Golkar: Tak Ada Larangan Setya Novanto Kembali Menjadi Pengurus Partai
Hanya saja, kata Doli, Setya Novanto sudah pernah duduk di pucuk pimpinan Golkar yakni menjadi ketua umum.
Wakil Ketua Umum (Waketum) Golkar, Ahmad Doli Kurnia menyebut bahwa Setya Novanto tidak pernah meninggalkan atau dikeluarkan partai. Kesempatannya kembali menjadi pengurus pun tetap ada.
"Pak Novanto itu tidak pernah menyatakan keluar dari partai Golkar dan Golkar tidak pernah menyatakan atau memberikan sanksi atau mengeluarkan Pak Setnov. Jadi dia masih kader Golkar. Nah soal jadi pengurus atau tidak pengurus, tidak ada larangan. Selama dia bersedia dan kemudian pimpinan partai memerlukannya,” tutur Doli di Istana Negara, Jakarta, Rabu (27/8).
Hanya saja, kata Doli, Setya Novanto sudah pernah duduk di pucuk pimpinan Golkar yakni menjadi ketua umum. Sementara saat ini yang memimpin adalah juniornya, alias Bahlil Lahadalia.
"Jadi mungkin secara kultural, kalaupun memang Pak Novanto masih bersedia, mungkin nggak di eksekutifnya lah. Karena dia senior, kan nggak mungkin di bawahnya Pak Bahlil jadi pengurus. Dia mungkin di dewa-dewa. Tapi kalau yang bersangkutan bersedia," jelas dia.
Lewat Mekanisme Munas
Lebih lanjut, penentuan kepengurusan partai juga memerlukan mekanisme Musyawarah Nasional (Munas). Penetapannya pun tidak bisa dilakukan di tengah perjalanan struktur organisasi, apabila tanpa urgensi tertentu.
"Munas itu ada susunan pengurus, semua diakomodir. Ada yang bersedia masuk, ada yang tidak. Selama dia jalan. Nah di tengah-tengah jalan ini kan urgensinya apa? Kita datang-datang ke satu orang, misalnya kamu mau ya pengurus, gitu kan? Maksudnya kultural saja. Biasanya kalau dia nanti jalan mau komunikasi, ketemu, masuk, ayo," ungkapnya.
Dia menegaskan, Golkar tetap berkomunikasi baik dengan para senior yang telah berhasil membawa kesuksesan partai, termasuk para ketua umum terdahulu.
"Dia mantan ketua umum, senior kami. Sama kami menempatkannya dengan Pak Jusuf Kalla, Pak Akbar Tanjung, Pak Airlangga, dengan Pak Aburizal Bakri. Kami sama posisinya semua kepada senior-senior kami semua. Kami hormati, kami selalu minta bimbingannya, nasihatnya gitu. Karena setiap pandangan, masukan, syarat, nasihat dari mereka itu kan penting buat Golkar," tutup Doli.