Ini Tugas Letjen (Purn) Nugroho Sulistyo Budi yang Baru Dilantik Jadi Kepala BSSN, Salah Satunya Melawan Hacker
Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) bertanggung jawab atas keamanan siber dan kriptografi nasional untuk melindungi infrastruktur vital Indonesia.
Presiden Prabowo Subianto melantik Nugroho Sulistyo Budi menjadi kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (19/2).
Lantas, apa sih kerjanya BSSN?
Di era digital yang semakin maju, ancaman siber menjadi salah satu tantangan terbesar bagi negara-negara di seluruh dunia, termasuk Indonesia.
Dengan meningkatnya penggunaan teknologi informasi dan komunikasi, pentingnya menjaga keamanan data dan informasi semakin tak terelakkan.
Untuk itu, Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) hadir sebagai lembaga yang bertanggung jawab dalam melindungi keamanan siber dan persandian nasional.
BSSN dibentuk berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 53 Tahun 2017, sebagai hasil penggabungan Lembaga Sandi Negara dan beberapa unit di Kementerian Komunikasi dan Informatika.
Lembaga ini memiliki peran krusial dalam menjaga keamanan digital Indonesia, yang mencakup berbagai aspek mulai dari pengidentifikasian hingga penanggulangan insiden siber.
Dengan adanya BSSN, diharapkan Indonesia dapat lebih siap dalam menghadapi berbagai ancaman yang mungkin timbul di dunia maya.
Dalam menjalankan tugasnya, BSSN tidak hanya berfokus pada aspek teknis, tetapi juga melakukan koordinasi dan kolaborasi dengan berbagai pihak. Hal ini penting untuk memastikan bahwa semua unsur yang terkait dengan keamanan siber di Indonesia dapat bekerja sama secara efektif.
Dengan pendekatan yang komprehensif, BSSN berupaya untuk menciptakan lingkungan digital yang aman dan terlindungi bagi seluruh warga negara.
Tugas Utama Badan Siber dan Sandi Negara
BSSN memiliki beberapa tugas utama yang menjadi fokus dalam pelaksanaan keamanan siber dan persandian. Tugas tersebut meliputi:
- Melaksanakan keamanan siber secara efektif dan efisien: BSSN bertanggung jawab untuk mengidentifikasi, mendeteksi, melindungi, dan menanggulangi insiden siber. Selain itu, mereka juga melakukan pemulihan, pemantauan, evaluasi, dan pengendalian terhadap serangan siber yang mungkin terjadi.
- Melaksanakan persandian: Sebagai lembaga yang mengambil alih fungsi Lembaga Sandi Negara, BSSN bertugas untuk mengelola seluruh aspek persandian di Indonesia, termasuk pengembangan kebijakan dan teknik-teknik sandi yang aman.
- Koordinasi dan kolaborasi: BSSN bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika serta lembaga-lembaga terkait lainnya untuk memastikan keamanan siber nasional. Mereka juga berkolaborasi dalam upaya pencegahan dan penanggulangan kejahatan siber.
Fungsi BSSN dalam Keamanan Siber
Fungsi BSSN dalam menjaga keamanan siber dan persandian di Indonesia sangat beragam dan mencakup berbagai aspek. Beberapa di antaranya adalah:
- Penyusunan kebijakan teknis: BSSN bertanggung jawab untuk menyusun kebijakan teknis di bidang identifikasi, deteksi, proteksi, penanggulangan, pemulihan, dan evaluasi keamanan siber.
- Pelaksanaan kebijakan teknis: Selain menyusun, BSSN juga melaksanakan kebijakan yang telah ditetapkan, termasuk dalam pengendalian proteksi e-commerce dan manajemen krisis siber.
- Pusat koordinasi keamanan siber: BSSN berfungsi sebagai pusat koordinasi untuk semua kegiatan yang berkaitan dengan keamanan siber, termasuk pengelolaan insiden dan serangan siber.
Dengan semua tugas dan fungsi tersebut, BSSN berperan penting dalam melindungi infrastruktur vital negara dan warga negara dari ancaman siber. Mereka berupaya untuk bekerja secara preventif dan responsif, sehingga Indonesia dapat menjaga keamanan digitalnya dengan baik.