Bukan Galak, Ternyata Ini Alasan Orang Batak Sering Berbicara Keras
Terkenal dengan karakter yang galak, rupanya ada alasan orang Batak sering berbicara keras saat berkomunikasi
Stigma galak yang melekat pada orang Batak karena sering berbicara keras dan berteriak, rupanya ada sebabnya.
Bukan Galak, Ternyata Ini Alasan Orang Batak Sering Berbicara Keras
Stigma Orang Batak itu Galak
Mendengar kata Batak, stigma yang muncul adalah keras, kasar. dan galak. Stigma itu muncul karena karakter yang paling menonjol dari orang Batak yaitu cara berbicaranya yang keras dan lantang.
Foto: Byrle on Pexels
Padahal stigma itu belum tentu benar. Tidak semua orang yang berbicara keras identik dengan sifat galak. Begitu juga dengan orang Batak. Jika kalian punya kenalan orang Batak, mereka tidak melulu galak kan?
Di Balik Suara Lantang
Di balik cara berbicaranya yang keras dan lantang, orang Batak memiliki sifat yang baik hati dalam berteman.
Banyak orang Batak yang suka menolong, dan memiliki rasa solidaritas yang tinggi.
Ini tampak dari tradisi-tradisi Batak yang erat dengan kebersamaan dan gotong royong.
Alasan Suara Keras
Menurut penelitian, cara berbicara orang Batak yang keras itu tak lepas dari kondisi geografis dan lingkungan.
Rumah satu warga dengan warga lainnya cukup jauh, sehingga mereka harus berteriak saat bicara. Inilah yang membuat orang Batak terbiasa bersuara lantang.
Nada yang tinggi dan suara lantang ini begitu melekat, hingga akhirnya membentuk stigma bahwa orang Batak itu galak.
Berani Menyampaikan Pendapat
Sisi lain orang Batak yang keras, mereka juga dikenal dengan berani menyampaikan aspirasi atau pendapatnya.
Hanya saja penyampainnya ini terpengaruh kebiasaan berbicara lantang. Sehingga orang bisa salah paham. Padahal maksudnya baik.
Agresif dan Terus Terang
Seorang psikolog asal Medan yang meneliti tingkat kemarahan orang Batak, Minangkabau, dan Jawa mengatakan, tingkat kemarahan dari 3 suku tersebut sebenarnya sama, hanya saja cara mengekspresikannya yang berbeda-beda.
Orang Batak, keagresifan dan terus terang itu berasal dari budaya dan lingkungannya sejak kecil. Mereka sudah terbiasa melihat dan terlibat konflik baik itu di keluarga dan bahkan di masyarakat. Mereka juga diajarkan untuk mengemukakan pendapat dan diselesaikan secara terbuka dengan keluarga besar.