti merespons 'daftar target teror' yang dirilis oleh Israel yang memuat namanya. Bahkan, namanya berada di urutan paling atas bersama para petinggi Houthi Yaman lainnya.
Alih-alih takut dan marah, Ia justru senang gembira. Ia mengatakan bahwa itu merupakan nikmat dan karunia dari Allah SWT.
Lantas bagaimana reaksi petinggi Houthi Yaman yang senang gembira ditarget Israel untuk dibunuh? Melansir dari akun TikTok tabyintv14, Rabu (2/7), simak ulasan informasinya berikut ini.
Daftar Target Teror Israel
Dalam sebuah wawancara yang disiarkan, seorang jurnalis tampak membahas mengenai daftar target teror Israel. Dalam daftar tersebut, terdapat sejumlah nama yang ditargetkan untuk dibunuh oleh Israel. Petinggi Ansharullah Yaman, Mohammed Al-Bukhaiti menjadi salah satu target Israel.
"Mari kita bicarakan topik lain yang berkaitan langsug dengan Anda. Ini berkenaan dengan daftar yang dirilis Israel beberapa hari lalu. Menurut Israel, ini daftar orang-orang yang menjadi target teror di Yaman," ujar jurnalis ini.
"Tentu Pemimpin Ansharullah, Abdulmalik Houthi di puncak daftar tersebut. Anda juga tercantum dalam daftar. Foto Anda di sebelah kiri gambar bersama para petinggi militer dan politik Ansharullah. Israel mengumumkannya sebagai 'Daftar Target Teror'. Seperti Anda ketahui, mereka membuat daftar dan melaksanakannya, apa komentar Anda?," tanya jurnalis ini.
Reaksi Petinggi Houthi Yaman
Alih-alih marah dan takut, al-Bukhayti justru menanggapinya dengan santai. Menurutnya, itu merupakan nikmat dan karunia dari Allah SWT. Di mana, namanya dicantumkan oleh musuh dan kaum arogan untuk dibinasakan.
"Ini adalah nikmat dan karunia dari Allah SWT bahwa saya dicantumkan oleh musuh Umat dan kaum arogan. Orang-orang yang menargetkan wanita dan anak-anak di Gaza. Ini adalah nikmat dari Allah SWT," ujar Muhammad al-Bukhayti, petinggi Ansharullah.
"Saya selalu memohon agar bertemu dengan-Nya sebagai syahid. Sekarang saya sudah berumur 52 tahun. Ini adalah permulaan melemahnya manusia. Awal manusia memasuki tahap kelemahan. Pada akhirnya, semua manusia akan mati," lanjutnya.
Senang Gembira
Menariknya, Ia membahas mengenai daftar target teror Israel dengan senyum gembira. Bahkan, Ia juga bersumpah bahwa dirinya dan para petinggi Houthi lainnya senang dan gembira menjadi target Israel. Sebab, mereka bisa berpulang ke pangkuan Allah SWT dengan syahid.
"Sebab itu, saya selalu katakan kepada saudara-saudara Arab dan Muslim. Andai tidak ada janji kemenangan Allah atau tak ada surga dan neraka sekalipun, kami tetap berperang demi memenuhi panggilan fitrah insani," paparnya.
"Fitrah insani yang kita semua diciptakan Allah atas itu, tidak menerima kezaliman dan kehinaan. Fitrah tidak menerima kita hanya diam saja saat saudara-saudara di Palestina dibantai," ungkap al-Bukhayti.
"Sebab itu, sumpah demi Allah, kami senang dan gembira. Kita dinanti kematian. Betapa indahnya jika manusia bertemu Allah sebagai syahid, apalagi di tangan musuh ini. Meski begitu, kami tetap meminta agar Allah memanjangkan umur kami supaya bisa menghukum musuh dan bertemu dengan-Nya sebagai syahid," tutupnya.