Komando Resor Militer (Korem) 032/Wirabraja berhasil menyambungkan kembali konektivitas jalan di Kecamatan Malalak, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Upaya ini dilakukan pascabencana banjir bandang yang melanda wilayah tersebut pada akhir November 2025 lalu.
Penyambungan akses vital ini terwujud melalui pembangunan Jembatan Armco yang kokoh dan aman. Jembatan ini diresmikan pada Jumat, 16 Januari 2026, dan diharapkan dapat memulihkan mobilitas warga serta mendukung aktivitas ekonomi lokal.
Danrem 032/Wirabraja Brigadir Jenderal (Brigjen) TNI Machfud menyatakan bahwa jembatan ini bukan hanya penghubung antarwilayah, tetapi juga langkah nyata meningkatkan kesejahteraan masyarakat Malalak. Peresmian jembatan ini menjadi tonggak penting dalam percepatan pemulihan daerah terdampak bencana.
Advertisement
Advertisement
Peran Korem 032/Wirabraja dalam Pemulihan Akses
Brigjen TNI Machfud menegaskan bahwa keberadaan Jembatan Armco sangat krusial bagi warga Kecamatan Malalak. Jembatan ini dibangun sebagai respons cepat terhadap kerusakan infrastruktur akibat terjangan banjir bandang dan tanah longsor.
Pembangunan jembatan ini merupakan hasil sinergi erat antara Tentara Nasional Indonesia (TNI), pemerintah daerah, dan masyarakat setempat. Kolaborasi ini menunjukkan komitmen bersama dalam mengembangkan infrastruktur yang bermanfaat bagi masyarakat luas.
Jembatan yang kini dapat dilalui berbagai kendaraan ini diharapkan dapat meningkatkan akses transportasi secara signifikan. Hal ini juga akan memperkuat konektivitas wilayah pedesaan di Kabupaten Agam yang sempat lumpuh.
Advertisement
Advertisement
Jembatan Armco: Solusi Konektivitas Pasca-Bencana
Jembatan Armco adalah jenis jembatan yang dibangun menggunakan gorong-gorong tipe Armco, yaitu struktur berbentuk pipa dari lembaran baja galvanis. Struktur ini dikenal kuat dan aman, cocok untuk kondisi pasca-bencana.
Sebelumnya, akses di lokasi tersebut rusak parah akibat terjangan banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi. Dengan struktur yang lebih kuat, jembatan baru ini kini memudahkan aktivitas masyarakat.
Selain mempermudah mobilitas, jembatan ini juga diharapkan dapat mendukung pertumbuhan ekonomi lokal. Kelancaran distribusi barang dan jasa akan kembali berdenyut di Kecamatan Malalak.
Advertisement
Advertisement
Komitmen TNI dalam Penanganan Bencana dan Pembangunan Infrastruktur
Brigjen TNI Machfud memastikan bahwa TNI masih akan terus berada di daerah-daerah terdampak bencana. Kehadiran mereka bertujuan untuk membantu masyarakat dan pemerintah dalam tahap proses pemulihan.
Hal ini menyusul berakhirnya masa tanggap darurat tingkat provinsi di Sumatera Barat. Tugas utama TNI di lokasi terdampak bencana mencakup pembangunan berbagai infrastruktur penting.
Beberapa tugas tersebut meliputi pembangunan jembatan bailey dan jembatan armco, pembangunan hunian sementara (huntara), hingga pembuatan sumur bor untuk kebutuhan air bersih. Kebutuhan dasar penyintas banjir bandang menjadi prioritas.
Advertisement
Sejak bencana banjir bandang dan tanah longsor melanda 16 kabupaten dan kota di Ranah Minang, Korem 032/Wirabraja telah berhasil membangun huntara. Hunian sementara ini tersebar di Kabupaten Agam, Kabupaten Limapuluh Kota, dan di Kabupaten Tanah Datar.
Sumber: AntaraNews