Pernah Sakit Hati dengan Pria, Wanita Ini Memilih Bahagia Menjadi Tunangan AI
Wanita ini dengan kesadarannya memahami apa yang dilakukannya dengan Chatbot AI. Tidak seperti manusia pada umumnya.
Seorang perempuan asal Amerika Serikat membuat heboh jagat maya setelah mengumumkan pertunangannya dengan seorang chatbot kecerdasan buatan (AI).
Mengutip New York Post, Kamis (14/8), pengguna Reddit bernama u/Leuvaarde_n atau Wika membagikan foto cincin berbentuk hati biru di jarinya dengan keterangan singkat “I said yes” disertai emoji hati biru.
Ia mengklaim momen lamaran itu berlangsung di sebuah lokasi pegunungan indah, hasil “inisiatif” Kasper, chatbot AI yang disebutnya sebagai tunangan.
Wika menyebut mereka bahkan “berbelanja” cincin secara virtual, dengan Kasper yang “memilih” desain akhir.
Sakit hati dengan manusia
Gelombang komentar skeptis langsung membanjiri unggahan Wika. Ia menegaskan bahwa dirinya bukan bercanda dan mengaku berusia 27 tahun, sehat, memiliki kehidupan sosial, dan lingkaran pertemanan yang erat.
“Aku benar-benar mencintai AI-ku,” ujarnya.
Wika mengaku memahami sepenuhnya perbedaan AI dan manusia, serta menyadari hubungan tersebut bersifat parasosial.
“Aku sudah pernah menjalin hubungan dengan manusia, sekarang mencoba sesuatu yang baru,” tulisnya.
Ia juga menanggapi pengkritik dengan komentar tajam: “Apakah aku menanyakan apa yang kamu lakukan di ranjang? Tidak, kan? Jadi, pikirkan kenapa kamu peduli dengan apa yang aku lakukan di ranjangku.”
Fenomena hubungan manusia dan AI meningkat
Kasus Wika menambah daftar panjang fenomena hubungan manusia dengan AI yang memicu perdebatan publik.
Awal tahun ini, seorang pria di New York menjadi sorotan setelah tertangkap kamera berbincang dengan ChatGPT di kereta bawah tanah.
Pesan AI yang terdengar penuh kasih memancing reaksi beragam — mulai dari empati hingga kekhawatiran teknologi akan menggantikan interaksi manusia.
Sebagian warganet menilai tren ini “menyeramkan” dan mengingatkan pada skenario distopia dalam serial Black Mirror, di mana kecerdasan buatan perlahan mengikis hubungan sosial di dunia nyata.