Ditjen Dukcapil Kemendagri Percepat Layanan Adminduk Pascabencana Aceh Utara
Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Ditjen Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri bergerak cepat memulihkan layanan adminduk pascabencana di Aceh Utara, menyerahkan dokumen penting dan bantuan sembako untuk warga terdampak.
Tim Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Ditjen Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri telah bergerak cepat ke Kabupaten Aceh Utara. Langkah ini diambil untuk mempercepat pemulihan layanan administrasi kependudukan (adminduk) bagi masyarakat pascabencana. Fokus utama adalah memastikan warga terdampak dapat segera mengakses dokumen penting mereka.
Direktur Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan Ditjen Dukcapil Kemendagri, Muhammad Nuh Al-Azhar, menyatakan bahwa kunjungan tersebut bertujuan menyerahkan berbagai dokumen. Dokumen yang diserahkan meliputi Kartu Keluarga, KTP elektronik, akta kelahiran, dan Kartu Identitas Anak kepada warga. Ini merupakan bagian dari upaya mitigasi dampak bencana.
Selain penyerahan dokumen, tim Ditjen Dukcapil juga berkoordinasi intensif dengan Bupati Aceh Utara, Ismail A. Jalil, dan jajaran terkait. Koordinasi ini membahas penguatan infrastruktur serta dukungan teknis untuk pelayanan adminduk di wilayah terdampak. Layanan adminduk ini dipusatkan di empat desa di Kecamatan Langkahan, area dengan kerusakan signifikan.
Percepatan Pemulihan Dokumen Penting
Dalam upaya pemulihan adminduk pascabencana, Ditjen Dukcapil Kemendagri memprioritaskan penyerahan dokumen vital kepada masyarakat. Dokumen seperti Kartu Keluarga, KTP elektronik, akta kelahiran, dan Kartu Identitas Anak sangat krusial bagi warga untuk kembali mengurus berbagai keperluan administrasi lainnya. Kehadiran tim secara langsung di lokasi bencana memastikan distribusi dokumen berjalan efektif.
Layanan adminduk tersebut secara spesifik dilakukan di empat desa terdampak di Kecamatan Langkahan, Aceh Utara. Pemilihan lokasi ini didasarkan pada tingkat kerusakan yang paling signifikan di wilayah tersebut. Dengan demikian, bantuan dan layanan dapat tepat sasaran kepada mereka yang paling membutuhkan pemulihan adminduk pascabencana.
Di Kantor Kecamatan Langkahan, tim Ditjen Dukcapil membuka layanan adminduk yang komprehensif. Layanan ini mencakup penerbitan 360 Kartu Keluarga, 109 akta kelahiran, dan 11 akta kematian. Selain itu, dilakukan juga 124 perekaman KTP elektronik serta pencetakan 773 KTP-el, menunjukkan respons cepat terhadap kebutuhan mendesak warga.
Sinergi dan Bantuan Kemanusiaan
Untuk memastikan kelancaran dan dukungan penuh, tim Ditjen Dukcapil Kemendagri melakukan kunjungan koordinasi ke Kantor Kepolisian Resor Kabupaten Aceh Utara. Langkah ini bertujuan memperkuat sinergi antarlembaga dalam pelaksanaan layanan administrasi kependudukan di wilayah terdampak bencana. Kolaborasi ini penting untuk menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pemulihan.
Selain layanan adminduk, Ditjen Dukcapil Kemendagri juga menyalurkan bantuan kemanusiaan berupa sembako. Bantuan ini mencakup beras, minyak, telur, dan kain sarung yang diserahkan kepada masing-masing kepala desa. Selanjutnya, kepala desa bertugas mendistribusikan bantuan tersebut kepada masyarakat terdampak di wilayahnya.
Inisiatif ini menunjukkan komitmen Ditjen Dukcapil tidak hanya pada pemenuhan hak administrasi kependudukan, tetapi juga kepedulian terhadap kebutuhan dasar warga pascabencana. Sinergi dengan pemerintah daerah dan kepolisian, serta penyaluran bantuan, menjadi pilar penting dalam upaya pemulihan menyeluruh di Aceh Utara.
Sumber: AntaraNews