Tentara Nasional Indonesia (TNI) menunjukkan peran aktifnya dalam upaya pemulihan pasca-bencana dengan membantu pembangunan kembali delapan jembatan di Sumatera Utara. Bantuan ini bertujuan untuk memulihkan konektivitas vital yang terganggu akibat banjir dan tanah longsor besar pada November tahun lalu.
Keterlibatan prajurit TNI meliputi pengerjaan fondasi jembatan, pemasangan pagar pengaman, hingga tahap penyelesaian akhir sebelum jembatan dibuka untuk umum. Kolaborasi ini memastikan akses jalan yang aman dan dapat digunakan kembali oleh masyarakat.
Menurut Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat (TNI-AD), Brigadir Jenderal Donny Pramono, pekerjaan ini dilakukan untuk membantu memulihkan konektivitas warga. Konektivitas tersebut sempat terganggu karena kerusakan jembatan penghubung antardesa di wilayah tersebut.
Advertisement
Advertisement
Prajurit TNI bekerja sama dengan penduduk setempat untuk memulihkan akses jalan yang aman dan dapat digunakan. Akses ini sangat penting untuk menghubungkan pusat ekonomi dan sosial setelah bencana dahsyat tahun lalu. Bencana tersebut melanda provinsi Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat.
Hingga saat ini, lebih dari 96 persen jalan regional di Sumatera Utara telah dipulihkan pasca-bencana. Namun, hanya 28,13 persen jembatan yang beroperasi karena rekonstruksi jembatan lainnya masih terus berlangsung.
Keterlibatan TNI dalam pembangunan jembatan ini menunjukkan komitmen kuat dalam membantu masyarakat. Ini juga merupakan bagian dari tugas kemanusiaan TNI untuk mendukung pemulihan wilayah terdampak bencana.
Advertisement
Advertisement
Dari delapan jembatan yang direkonstruksi dengan bantuan TNI, tujuh di antaranya adalah jembatan gantung. Empat jembatan gantung berlokasi di Kabupaten Tapanuli Tengah, melayani warga Kecamatan Andam Dewi, Tukka, dan Barus.
Sementara itu, Kabupaten Nias Utara, Nias Barat, dan Padang Lawas Utara masing-masing menerima satu jembatan gantung. Pembangunan jembatan ini juga dilakukan dengan bantuan militer.
Satu jembatan lainnya adalah jembatan Bailey, yang dibangun untuk melayani warga di Kecamatan Boronadu, Kabupaten Nias Selatan. Jenis jembatan ini dikenal kuat dan cepat dibangun dalam kondisi darurat.
Advertisement
Advertisement
Tiga provinsi di Sumatera, yaitu Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, dilanda banjir dan tanah longsor akibat hujan lebat pada akhir November 2025. Bencana ini menyebabkan kerusakan parah pada infrastruktur dan menimbulkan korban jiwa.
Menurut catatan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), per 27 Januari, bencana tersebut menewaskan 1.204 jiwa dan 140 lainnya masih hilang di ketiga provinsi tersebut. Jumlah pengungsi mencapai sekitar 111.800 jiwa.
Upaya rekonstruksi jembatan oleh TNI ini menjadi bagian integral dari respons bencana nasional. Ini bertujuan untuk memastikan bahwa masyarakat dapat kembali beraktivitas normal sesegera mungkin.
Advertisement
Sumber: AntaraNews