SMGR Raup Pendapatan Rp8,29 Triliun pada Kuartal I-2026, Volume Penjualan Naik
Pencapaian ini bahkan melampaui pertumbuhan permintaan semen kantong nasional yang hanya naik 7,0 persen.
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk atau SIG (SMGR) baru saja mengumumkan hasil kinerja keuangan konsolidasian untuk kuartal I tahun 2026. Dalam periode ini, volume penjualan SIG mengalami kenaikan sebesar 1,7 persen dibandingkan tahun lalu, mencapai angka 8,71 juta ton, meningkat dari 8,57 juta ton pada kuartal yang sama tahun 2025.
Kenaikan ini terutama didorong oleh penjualan domestik yang tumbuh 5,4 persen yoy, dengan kontribusi signifikan berasal dari segmen semen kantong yang tercatat naik 11 persen yoy. Pencapaian ini bahkan melampaui pertumbuhan permintaan semen kantong nasional yang hanya naik 7,0 persen. Di sisi lain, penjualan regional mengalami kontraksi sebesar 8 persen yoy.
BUMN ini berhasil meraih pendapatan sebesar Rp8,29 triliun, sementara beban pokok pendapatan tercatat sebesar Rp 6,62 triliun. EBITDA yang dihasilkan mencapai Rp1,06 triliun. Selain itu, Semen Indonesia juga mencatatkan laba sebelum pajak sebesar Rp156 miliar dan laba periode berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp80 miliar.
SIG menunjukkan ketahanan yang kuat di tengah tantangan industri semen domestik yang masih dihadapkan pada masalah overcapacity dan ketegangan geopolitik yang menyebabkan tekanan pada harga.
Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni, menyatakan bahwa strategi transformasi yang diterapkan SIG berhasil menciptakan tren pertumbuhan positif sejak kuartal IV 2025, yang berlanjut hingga kuartal I 2026, terlihat dari peningkatan volume penjualan, pendapatan, dan laba.
"Transformasi bisnis yang dilakukan SIG berfokus pada tiga strategi utama yaitu peningkatan pengelolaan pasar mikro, efisiensi biaya, serta optimalisasi produk turunan semen dan portofolio yang menjadi katalis pertumbuhan kinerja Perusahaan," ungkap Vita Mahreyni, Jumat (1/5).
Aspek Pengeluaran
Dari segi biaya, terjadi peningkatan beban pokok pendapatan sebesar 8,6 persen yoy yang dipicu oleh kenaikan volume penjualan serta dampak dari kenaikan harga bahan bakar dan energi. Di sisi lain, biaya operasional, yang mencakup pendapatan dan pengeluaran operasional lainnya, juga mengalami kenaikan sebesar 9 persen yoy.
Meskipun demikian, berkat pengelolaan keuangan yang efisien, biaya keuangan bersih mengalami penurunan signifikan sebesar 35,4 persen yoy.
"Kami berhasil menjaga tren kinerja positif pada kuartal I tahun 2026 berkat disiplin menjalankan transformasi bisnis. Selain kinerja penjualan yang mengalami peningkatan, pendapatan juga tercatat naik 8,3 persen disertai kenaikan laba sebesar 88,7 persen," ungkap Vita Mahreyni.
Pencapaian yang menggembirakan ini semakin menguatkan keyakinan kami bahwa langkah strategis yang diambil berada di jalur yang tepat. Kami terus melakukan evaluasi dan beradaptasi terhadap berbagai perkembangan, serta memaksimalkan setiap peluang yang ada.
Vita Mahreyni juga menambahkan bahwa SIG, melalui anak usahanya PT Solusi Bangun Indonesia Tbk, telah menyelesaikan proyek pengembangan dermaga dan fasilitas produksi untuk ekspor di Tuban, Jawa Timur, yang ditargetkan mulai beroperasi pada pertengahan tahun 2026.
"Ekspor akan menjadi segmen penting tidak hanya untuk mengatasi overcapacity industri domestik, tetapi juga untuk meningkatkan utilitas dan mendukung pertumbuhan kinerja yang stabil," jelasnya.
Rampungnya proyek pengembangan dermaga dan fasilitas produksi di Tuban menjadi tonggak penting bagi perusahaan untuk mendorong lebih banyak ekspor semen. Hal ini diharapkan dapat menghasilkan margin yang lebih besar, tidak hanya untuk pasar Amerika Serikat tetapi juga untuk negara-negara lainnya.
"Dengan langkah ini, kami optimis dapat meningkatkan daya saing produk semen di pasar global," tutup Vita Mahreyni.