Dokter Sarankan Agar Orangtua Batasi Konsumsi Gula Anak saat Berpuasa
Panduan penting untuk orang tua dalam membatasi asupan gula anak selama bulan puasa demi kesehatan dan energi optimal.
Selama bulan puasa, menjaga kesehatan dan nutrisi anak adalah hal yang sangat penting, meskipun mereka belum diwajibkan berpuasa. Nutrisi yang tepat dapat membantu anak tetap bertenaga dan sehat saat menjalani puasa. Salah satu aspek yang perlu diperhatikan adalah asupan gula. Dilansir dari ANTARA, ahli gizi lulusan Universitas Hasanuddin (UNHAS) Dr. dr. Lucy Widasari, M.Si, memberikan saran mengenai batasan asupan gula yang aman bagi anak saat berpuasa.
Menurut Dr. Lucy, saat berbuka puasa, asupan gula ideal yang dianjurkan untuk anak adalah antara 10 hingga 15 gram, atau sekitar 2,5 hingga 4 sendok teh. “Bisa berasal dari kurma (1-2 butir), buah segar, atau sedikit madu dalam air hangat, termasuk dari sumber gula dari makanan utama. Hindari minuman manis berlebihan seperti sirup atau teh manis pekat,” kata Lucy ketika dihubungi ANTARA di Jakarta, Kamis.
Pentingnya Memperhatikan Asupan Gula
Asupan gula yang berlebihan dapat membawa dampak negatif bagi kesehatan anak. Dr. Lucy menjelaskan bahwa saat puasa, kadar gula darah cenderung menurun setelah beberapa jam tanpa makan. Mengonsumsi makanan atau minuman manis saat berbuka puasa dapat meningkatkan kadar glukosa dengan cepat, tetapi efeknya hanya sementara. Setelah lonjakan gula darah yang cepat, tubuh merespons dengan sekresi insulin yang berlebihan.
“Ini menyebabkan penurunan gula darah (sugar crash) yang membuat anak cepat lelah, mengantuk, dan kurang fokus setelah berbuka,” ujarnya. Oleh karena itu, sangat penting bagi orang tua untuk membatasi asupan gula agar anak tetap bertenaga dan fokus saat beraktivitas.
Asupan Gula yang Disarankan Selama Sahur dan Berbuka
Dr. Lucy juga memberikan rekomendasi asupan gula saat sahur. Ia menyarankan agar anak mengonsumsi gula sebanyak 5 hingga 10 gram, atau sekitar 1 hingga 2,5 sendok teh. “Bisa dari buah segar atau sedikit pemanis alami seperti madu, termasuk dari sumber gula dari makanan utama. Hindari makanan manis berlebihan agar tidak cepat lapar saat berpuasa,” tambahnya.
Menurut data dari American Heart Association (AHA) dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), batas maksimal asupan gula yang dianjurkan untuk anak usia 2-6 tahun adalah 25 gram atau sekitar 6 sendok teh per hari. Sementara itu, untuk anak usia 7-12 tahun, batas asupan gula maksimalnya adalah 30-40 gram atau sekitar 7-10 sendok teh per hari.
Dampak Kesehatan dari Asupan Gula Berlebih
Asupan gula yang tinggi tidak hanya memengaruhi tingkat energi anak, tetapi juga dapat berdampak pada kesehatan fisik mereka. Kelebihan gula dapat menyebabkan masalah seperti obesitas dan kerusakan gigi. Dr. Lucy mengingatkan bahwa anak yang tidak menjaga kebersihan gigi setelah berbuka dan sahur berisiko tinggi mengalami karies gigi akibat gula berlebih.
“Anak bisa lebih mudah lelah saat belajar di sekolah. Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk mengawasi asupan gula anak dan memastikan mereka menjaga kebersihan gigi dengan baik,” ungkapnya. Dengan memperhatikan asupan gula, orang tua dapat membantu anak tetap sehat dan bertenaga selama bulan puasa.
Tips untuk Menjaga Nutrisi Anak saat Puasa
Selain membatasi asupan gula, orang tua juga dapat mengikuti beberapa tips untuk memastikan anak tetap mendapatkan nutrisi yang seimbang selama puasa:
- Menu Sahur: Pilih karbohidrat kompleks seperti nasi merah atau oatmeal, serta sumber protein seperti telur dan daging tanpa lemak.
- Menu Buka Puasa: Mulailah dengan kurma atau buah segar untuk meningkatkan kadar gula darah secara bertahap.
- Cairan yang Cukup: Pastikan anak minum cukup air putih dan susu untuk mencegah dehidrasi.
- Variasi Makanan: Tawarkan berbagai pilihan makanan sehat dan hindari makanan manis berlebihan.
Dengan memperhatikan semua aspek tersebut, orang tua dapat membantu anak menjalani puasa dengan lebih sehat dan bertenaga. Ingatlah bahwa setiap anak memiliki kebutuhan yang berbeda, jadi penting untuk menyesuaikan pola makan sesuai dengan preferensi dan kebutuhan mereka. Jika ada kekhawatiran tentang nutrisi anak, konsultasikan dengan dokter atau ahli gizi untuk mendapatkan saran yang tepat.