Dukung Iran, Houthi Yaman Luncurkan Rudal Balistik ke Israel!
Dalam pernyataan video, juru bicara militer Yahya Saree mengatakan kelompok tersebut telah meluncurkan rudal balistik ke situs militer Israel.
Rudal balistik diluncurkan kelompok Houthi Yaman ke Israel. Hal itu disebut sebagai bentuk dukungan terhadap Iran dalam konflik Timur Tengah dengan Israel dan Amerika Serikat (AS).
Dalam pernyataan video, juru bicara militer Yahya Saree mengatakan kelompok tersebut telah meluncurkan rudal balistik ke situs militer Israel.
"(Kami) telah melakukan operasi militer pertama menggunakan rentetan rudal balistik yang menargetkan situs militer Israel yang sensitif di Palestina selatan yang diduduki," kata Saree dikutip middleeasteye.net, Minggu (29/3).
Sementara itu, militer Israel klaim telah berhasil mencegat rudal Houthi. Sebab, telah mengidentifikasi peluncuran rudal dari Yaman menuju wilayah Israel, sistem pertahanan udara beroperasi untuk mencegat ancaman tersebut.
Tidak ada laporan korban jiwa atau kerusakan di Israel.
Awal pekan ini, Houthi mengancam akan bergabung dalam konflik jika sekutu mereka, Iran, terus diserang dan jika negara lain bergabung dalam perang AS-Israel. Mereka juga memperingatkan agar Laut Merah tidak digunakan untuk "operasi permusuhan".
Saree mengatakan pada hari Sabtu bahwa serangan Houthi adalah untuk mendukung Iran dan "front perlawanan di Lebanon, Irak, dan Palestina".
Ia mengatakan operasi akan terus berlanjut "sampai agresi terhadap semua front perlawanan berhenti".
Beberapa hari setelah genosida Israel di Gaza dimulai pada Oktober 2023, Houthi bergabung dalam perang dengan menyerang kapal-kapal internasional di Laut Merah, dan menggambarkannya sebagai tindakan solidaritas dengan Palestina.
Selama 18 bulan, Houthi melakukan serangan terhadap lebih dari 250 kapal militer dan komersial. Mereka juga melancarkan serangan rudal jarak jauh secara berkala terhadap Israel.
Serangan di Laut Merah menyebabkan gangguan besar pada perdagangan global, dengan kapal-kapal yang berlayar dari Eropa ke Asia menghindari rute tradisional Terusan Suez melalui Laut Merah dan Teluk Aden.
Pilih Rute Lebih Panjang
Sebagai gantinya, mereka memilih rute yang lebih panjang dan lebih mahal di sekitar Tanjung Harapan di ujung selatan Afrika. Akibatnya, lalu lintas maritim di Teluk Aden turun 70 persen dalam dua tahun.
Dengan Iran secara efektif menutup Selat Hormuz pada awal perang - yang dilalui seperlima minyak dunia - Laut Merah menjadi semakin penting.
Arab Saudi telah mengalihkan sebagian besar ekspor minyaknya ke pelabuhan Yanbu di Laut Merah.