Polda Sumut Bangun Hunian Sementara, Ringankan Beban Korban Banjir Tapanuli Selatan

Polda Sumut bersama TNI dan masyarakat bergotong royong membangun hunian sementara bagi korban banjir dan tanah longsor di Tapanuli Selatan, percepat pemulihan warga terdampak.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Polda Sumut Bangun Hunian Sementara, Ringankan Beban Korban Banjir Tapanuli Selatan
Polda Sumut bersama TNI dan masyarakat bergotong royong membangun hunian sementara bagi korban banjir dan tanah longsor di Tapanuli Selatan, percepat pemulihan warga terdampak. (AntaraNews)

Personel Satuan Batalyon C Brimob Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Utara (Sumut) saat ini tengah gencar membangun hunian sementara. Pembangunan ini ditujukan bagi warga yang terdampak bencana banjir dan tanah longsor di Desa Tolang Julu, Kecamatan Sayur Matinggi, Kabupaten Tapanuli Selatan.

Inisiatif kemanusiaan ini merupakan wujud nyata kepedulian aparat gabungan terhadap masyarakat yang kehilangan tempat tinggal. Upaya ini diharapkan dapat meringankan beban serta mempercepat proses pemulihan kehidupan para korban bencana alam.

Kepala Bidang Humas Polda Sumatera Utara Kombes Pol Ferry Walintukan menjelaskan bahwa proyek ini melibatkan sinergi kuat. Pembangunan dilakukan bersama prajurit TNI dan partisipasi aktif dari masyarakat setempat.

Polda Sumut menargetkan pembangunan sebanyak 15 unit rumah hunian sementara untuk korban banjir di Tapanuli Selatan. Progres pembangunan menunjukkan hasil yang signifikan, dengan enam unit rumah telah mencapai sekitar 90 persen penyelesaian. Rumah-rumah ini hanya menunggu pemasangan pintu dan jendela yang sedang dalam proses pemesanan.

Selain itu, dua unit rumah lainnya telah mencapai 80 persen pengerjaan dan kini sedang dalam tahap mendempul untuk finishing. Satu unit rumah lainnya juga terus dikerjakan, dengan fokus pada proses pemasangan dinding GRC. Kecepatan pembangunan ini menunjukkan komitmen kuat dari pihak kepolisian dan mitra kerja.

Kombes Pol Ferry Walintukan menegaskan bahwa percepatan pembangunan ini sangat penting. Tujuannya adalah agar warga terdampak dapat segera memiliki tempat tinggal yang layak dan memulai kembali kehidupan mereka. Setiap tahapan pembangunan diawasi ketat untuk memastikan kualitas dan ketepatan waktu.

Sinergi antara Polri, TNI, dan masyarakat menjadi fondasi utama dalam mempercepat proses pembangunan hunian sementara ini. Kolaborasi ini memastikan seluruh kegiatan berjalan aman, tertib, dan lancar di tengah kondisi pasca-bencana. Kehadiran personel di lokasi bencana adalah cerminan nyata kehadiran negara.

Kombes Pol Ferry Walintukan menekankan bahwa upaya ini akan terus berlanjut. Tujuannya sampai kondisi masyarakat di Tapanuli Selatan benar-benar pulih dan stabil dari dampak banjir. Komitmen ini menunjukkan tanggung jawab pemerintah dalam melindungi dan melayani rakyatnya.

Kerja sama yang solid ini tidak hanya mempercepat pembangunan fisik. Lebih dari itu, sinergi ini juga membangun kembali semangat kebersamaan dan harapan bagi para korban. Hal ini sangat krusial dalam proses pemulihan psikologis dan sosial masyarakat.

Selain pembangunan hunian, Satuan Batalyon C Brimob Polda Sumut juga menyalurkan berbagai bantuan vital lainnya. Mereka menyediakan mobil pengolahan air (water treatment) untuk memastikan ketersediaan air bersih. Sumur bor juga dibangun untuk akses air jangka panjang.

Bantuan makanan konsumsi juga terus didistribusikan kepada korban bencana alam di wilayah Tapanuli Selatan yang terdampak. Ini memastikan kebutuhan dasar pangan terpenuhi selama masa pemulihan. Fokus utamanya adalah membantu masyarakat bangkit dari keterpurukan.

Polda Sumut juga menyiapkan sarana penyeberangan untuk warga. Sarana ini sangat penting agar masyarakat dapat kembali menjalankan aktivitas sehari-hari, seperti bekerja, berbelanja, serta mengakses layanan pendidikan dan kesehatan. Bantuan komprehensif ini diharapkan dapat mempercepat normalisasi kehidupan warga.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi