Trump Setop Menyerang, Segini Total Biaya yang Dikeluarkan AS Selama Operasi Bombardir Houthi Yaman

Presiden Donald Trump mengumumkan penghentian serangan udara di Yaman setelah kesepakatan gencatan senjata dengan kelompok Houthi.

Mardani
Oleh Mardani - Reporter
Trump Setop Menyerang, Segini Total Biaya yang Dikeluarkan AS Selama Operasi Bombardir Houthi Yaman
Trump Setop Menyerang, Segini Total Biaya yang Dikeluarkan AS Selama Operasi Bombardir Houthi Yaman (Merdeka.com)

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan penghentian serangan udara AS terhadap kelompok Houthi di Yaman. Pengumuman tersebut muncul setelah kelompok Houthi dalam perundingan dengan Amerika Serikat yang dimediatori Oman disebut sepakat menghentikan serangan terhadap kapal-kapal yang melintas di Laut Merah.

Oman, sebagai mediator, memainkan peran krusial dalam tercapainya kesepakatan gencatan senjata antara AS dan Houthi tersebut.

Amerika Serikat telah melakukan operasi penyerangan ke wilayah Yaman yang dikuasai Houthi sejak 11 Januari 2024. Serangan itu diklaim AS sebagai respons atas serangan-serangan Houthi terhadap kapal-kapal komersial dan militer di Laut Merah yang dimulai sejak November 2023.

Houthi menyerang kapal-kapal di Laut Merah yang memiliki hubungan dengan Israel dan Amerika Serikat. Serangan itu dilakukan Houthi sebagai bentuk solidaritas pada rakyat Palestina di Gaza yang digenosida oleh Israel.

Biaya yang dikeluarkan Amerika selama operasi terhadap Houthi sepanjang 2024 hingga 2025 cukup fantastis. Dalam beberapa bulan terakhir, nilainya diperkirakan lebih dari USD 750 juta hanya untuk amunisi.

Biaya ini belum termasuk pengeluaran untuk dua kapal induk, kapal perang pendukung, dan jam terbang pesawat yang terlibat. Lantas berapa kira-kira jumlah biaya yang dikeluarkan AS selama operasi menyerang Houthi Yaman sejak 2024 hingga 2025? Simak informasi selengkapnya dilansir dari berbagai sumber.

Sepanjang 11 Januari 2024 hingga pertengahan 2025 ini, Amerika Serikat telah menghabiskan kira-kira lebih dari USD 7 miliar untuk operasi militer melawan kelompok Houthi di Yaman. Biaya ini mencakup berbagai aspek, termasuk peluncuran rudal, pemeliharaan kapal perang, pengisian kembali persenjataan, serta kerugian akibat jatuhnya pesawat dan drone.

Rincian Biaya Utama:

  1. Peluncuran Rudal dan Amunisi: Antara Oktober 2023 hingga pertengahan Juli 2024, Gugus Tempur Kapal Induk USS Dwight D. Eisenhower dan kapal perang lainnya menembakkan sekitar 770 rudal dan amunisi, dengan total biaya mencapai USD 1,16 miliar. (Business Insider)
  2. Pemeliharaan Kapal dan Pengisian Kembali Persenjataan: Pentagon mengalokasikan sekitar USD 1,2 miliar untuk pemeliharaan kapal yang dikerahkan di Laut Merah dan pengisian kembali stok rudal yang digunakan dalam operasi melawan Houthi.
  3. Kerugian Peralatan Militer: Dalam beberapa minggu terakhir, Houthi berhasil menembak jatuh tujuh drone MQ-9 Reaper milik AS, dengan total kerugian diperkirakan mencapai USD 200 juta. (AP News)
  4. Biaya Tambahan: Selain itu, terdapat biaya tambahan untuk pengiriman pasukan, logistik, dan dukungan intelijen yang belum sepenuhnya terungkap ke publik.

Meskipun gencatan senjata telah diumumkan, laporan mengenai serangan yang terus berlangsung menunjukkan bahwa ketegangan di wilayah tersebut masih tinggi. Houthi mengklaim telah berhasil melancarkan serangan terhadap target-target yang terkait dengan AS dan Israel.

Ketegangan ini diperparah oleh konflik yang sedang berlangsung antara Israel dan Palestina. Situasi ini secara tidak langsung mempengaruhi dinamika di Yaman, di mana banyak pihak yang terlibat memiliki kepentingan yang saling berhubungan.

Gencatan senjata yang diumumkan oleh Trump mungkin bisa menjadi titik awal untuk meredakan ketegangan yang lebih luas di kawasan Timur Tengah. Namun semuanya kembali lagi kepada genosida yang sedang dilakukan Israel terhadap Gaza. Jika terus berlangsung, tentu akan menimbulkan perlawanan terhadap Israel dan Amerika.

Rekomendasi