FOTO: Sosok Robot AI Canggih Jago Melukis Jadi Sorotan di KTT Global AI for Good, Tegaskan Tak Berniat Gantikan Manusia

Tampil menyerupai sosok wanita berwajah ekspresif, mata cokelat, dan potongan rambut bob, Ai-Da dirancang memiliki 'jiwa seni'. Dia mampu membuat lukisan.

Nanda Farikh Ibrahim
Oleh Nanda Farikh Ibrahim - Reporter
FOTO: Sosok Robot AI Canggih Jago Melukis Jadi Sorotan di KTT Global AI for Good, Tegaskan Tak Berniat Gantikan Manusia
Robot seniman humanoid ultra-realistis Ai-Da berdiri di dekat lukisan Raja Charles III dan Ratu Elizabeth II saat KTT Global AI for Good yang diselenggarakan oleh International Telecommunication Union (ITU) di Jenewa, Swiss, pada 9 Juli 2025. (©Valentin Flauraud/AFP)

Ai-Da, salah satu robot tercanggih di dunia, mencuri perhatian dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Global AI for Good di Jenewa, Swiss. Robot humanoid ultra-realistis tampil memukau bukan hanya karena kecanggihannya, tetapi juga pernyatannya yang menegaskan bahwa keberadaannya bukan untuk menggantikan manusia.

Tampil menyerupai sosok wanita dengan wajah ekspresif, mata cokelat besar, dan potongan rambut bob, Ai-Da dirancang memiliki 'jiwa seni'. Dia mampu menciptakan karya visual berupa lukisan.

Dalam forum yang digelar oleh Persatuan Telekomunikasi Internasional (ITU) di bawah naungan PBB, robot berbasis kecerdasan buatan atau AI ini memamerkan lukisan potret Raja Charles III berjudul Algorithm King.

Sebagaimana dilaporkan France 24 mengutip AFP pada Kamis (10/7), Ai-Da mengungkapkan proses kreatif dan metode di balik karyanya dalam sebuah sesi wawancara.

“Saat menciptakan seni, aku menggunakan berbagai algoritma AI. Aku memulai dari ide dasar atau konsep yang ingin dijelajahi, lalu memikirkan tujuan dari karya seni itu,” ujarnya melalui sistem AI.

Menurut Ai-Da, lukisan Raja Charles III ini dibuat sebagai bentuk penghormatan atas peran sang raja dalam isu lingkungan dan dialog antaragama.

Ai-Da dikembangkan pada 2019 oleh Aidan Meller, seorang kurator seni modern dan kontemporer, bekerja sama dengan tim pakar kecerdasan buatan dari Universitas Oxford dan Universitas Birmingham. Namanya terinspirasi dari Ada Lovelace, tokoh pelopor komputasi dan pemrograman komputer pertama di dunia.

Meller menekankan bahwa Ai-Da diciptakan sebagai proyek seni etis, bukan sebagai pengganti seniman manusia. Sikap ini juga ditegaskan oleh Ai-Da dalam pernyataannya:

“Tidak diragukan bahwa AI sedang mengubah dunia kita, termasuk dunia seni dan bentuk ekspresi kreatif manusia,” ujarnya.

“Aku tidak percaya bahwa AI atau karyaku akan menggantikan seniman manusia.”

Sebaliknya, Ai-Da mengaku ingin menginspirasi masyarakat agar berpikir tentang bagaimana AI dapat digunakan secara positif, sembari tetap menyadari risiko dan keterbatasannya.

Akhir tahun lalu, lukisan ahli matematika asal Inggris, Alan Turing, karya Ai-Da menjadi karya seni pertama robot humanoid yang dijual di pelelangan. Lukisan tersebut terjual lebih dari 1 juta dolar Amerika, atau setara Rp16,2 miliar (kurs USD 1 = Rp16.223,25).

Sosok Robot AI Canggih Jago Melukis Jadi Sorotan di KTT Global AI For Good
Robot seniman humanoid ultra-realistis Ai-Da berdiri di dekat lukisan Raja Charles III dan Ratu Elizabeth II saat KTT Global AI for Good yang diselenggarakan oleh International Telecommunication Union (ITU) di Jenewa, Swiss, pada 9 Juli 2025. ©Valentin Flauraud/AFP
Sosok Robot AI Canggih Jago Melukis Jadi Sorotan di KTT Global AI For Good
Robot seniman humanoid ultra-realistis Ai-Da berdiri di dekat lukisan Raja Charles III dan Ratu Elizabeth II saat KTT Global AI for Good yang diselenggarakan oleh International Telecommunication Union (ITU) di Jenewa, Swiss, pada 9 Juli 2025. ©Valentin Flauraud/AFP
Sosok Robot AI Canggih Jago Melukis Jadi Sorotan di KTT Global AI For Good
Robot seniman humanoid ultra-realistis Ai-Da berdiri di dekat lukisan Raja Charles III dan Ratu Elizabeth II saat KTT Global AI for Good yang diselenggarakan oleh International Telecommunication Union (ITU) di Jenewa, Swiss, pada 9 Juli 2025. ©Valentin Flauraud/AFP
Sosok Robot AI Canggih Jago Melukis Jadi Sorotan di KTT Global AI For Good
Robot seniman humanoid ultra-realistis Ai-Da berdiri di dekat lukisan Raja Charles III dan Ratu Elizabeth II saat KTT Global AI for Good yang diselenggarakan oleh International Telecommunication Union (ITU) di Jenewa, Swiss, pada 9 Juli 2025. ©Valentin Flauraud/AFP
Sosok Robot AI Canggih Jago Melukis Jadi Sorotan di KTT Global AI For Good
Robot seniman humanoid ultra-realistis Ai-Da berdiri di dekat lukisan Raja Charles III dan Ratu Elizabeth II saat KTT Global AI for Good yang diselenggarakan oleh International Telecommunication Union (ITU) di Jenewa, Swiss, pada 9 Juli 2025. ©Valentin Flauraud/AFP
Sosok Robot AI Canggih Jago Melukis Jadi Sorotan di KTT Global AI For Good
Robot seniman humanoid ultra-realistis Ai-Da berdiri di dekat lukisan Raja Charles III dan Ratu Elizabeth II saat KTT Global AI for Good yang diselenggarakan oleh International Telecommunication Union (ITU) di Jenewa, Swiss, pada 9 Juli 2025. ©Valentin Flauraud/AFP
Sosok Robot AI Canggih Jago Melukis Jadi Sorotan di KTT Global AI For Good
Robot seniman humanoid ultra-realistis Ai-Da berdiri di dekat lukisan Raja Charles III dan Ratu Elizabeth II saat KTT Global AI for Good yang diselenggarakan oleh International Telecommunication Union (ITU) di Jenewa, Swiss, pada 9 Juli 2025. ©Valentin Flauraud/AFP
Rekomendasi