Badan Bahasa Dorong Pelaksanaan UKBI untuk Tingkatkan Kemahiran Berbahasa Siswa Sultra

Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikbudristek RI aktif mendorong pelaksanaan UKBI (Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia) di Sulawesi Tenggara, berupaya meningkatkan kemahiran berbahasa siswa dan mutu pendidikan nasional.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Badan Bahasa Dorong Pelaksanaan UKBI untuk Tingkatkan Kemahiran Berbahasa Siswa Sultra
Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikbudristek RI aktif mendorong pelaksanaan UKBI (Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia) di Sulawesi Tenggara, berupaya meningkatkan kemahiran berbahasa siswa dan mutu pendidikan nasional. (AntaraNews)

Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) RI secara proaktif mendorong peningkatan kemahiran berbahasa siswa di Sulawesi Tenggara (Sultra). Upaya ini diwujudkan melalui pelaksanaan Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) yang diharapkan menjadi fondasi penting bagi literasi generasi muda. Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk mencerdaskan kehidupan bangsa melalui penguatan bahasa Indonesia.

Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikbudristek RI, Hafidz Muksin, menyatakan bahwa implementasi UKBI diharapkan memicu gerakan pengutamaan bahasa Indonesia di seluruh sekolah. Gerakan ini krusial karena literasi menjadi dasar bagi individu untuk membaca, menulis, dan memahami konteks secara mendalam. Pernyataan ini disampaikan Hafidz Muksin usai memimpin Upacara Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di SMA Negeri 7 Kendari.

Hardiknas 2026 menjadi momentum penting untuk memotivasi peningkatan mutu pendidikan di Indonesia. Kehadiran Badan Bahasa di sekolah tersebut menegaskan peran nyata pemerintah dalam mendukung siswa dan guru. Kolaborasi antara pemerintah, sekolah, masyarakat, dan media sebagai catur pusat pendidikan dianggap vital untuk mewujudkan pendidikan yang berkualitas bagi semua.

Pentingnya UKBI dalam Mencerdaskan Bangsa

Pelaksanaan UKBI memiliki peran strategis dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa, khususnya di kalangan generasi muda. Hafidz Muksin menekankan bahwa semangat ini harus diawali oleh para pelajar, terutama pengurus OSIS dan siswa SMA, yang diharapkan menjadi teladan bagi adik-adik kelas mereka. Dengan demikian, semangat Hardiknas dapat terus berkobar dan menginspirasi seluruh komunitas pendidikan.

UKBI dirancang untuk mengukur kemampuan seseorang dalam berbahasa Indonesia secara lisan maupun tulis, mencakup aspek mendengarkan, membaca, menulis, dan berbicara. Melalui uji ini, siswa dapat mengetahui tingkat kemahiran berbahasa mereka dan area mana yang perlu ditingkatkan. Ini sejalan dengan visi Generasi Emas 2045 yang membutuhkan individu unggul, cerdas, dan berkarakter kuat.

Penguasaan bahasa Indonesia yang baik akan membekali generasi muda dengan kemampuan komunikasi efektif, berpikir kritis, dan memahami informasi secara komprehensif. Kemampuan ini sangat diperlukan dalam menghadapi tantangan global dan membangun identitas nasional. Oleh karena itu, program UKBI menjadi instrumen penting dalam mencapai tujuan tersebut.

Dukungan Sekolah dan Kolaborasi Pendidikan

Kepala SMAN 7 Kendari, La Ode Muhammad Sauf, menyambut baik inisiatif Badan Bahasa dan menyatakan kesiapannya untuk menerapkan program UKBI sejak dini. Pihak sekolah akan segera merancang implementasi UKBI dan bekerja sama dengan Kantor Bahasa Provinsi Sulawesi Tenggara. Kesiapan ini menunjukkan komitmen sekolah dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan bahasa di daerahnya.

Kolaborasi antara institusi pendidikan dan lembaga pemerintah seperti Badan Bahasa sangat vital untuk keberhasilan program semacam ini. Sinergi ini memastikan bahwa standar kemahiran berbahasa dapat diterapkan secara merata dan efektif di seluruh jenjang pendidikan. Selain itu, dukungan dari berbagai pihak akan mempercepat terwujudnya tujuan pendidikan nasional.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Badan Bahasa juga menyerahkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) dan buku bacaan kepada SMAN 7 Kendari. Pemberian ini diharapkan dapat semakin memperkaya sumber belajar siswa dan guru. Ketersediaan referensi kebahasaan yang memadai merupakan salah satu faktor penunjang utama dalam meningkatkan literasi dan kemahiran berbahasa Indonesia.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi