Palestina Ternyata Pernah Belajar Teknologi Ini dari Indonesia
Indonesia dianggap Palestina unggul dalam bidang teknologi ini.
Indonesia dianggap Palestina unggul dalam bidang teknologi ini.
Palestina Ternyata Pernah Belajar Teknologi Ini dari Indonesia
Pada 2017, sebanyak 10 orang dari Palestina menimba ilmu Indonesia. Ilmu ini terkait dengan penerapan teknologi.
Teknologi apa? Mari kita ulas.
Mengutip situs Kementerian Pertanian, Selasa (21/11), 10 orang asal Palestina belajar di Indonesia mengenai teknologi Inseminasi Buatan.
Acara itu diselengarakan oleh Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan bekerjasama dengan Kementerian Sekretariat Negara dan JICA.
Inseminasi buatan ialah teknik reproduksi yang masyarakat kerap menyebutnya sebagai kawin suntik.
Metodenya memasukan sperma jantan ke saluran kelamin betina.
Teknologi ini, menurut Wakil Duta Besar Palestina untuk Indonesia saat itu, Taher, Indonesia dianggap unggul dalam metode ini.
“Kami berharap hasil pelatihan ini dapat diimplementasikan di negara kami dan dapat berkontribusi untuk meningkatkan produksi ternak di negara kami,” kata Taher.
Sementara itu, Wael W. M Halawa salah satu peserta pelatihan menyampaikan kekagumannya dengan kemajuan dunia peternakan di Indonesia. Salah satunya soal teknologinya.
“Kami kagum dengan kemajuan dunia peternakan di Indonesia, khususnya dalam penerapan teknologi dan penguatan kelembagaan, sehingga ini dapat diadopsi dan dikembangkan di negara kami", tambahnya.
Dirjen PKH I Ketut Diarmita saat itu menyampaikan, teknologi kawin suntuk memang sudah berkembang dengan baik di Indonesia dan penggunaannya tidak hanya terbatas untuk meningkatkan populasi ternak, tetapi juga sebagai alat untuk peningkatan mutu genetik ternak.
"Keberhasilan teknologi IB di Indonesia terbukti dengan tercapainya swasembada semen beku pada tahun 2012, kemudian di tahun 2013, Indonesia telah berhasil mencapai swasembada Bull (pejantan unggul). Indonesia juga memiliki teknologi sexing semen beku yang dapat menentukan jenis kelamin kelahiran ternak sesuai dengan kebutuhan peternak,"
Dirjen PKH I Ketut Diarmita.