Korem 032/Wirabraja: Bantuan TNI Pascabencana Sumbar Berlanjut Demi Pemulihan Warga
Korem 032/Wirabraja tegaskan bantuan TNI Pascabencana Sumbar terus disalurkan pasca berakhirnya masa tanggap darurat, fokus pada pembangunan infrastruktur dan hunian.
Komando Resor Militer (Korem) 032/Wirabraja menegaskan komitmennya untuk terus menyalurkan bantuan pascabencana di Sumatera Barat. Personel TNI masih aktif di daerah-daerah terdampak banjir bandang dan tanah longsor. Upaya ini dilakukan untuk membantu masyarakat serta pemerintah dalam proses pemulihan setelah masa tanggap darurat tingkat provinsi berakhir.
Brigadir Jenderal (Brigjen) TNI Machfud, Komandan Korem 032/Wirabraja, menyatakan, "Korem 032/Wirabraja di bawah Kodam XX Tuanku Imam Bonjol hingga saat ini masih berada di wilayah-wilayah yang terdampak banjir bandang dan tanah longsor." Pernyataan ini disampaikan di Kota Padang pada Minggu, 28 Desember 2025. Pasukan TNI tetap disiagakan di berbagai wilayah terdampak bencana hidrometeorologi.
Wilayah-wilayah tersebut meliputi Kabupaten Agam, Kabupaten Pasaman Barat, Kabupaten Pesisir Selatan, dan Kabupaten Padang Pariaman. Selain itu, Kota Padang, Kabupaten Tanah Datar, Kabupaten Limapuluh Kota, dan beberapa daerah lain juga masih menjadi fokus operasi. Bantuan TNI Pascabencana Sumbar ini mencakup pembangunan infrastruktur krusial dan penyediaan kebutuhan dasar untuk mempercepat pemulihan.
Dukungan Berkelanjutan TNI di Wilayah Terdampak Bencana
Setelah berakhirnya masa tanggap darurat, Korem 032/Wirabraja, di bawah naungan Komando Daerah Militer (Kodam) XX/Tuanku Imam Bonjol, tetap mengerahkan personelnya. Mereka tersebar di 16 kabupaten dan kota di Sumatera Barat yang sebelumnya dilanda bencana hidrometeorologi. Keberadaan TNI ini menunjukkan komitmen jangka panjang dalam membantu masyarakat.
Fokus utama penugasan TNI meliputi pembangunan kembali sarana prasarana yang rusak dan penyediaan fasilitas dasar. Beberapa daerah yang masih menjadi prioritas antara lain Kabupaten Agam, Kabupaten Pasaman Barat, dan Kabupaten Pesisir Selatan. Personel TNI bekerja tanpa lelah untuk memastikan setiap bantuan tersalurkan dengan baik.
Tidak hanya itu, Kabupaten Padang Pariaman, Kota Padang, Kabupaten Tanah Datar, dan Kabupaten Limapuluh Kota juga menerima perhatian khusus. Kehadiran TNI di lokasi bencana sangat membantu koordinasi dengan pemerintah daerah. Ini memastikan bahwa upaya pemulihan berjalan sinergis dan terarah.
Infrastruktur Penting untuk Kehidupan Warga
Salah satu tugas utama TNI di lokasi terdampak bencana adalah membangun infrastruktur vital yang rusak. Pembangunan jembatan bailey dan jembatan aramco menjadi prioritas untuk memulihkan akses transportasi. Danrem Machfud menambahkan, "Empat unit jembatan bailey ini sudah rampung 100 persen sehingga kini sangat membantu mobilitas masyarakat." Jembatan-jembatan ini tersebar di Kabupaten Pasaman Barat, Kabupaten Padang Pariaman, dan Kabupaten Solok.
Selain itu, TNI juga fokus pada penyediaan air bersih yang krusial bagi penyintas banjir bandang dan tanah longsor. Sebanyak 13 titik sumur bor telah berhasil dibangun di berbagai lokasi terdampak. Sumur bor tersebut tersebar di Kabupaten Agam, Kabupaten Tanah Datar, Kabupaten Padang Pariaman, dan Kabupaten Solok.
Danrem Machfud menjelaskan lebih lanjut, "Total ada 13 titik sumur bor yang dibuat dimana 11 dari TNI AD, dan dua sumur bor merupakan pembangunan mandiri dari Korem 032 Wirabraja bersama Kodam XX Tuanku Imam Bonjol." Ketersediaan air bersih ini sangat meringankan beban warga dan menjadi bagian penting dari Bantuan TNI Pascabencana Sumbar.
Solusi Hunian Darurat bagi Korban Bencana
Korem 032/Wirabraja juga berperan aktif dalam menyediakan hunian sementara (huntara) bagi korban yang kehilangan tempat tinggal. Sejak bencana banjir bandang dan tanah longsor melanda 16 kabupaten dan kota di Ranah Minang, pembangunan huntara menjadi salah satu fokus utama. Ini memberikan tempat berlindung yang layak bagi keluarga terdampak.
Di Kabupaten Agam, TNI mendirikan huntara tepatnya di daerah Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, yang mampu menampung 117 kepala keluarga (KK). Sementara itu, di Nagari Koto Tinggi, Kecamatan Gunung Omeh, Kabupaten Limapuluh Kota, huntara yang dibangun menampung 60 KK. Upaya ini menunjukkan respons cepat TNI terhadap kebutuhan dasar warga.
Tidak hanya itu, 20 KK juga mendapatkan hunian sementara di Kabupaten Tanah Datar. Pembangunan huntara ini merupakan bagian integral dari Bantuan TNI Pascabencana Sumbar. Dengan adanya huntara, diharapkan para penyintas dapat memulai kembali kehidupan mereka dengan lebih tenang dan aman.
Sumber: AntaraNews