Sorot
{{caption}}
Akal-akalan ASN dan Kontraktor di Balik Korupsi Jembatan Rp 20 Miliar

{{caption}}
'The Last Dance' Nadiem Makarim: Vonis Hukum dan Pembelaan

{{caption}}
Dito Ariotedjo Buka Suara Usai Diperiksa KPK

{{caption}}
Gol Telat Erling Haaland Antar Norwegia ke 16 Besar Piala Dunia 2026, Brasil Menunggu

{{caption}}
Hasil Pantai Gading vs Norwegia: Viking Tantang Brasil di 16 Besar Piala Dunia 2026

{{caption}}
Alasan Hakim Tolak Permintaan Jaksa Bebankan Rp 4,8 Triliun ke Nadiem

Topik Terkait
{{caption}}
Tenaga Pendidik Dukung Pembatasan Media Sosial Anak oleh Komdigi, Fokuskan Kemandirian

Kebijakan Komdigi membatasi media sosial untuk anak di bawah 16 tahun mendapat dukungan penuh dari tenaga pendidik. Langkah ini dinilai krusial untuk memfokuskan kemandirian anak dan menyaring konten negatif yang beredar luas.

{{caption}}
MPD Nagan Raya Dukung Pembatasan Medsos untuk Lindungi Anak dari Perundungan Siber

Majelis Pendidikan Daerah (MPD) Kabupaten Nagan Raya menyatakan dukungan penuh terhadap kebijakan pembatasan medsos bagi anak di bawah 16 tahun, langkah krusial cegah perundungan siber dan jaga mental anak.

{{caption}}
Diskominfo Bangka Barat Gencarkan Edukasi Pembatasan Media Sosial Anak Pasca-PP Tunas Berlaku

Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Bangka Barat memperkuat edukasi pembatasan media sosial anak menyusul berlakunya PP Tunas, bertujuan melindungi anak dari dampak negatif gawai dan mendorong aktivitas positif.

{{caption}}
Kebijakan Pembatasan Medsos Anak Butuh Fasilitas Ramah Anak Agar Efektif

Pakar kebijakan publik Unsoed menilai kebijakan pembatasan medsos anak harus diiringi penyediaan fasilitas ramah anak agar implementasinya berjalan optimal di daerah dan melindungi anak dari dampak negatif.

{{caption}}
Pembatasan Medsos Anak 16 Tahun: MUI Lebak Dukung Kebijakan Pemerintah Selamatkan Generasi Muda

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Lebak menyatakan dukungan penuh terhadap kebijakan pembatasan medsos anak 16 tahun melalui PP Tunas untuk melindungi generasi muda dari dampak negatif digital yang mengancam masa depan mereka.

{{caption}}
Pemkot Palangka Raya Dukung Pembatasan Medsos Anak, Lindungi Generasi Muda di Ruang Digital

Pemerintah Kota Palangka Raya menyatakan dukungan penuh terhadap kebijakan pembatasan media sosial bagi anak di bawah 16 tahun, sebagai langkah strategis melindungi generasi muda dari risiko digital.

{{caption}}
Orang Tua Sambut Positif PP Tunas Batasi Media Sosial Anak di Bawah 16 Tahun

Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 atau PP Tunas Batasi Media Sosial Anak di bawah 16 tahun mulai berlaku, mendapat dukungan penuh dari orang tua yang cemas akan dampak digital.

{{caption}}
Orang Tua di Pasaman Barat Dukung Penuh Pembatasan Media Sosial Anak oleh Komdigi

Mayoritas orang tua di Kabupaten Pasaman Barat menyambut baik kebijakan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) untuk membatasi akses media sosial anak dan game online. Kebijakan pembatasan media sosial anak ini diharapkan mampu menjaga mental dan fo

{{caption}}
DPRD Palembang Apresiasi Pembatasan Akun Medsos Anak Usia di Bawah 16 Tahun

DPRD Palembang menyambut baik kebijakan pembatasan akun medsos anak usia di bawah 16 tahun yang mulai berlaku 28 Maret 2026, sebagai langkah Komdigi melindungi anak di ruang digital.

{{caption}}
Literasi Digital Kunci Lengkapi Kebijakan Perlindungan Anak di Ranah Digital

Kebijakan pemerintah dalam perlindungan anak di ranah digital semakin kuat dengan implementasi Permen Komdigi No. 9 Tahun 2026. Namun, penguatan literasi digital bagi orang tua dan anak menjadi kunci utama untuk keberhasilan perlindungan tersebut.

{{caption}}
Pembatasan Medsos Anak di Bawah 16 Tahun Dukung Tumbuh Kembang Optimal

Dokter spesialis anak dan Kemenkomdigi sepakat bahwa pembatasan medsos anak di bawah 16 tahun melalui PP Tunas sangat penting untuk mendukung tumbuh kembang optimal serta menjaga privasi anak di ruang digital.

{{caption}}
Dukungan Orang Tua di Mataram Menguatkan Langkah Komdigi Blokir Game Online dan Medsos

Kebijakan Komdigi membatasi akses game online dan media sosial bagi anak di bawah umur mendapat dukungan penuh orang tua di Mataram. Langkah ini dianggap krusial untuk melindungi generasi muda dari adiksi dan konten negatif.

{{caption}}
Pakar Sebut Pembatasan Medsos Anak per 28 Maret Perkuat Keamanan Digital Nasional

Penggunaan algoritma untuk mendistribusikan konten dan interaksi anonim di media sosial dianggap berisiko bagi pengguna yang belum memiliki kedewasaan.

{{caption}}
Dampak Fenomena Fatherless: Jutaan Anak Tumbuh Tanpa Kehadiran Ayah yang Utuh

Fenomena fatherless di Indonesia menjadi sorotan, dengan jutaan anak tumbuh tanpa kehadiran ayah yang utuh, membawa konsekuensi serius bagi perkembangan individu dan struktur sosial.

{{caption}}
Kekerasan di Daycare: Alarm Keras Sistem Pengasuhan Anak di Indonesia

Kasus kekerasan di daycare menjadi alarm keras bagi sistem pengasuhan anak. Psikolog Wenny Aidina menyoroti dampak serius, sementara pembenahan perizinan dan standar pengasuh menjadi urgensi utama.

{{caption}}
Pentingnya Peran Orang Tua Proaktif dalam Pendampingan Anak Era Digital

Psikolog Klinis Anak dan Remaja Gisella Tani Pratiwi menekankan pentingnya pendampingan anak era digital oleh orang tua, terutama terkait aturan media sosial dan dampak psikologis.

{{caption}}
Strategi Efektif Mengatasi Anak Tantrum Gawai: Batasi Penggunaan dan Ajak Aktivitas Fisik

Anak tantrum gawai menjadi tantangan orang tua di era digital. Temukan strategi efektif dari pakar untuk membatasi penggunaan gawai dan mengalihkan perhatian anak dengan aktivitas fisik yang menyenangkan, sesuai regulasi terbaru.

{{caption}}
Akademisi NTB Dukung Penuh Pembatasan Gawai Anak demi Psikologi Sosial

Pakar pendidikan di NTB menyuarakan dukungan terhadap Pembatasan Gawai Anak melalui PP Tunas, menyoroti dampak negatif pada psikologi dan kohesi sosial anak serta pentingnya regulasi.

{{caption}}
Psikolog Ungkap Manfaat Positif Pembatasan Media Sosial untuk Tumbuh Kembang Anak

Seorang psikolog dari Universitas Paramadina menjelaskan berbagai manfaat positif pembatasan media sosial bagi anak, mulai dari stabilitas emosi hingga peningkatan fokus dan kreativitas.