Benarkah Anak Laki-laki dan Perempuan Memiliki Cara Belajar dan Harus Dididik Secara Berbeda?
Penelitian mengungkap bahwa anak laki-laki memiliki cara belajar yang berbeda dibanding anak perempuan.
Benarkah Anak Laki-laki dan Perempuan Memiliki Cara Belajar dan Harus Dididik Secara Berbeda?
Dalam mendidik dan membesarkan anak, banyak orang tua membedakan bahwa ini adalah hal yang dilakukan oleh laki-laki dan ini adalah hal yang dilakukan perempuan. Pembagian jenis kelamin berdasar kondisi sosial ini merupakan suatu hal yang masih banyak dilakukan.
Namun dalam mendidik anak mengenai ilmu pengetahuan atau saat mempelajari sesuatu, haruskah masih ada perbedaan yang dilakukan antara anak laki-laki dan perempuan ini?
Apakah perlu ada cara belajar berbeda antara anak laki-laki dan perempuan?
Dilansir dari WebMD, Michael Gurian, pakar pendidikan mengatakan bahwa perbedaan sebenarnya bukan didasari oleh jenis kelamin anak. Alih-alih, orangtua harusnya menyadari hal yang dikatakan oleh anak terkait cara belajar yang dilakukan.
"Yang sesungguhnya mereka (anak) katakan adalah seperti ini, jika kamu ingin aku belajar dengan baik, pelajari bagaimana otak dan tubuhku bekerja pada saat belajar,"
Michael Gurian, pakar pendidikan dilansir dari WebMD
Penelitian mengungkap bahwa anak laki-laki memiliki cara belajar yang berbeda dibanding anak perempuan. Hal ini terungkap melalui pemindaian otak yang dilakukan.
Perempuan Belajar dari Kata-kata
Secara umum, banyak bagian dari otak perempuan termasuk serebral korteks (yang berpengaruh pada ingatan, perhatian, pikiran dan bahasa) didedikasikan untuk fungsi verbal.
"Hal ini menimbulkan dampak pada kosakata serta kemampuan menulis,"
Michael Gurian, pakar pendidikan dilansir dari WebMD
Anak Laki-laki Belajar dari Gerakan dan Gambar
Pada otak anak laki-laki, sebagian besar serebral korteks ditujukan untuk fungsi spasial dan mekanikal. Hal ini membuat anak laki-laki lebih mudah belajar dari gerakan dan gambar dibanding hanya kata-kata.
Michael Gurian, pakar pendidikan dilansir dari WebMD mengatakan:
"Jika guru meminta anak laki-laki menggambar atau membuat storyboard dibanding duduk dan menulis, mereka akan bisa lebih baik dalam mempergunakan warna dan detail terkait apa yang mereka tuliskan. Mereka bisa mengakses lebih banyak informasi,"
Anak Laki-laki Lebih Banyak Bergerak
Anak laki-laki memiliki lebih sedikit serotonin dan oxytocin, yaitu hormon yang membantu menenangkan. Hal ini menyebabkan anak laki-laki lebih banyak bergerak dan bertindak secara impulsif.
"Guru kerap berpikir bahwa anak laki-laki yang tidak bisa duduk diam dan terus bergerak di kursi serta membuat keributan merupakan anak nakal. Namun nyatanya tidak seperti itu, anak laki-laki memang sulit diam,"
Leonard Sax, MD, penulis buku kesehatan anak dilansir dari WebMD