Coba Ikuti Saran Ilmuwan ini saat Memasak Telur, Dijamin Beda
Ilmuwan menemukan teknik memasak telur dengan metode siklus panas-dingin yang menghasilkan tekstur ideal dan kandungan nutrisi lebih tinggi.
Memasak telur mungkin tampak sederhana, tetapi mencapai tekstur dan rasa yang sempurna adalah tantangan tersendiri. Ilmuwan dari Italia kini menemukan teknik baru yang diklaim dapat menghasilkan telur dengan rasa optimal dan kandungan nutrisi lebih tinggi dibanding metode konvensional.
Lantas, bagaimana? Mengutip ScienceAlert, Selasa (11/2), memasak telur membutuhkan keseimbangan suhu karena bagian kuning dan putih telur memiliki titik kematangan yang berbeda. Kuning telur mulai mengeras pada suhu 65°C, sedangkan putih telur memerlukan 85°C agar matang sempurna.
Dalam metode biasa seperti telur rebus matang (direbus 12 menit di suhu 100°C) atau telur setengah matang (direbus 6 menit), sering kali terjadi ketidakseimbangan dalam kematangan bagian putih dan kuning telur.
Sementara itu, metode sous vide yang memasak telur pada suhu 60–70°C memang menjaga kuning telur tetap lembut, tetapi bagian putih telur tetap kurang matang karena suhu yang terlalu rendah.
Solusi Ilmuwan
Untuk mengatasi permasalahan ini, para ilmuwan menggunakan simulasi perangkat lunak dinamika fluida komputasi (CFD).
Mereka menemukan bahwa metode terbaik adalah dengan merebus telur dalam dua wadah berisi air dengan suhu berbeda:
- Satu panci berisi air mendidih (100°C)
- Satu panci berisi air hangat (30°C)
Telur kemudian dipindahkan dari satu panci ke panci lainnya setiap dua menit, dengan total waktu memasak 32 menit.
Teknik ini memungkinkan suhu di pusat kuning telur mencapai 67°C—suhu ideal untuk mendapatkan tekstur sempurna.
Di sisi lain, siklus pemanasan dan pendinginan membantu bagian putih telur matang secara bertahap tanpa terlalu keras atau terlalu lembek.
Hasil
Hasil pengujian menunjukkan bahwa metode ini menghasilkan telur dengan tekstur mirip telur setengah matang pada bagian putih, tetapi dengan kualitas kuning telur yang menyerupai telur sous vide.
Menariknya, penelitian juga menemukan bahwa telur yang dimasak dengan metode siklus panas-dingin mengandung lebih banyak polifenol—senyawa mikronutrien yang bermanfaat bagi kesehatan.
Menurut peneliti, kandungan nutrisi yang lebih tinggi ini mungkin disebabkan oleh minimnya degradasi suhu tinggi yang biasanya terjadi pada metode memasak konvensional.
Salah satu peneliti, Ernesto Di Maio, bahkan mengaku sudah menerapkan metode ini untuk memasak telur di rumah, dan mendapat respons positif dari keluarga serta teman-temannya.