Kepala Badan Bahasa Apresiasi Komunitas Lab Gates dalam Pelestarian Sastra Lokal
Komunitas Lab Gates Universitas Setia Budhi Rangkasbitung mendapat apresiasi dari Kepala Badan Bahasa Kemendikdasmen atas upaya Pelestarian Sastra Lokal hingga pentas internasional, menunjukkan semangat tinggi generasi muda.
Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Hafidz Muksin, menyampaikan apresiasi tinggi kepada Komunitas Laboratorium Gates (Lab Gates) Universitas Setia Budhi Rangkasbitung. Apresiasi ini diberikan atas dedikasi komunitas tersebut dalam melestarikan sastra lokal. Upaya pelestarian ini bahkan berhasil membawa karya sastra lokal hingga pentas di panggung internasional.
Kunjungan Hafidz Muksin ke Lab Gates pada Minggu ini menyoroti semangat generasi muda dalam menjaga khazanah budaya bangsa. Ia menekankan pentingnya peran mereka dalam melestarikan tradisi lisan yang berharga. Tanpa upaya ini, kekayaan budaya yang dimiliki berisiko untuk hilang ditelan waktu.
Hafidz Muksin mendorong agar tradisi lisan dikemas menjadi naskah tertulis sebagai bahan pembelajaran. Selain itu, pementasan karya-karya tersebut dapat menjadi kebanggaan budaya Indonesia. Kolaborasi antara mahasiswa dan akademisi di Lab Gates dinilai sangat positif dalam mencapai tujuan ini.
Semangat Generasi Muda dalam Pelestarian Sastra Lokal
Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikdasmen, Hafidz Muksin, mengungkapkan kebanggaannya melihat antusiasme anak-anak muda di Lebak. Mereka menunjukkan jiwa yang kuat untuk belajar dan terinspirasi oleh sastra lokal. Semangat ini memungkinkan sastra lokal untuk dipentaskan di kancah global.
Menurut Hafidz Muksin, keterlibatan aktif generasi muda dalam komunitas seperti Lab Gates sangat krusial. Hal ini menunjukkan komitmen tinggi untuk melestarikan kekayaan budaya dan adat istiadat yang dimiliki Indonesia. Pelestarian ini menjadi benteng agar tradisi lisan tidak punah.
Ia menekankan bahwa jika bukan generasi sekarang yang menjaga, tradisi lisan berpotensi menghilang. Oleh karena itu, penting untuk mengemasnya dalam bentuk naskah. Naskah ini tidak hanya menjadi bahan pembelajaran tetapi juga dapat dipentaskan sebagai wujud kebanggaan budaya.
Komunitas Lab Gates, yang merupakan kolaborasi antara mahasiswa dan akademisi, menjadi contoh nyata. Mereka berhasil menyatukan energi dan pengetahuan untuk tujuan mulia ini. Sinergi ini memperkuat upaya Pelestarian Sastra Lokal di tingkat lokal maupun nasional.
Dramatikal "Pangeran Astapati" Menarik Perhatian Internasional
Salah satu karya unggulan Komunitas Lab Gates yang berhasil menarik perhatian adalah dramatikal "Pangeran Astapati". Karya ini telah sukses dipentaskan di Kuala Lumpur, Malaysia, pada tahun 2023. Pementasan ini melibatkan 15 pemain dari komunitas tersebut.
"Pangeran Astapati" mengangkat nilai-nilai universal seperti perjuangan, kerukunan, kebersamaan, kedamaian, dan persaudaraan di tengah masyarakat. Pesan-pesan yang terkandung dalam dramatikal ini sangat relevan. Hal ini dapat memperkuat jiwa patriotisme dan menangkal politik pemecah belah.
Hafidz Muksin menilai bahwa pementasan semacam ini sangat positif bagi dinamika masyarakat Indonesia. Indonesia yang memiliki keberagaman budaya dan suku bangsa membutuhkan semangat persatuan dan kesatuan. Karya seni dapat menjadi medium efektif untuk menyampaikan pesan tersebut.
Direktur Lab Gates, Berita Mambarasi Nehe, menjelaskan bahwa komunitasnya telah beberapa kali tampil di kancah internasional melalui pementasan karya sastra lokal. Selain di Malaysia, Lab Gates juga pernah tampil di Vietnam pada tahun 2016 dengan tema naskah yang berbeda-beda.
Komitmen Pembinaan dan Pengembangan Sastra Lokal
Pementasan "Pangeran Astapati" di Kuala Lumpur disambut antusias oleh masyarakat Malaysia. Hal ini membuktikan bahwa sastra lokal Indonesia memiliki daya tarik dan dapat diterima dengan baik di panggung internasional. Keberhasilan ini menjadi motivasi bagi komunitas dan pegiat sastra lainnya.
Kepala Kantor Bahasa Provinsi Banten, Devyanti Asmalasari, menegaskan komitmen pihaknya dalam mendukung upaya pelestarian ini. Kantor Bahasa terus melakukan pembinaan kepada berbagai komunitas sastra, literasi, dan pelestarian bahasa daerah di wilayah Banten. Bantuan diberikan untuk mendukung kegiatan mereka.
Pembinaan ini mencakup berbagai bentuk dukungan, mulai dari fasilitasi acara hingga bantuan teknis. Tujuannya adalah untuk memastikan keberlanjutan dan perkembangan sastra lokal. Dengan demikian, kekayaan budaya daerah dapat terus hidup dan dikenal luas.
Upaya kolaboratif antara pemerintah, akademisi, dan komunitas menjadi kunci utama. Sinergi ini memastikan bahwa Pelestarian Sastra Lokal bukan hanya tanggung jawab satu pihak, melainkan menjadi gerakan bersama untuk menjaga identitas bangsa.
Sumber: AntaraNews