Bukan Mistis, Ini Penjelasan Ilmiah Mengigau Sambil Berjalan
Fenomena berjalan sambil mengigau sering kali dianggap sebagai hal yang berhubungan dengan mistik.
Mengigau saat tidur, yang dalam istilah medis disebut somniloquy, dan berjalan dalam keadaan tidur yang dikenal sebagai sleepwalking, keduanya termasuk dalam kategori parasomnia.
Parasomnia merujuk pada perilaku yang terjadi tanpa kesadaran saat seseorang berada dalam kondisi tidur, seperti yang dijelaskan dalam artikel di liputan6.com.
Menurut informasi dari National Sleep Foundation, mengigau sambil berjalan saat tidur terjadi karena otak belum sepenuhnya 'mati' meskipun tubuh sudah tertidur.
Hal ini dapat menyebabkan individu melakukan tindakan seperti berbicara atau bergerak tanpa disadari.
Penelitian menunjukkan bahwa fenomena mengigau ini dapat terjadi pada hampir semua kelompok usia, dengan ucapan yang sering kali tidak jelas atau hanya berupa potongan kata-kata.
Di sisi lain, sleepwalking lebih umum dialami oleh anak-anak, meskipun kondisi ini dapat terus berlanjut hingga dewasa.
Menariknya, orang yang mengalami mengigau saat berjalan biasanya tidak dapat mengingat peristiwa tersebut setelah mereka terbangun.
Seperti yang dilansir dari News Medical, ada berbagai faktor yang dapat memicu mengigau, baik itu berbicara atau berjalan dalam tidur, seperti kelelahan, gangguan kecemasan, trauma, serta masalah kesehatan mental seperti depresi atau PTSD.
Meskipun kondisi ini tidak selalu berbahaya, namun dapat meningkatkan risiko cedera dan menurunkan kualitas tidur seseorang.
Oleh karena itu, sangat penting untuk memahami penyebab dari perilaku ini dan menciptakan lingkungan tidur yang aman untuk mengurangi risiko yang mungkin terjadi.
Faktor genetik
Somniloquy dan sleepwalking dipengaruhi oleh berbagai faktor yang kompleks. Berdasarkan penelitian, salah satu penyebab paling signifikan adalah faktor genetik.
Anak-anak yang sering mengigau atau berjalan saat tidur biasanya memiliki orang tua yang juga mengalami kebiasaan serupa.
Selain faktor keturunan, terdapat beberapa faktor lain yang dapat menyebabkan otak tetap aktif saat tidur, seperti:
- Gangguan kecemasan atau trauma
- Kelelahan berlebihan
- Konsumsi obat atau alkohol
- Kondisi ini jarang menimbulkan bahaya secara langsung, tetapi bisa menjadi indikasi bahwa tubuh memerlukan lebih banyak istirahat atau perhatian terhadap kesehatan mental.
Ubah kebiasaan tidur
Mengigau saat berjalan mungkin sulit untuk dihilangkan sepenuhnya, tetapi gejalanya dapat dikelola dengan baik.
Para pakar menyarankan penerapan sleep hygiene atau kebiasaan tidur yang sehat, yang meliputi:
- Menetapkan waktu tidur dan bangun yang konsisten setiap hari
- Memastikan kamar tidur tetap tenang, nyaman, dan gelap
- Menghindari konsumsi kafein atau alkohol sebelum tidur
- Stres juga perlu dikelola dengan baik.
Anda dapat mencoba teknik relaksasi, meditasi, atau melakukan olahraga ringan untuk membantu otak dan tubuh lebih tenang saat tidur.
Jika gejala mengigau terus berulang atau mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, disarankan untuk segera berkonsultasi dengan dokter atau spesialis tidur.
Hal ini penting untuk mengetahui penyebabnya dan mendapatkan solusi yang tepat.