Fakta Unik Kidu-Kidu, Makanan Berbahan Dasar Ulat Pohon Sagu Khas Tanah Karo
Kidu-Kidu, olahan masakan berbahan dasar ulat pohon sagu yang sudah membusuk khas masyarakat Tanah Karo, Sumatra Utara.
Fakta Unik Kidu-Kidu, Makanan Berbahan Dasar Ulat Sagu dari Tanah Karo
Masyarakat Karo, Sumatra Utara memiliki menu makanan yang tergolong ekstrem, yaitu Kidu-Kidu. Makanan ini berbahan dasar ulat pohon sagu dari batang pohon aren atau pohon enau yang sudah membusuk. Ulatnya berwarna putih dengan ukuran tubuhnya yang cukup gemuk, terlihat sangat menjijikkan.
Meski tegolong makanan ekstrem, rupanya ulat sagu memiliki berbagai macam khasiat bagi tubuh. Di antaranya bisa menambah stamina, mengandung karbohidrat dan asam amino yang tinggi.
Tidak hanya masyarakat Indonesia bagian timur, masyarakat Karo dari Sumatra Utara juga mengonsumsi ulat sagu secara langsung, baik mentah atau diolah terlebih dahulu.
Mengolah Kidu-Kidu
Olahan Kidu-Kidu khas Tanah Karo ini dimasak dengan kuah bernama arsik. Sebelum mengolah, ulat sagu harus dibersihkan terlebih dahulu, kemudian digoreng hingga renyah.
Untuk kuah arsik, terbuat dari berbagai macam aneka bumbu, seperti kemiri, bawang merah, bawang putih, andaliman, dan kincung (kecombrang).
Setelah dimasak dengan kuah arsik, muncul cita rasa Kidu-Kidu yang khas. Hal ini dari perpaduan bumbu rempah-rempah yang meresap pada ulat sagu. Berbicara tekstur, Kidu-Kidu tergolong lembut dan terasa gurih.
Menunya Para Raja-Raja
Kidu-Kidu telah menjadi makanan favorit masyarakat Karo. Dulunya, Kidu-Kidu merupakan makanan yang digemari oleh raja-raja Karo. Tak heran makanan ini menjadi menu wajib ketika bersantap.
Hingga saat ini, Kidu-Kidu masih menjadi makanan khas beberapa daerah di tanah Karo. Tak jarang Kidu-Kidu selalu hadir di setiap kegiatan adat khusus untuk para raja dan tamu adat.