Semen Indonesia Raup Laba Bersih Rp190,8 Miliar Sepanjang 2025
Perseroan akan terus memaksimalkan potensi pasar regional untuk menjaga kinerja tetap positif di tengah kondisi pasar semen dalam negeri yang masih menantang.
Perusahaan BUMN, PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) atau SIG meraup laba bersih senilai Rp190,84 miliar pada 2025. Capaian laba bersih tersebut didorong pendapatan perseroan yang senilai Rp35,24 triliun pada 2025, atau menurun tipis dibandingkan senilai Rp36,18 triliun pada periode sama tahun sebelumnya.
"Melalui sejumlah inisiatif strategis, SIG mampu mempertahankan profitabilitas yang membuktikan ketahanan perusahaan dalam menghadapi kondisi pasar semen domestik yang masih melambat," ujar Corporate Secretary SMGR, Vita Mahreyni dikutip dari Antara, Kamis (2/4).
Sementara itu, beban pokok pendapatan perseroan menurun tipis menjadi Rp28,17 triliun pada akhir 2025, dibandingkan senilai Rp28,25 triliun pada periode sama tahun sebelumnya.
"Dari sisi biaya, efisiensi secara ketat dan peningkatan operational excellence secara berkelanjutan membantu perseroan menekan beban pokok pendapatan 0,3 persen (yoy) dan beban usaha (di luar beban operasi lainnya) yang turun 1,1 persen (yoy)," ujar Vita.
Dia memastikan perseroan secara konsisten menjalankan transformasi bisnis sejak Juli 2025, yang berfokus pada tiga strategi utama, yakni peningkatan pengelolaan pasar mikro, efisiensi biaya, serta optimalisasi produk turunan semen dan portofolio.
"Strategi transformasi tersebut telah menunjukkan hasil positif di mana pada kuartal tiga dan empat tahun 2025, penjualan domestik SIG menunjukkan perbaikan yang berkontribusi terhadap total penjualan sepanjang tahun 2025,” ujarnya.
Ia melanjutkan, perseroan akan terus memaksimalkan potensi pasar regional untuk menjaga kinerja tetap positif di tengah kondisi pasar semen dalam negeri yang masih menantang.
Penjualan Regional
Sebagai informasi, perseroan mencatatkan penjualan regional sebesar 7,95 juta ton pada 2025, atau tumbuh 14,3 persen (yoy) dibandingkan sebesar 6,96 juta ton pada periode sama tahun sebelumnya.
Lebih lanjut, dia optimistis perseroan dapat terus menjaga momentum pertumbuhan melalui sejumlah inisiatif strategis dan inovasi, salah satunya melalui proyek pengembangan dermaga dan fasilitas produksi untuk ekspor semen di Tuban, Jawa Timur, yang merupakan bagian dari kerja sama strategis dengan Taiheiyo Cement Corporation.
"SIG menargetkan untuk mulai ekspor pada pertengahan tahun 2026 dari fasilitas di Tuban, Jawa Timur dengan kapasitas 500 ribu hingga 1 juta ton semen per tahun," ungkap Vita.
Kerja Sama Strategis
Selain ekspor, kerja sama strategis dengan Taiheiyo juga dilakukan untuk mengembangkan lini bisnis soil stabilization (stabilisasi tanah).
"Kolaborasi dua perusahaan bahan bangunan terkemuka di Asia ini bertujuan untuk menjawab tantangan di industri konstruksi sekaligus menciptakan pasar baru guna membuka peluang pertumbuhan," ujarnya.
Dari sisi neraca, per 31 Desember 2025, total aset perseroan tercatat senilai Rp76,56 triliun, atau menurun tipis 0,55 persen (yoy) dibandingkan senilai Rp76,99 triliun per akhir 2024.
Sementara itu, liabilitas perseroan tercatat senilai Rp27,14 triliun, sedangkan ekuitas tercatat senilai Rp47,71 triliun per 31 Desember 2025.