Pemkab Agam Percepat Penerbitan 1.822 Adminduk Penyintas Bencana, Kunci Akses Bantuan
Pemerintah Kabupaten Agam bergerak cepat menerbitkan 1.822 dokumen Adminduk Penyintas Bencana yang hilang akibat banjir bandang, memastikan mereka dapat mengakses bantuan vital dan memulihkan hak administratif.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Agam, Sumatera Barat, menunjukkan respons cepat terhadap dampak bencana. Melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Agam, mereka membantu menerbitkan 1.822 administrasi kependudukan (adminduk) bagi penyintas. Dokumen-dokumen ini sebelumnya rusak atau hilang akibat banjir bandang yang melanda daerah tersebut pada akhir November 2025.
Kepala Disdukcapil Agam, Dedi Asmar, menjelaskan bahwa berbagai jenis dokumen telah diterbitkan. Ini termasuk Kartu Keluarga, Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-el), hingga akta kelahiran dan kematian. Upaya ini sangat krusial untuk pemulihan hak administratif warga yang terdampak bencana alam.
Pelayanan dokumen kependudukan ini dibuka langsung di kantor nagari dan kantor camat setempat. Disdukcapil juga memanfaatkan sistem SILETON untuk mempercepat proses. Dokumen yang telah selesai diterbitkan langsung diantarkan kepada para penyintas di lokasi.
Ribuan Dokumen Adminduk Diterbitkan untuk Pemulihan Data Penduduk
Disdukcapil Agam telah berhasil menerbitkan total 1.822 dokumen administrasi kependudukan. Dokumen-dokumen ini sangat vital bagi para penyintas bencana banjir bandang. Kehilangan adminduk dapat menghambat akses mereka terhadap berbagai layanan publik penting.
Rincian dokumen yang diterbitkan meliputi 758 Kartu Keluarga (KK) dan 775 Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-el). Selain itu, 20 lembar perekaman data juga telah berhasil dilakukan. Ini menunjukkan skala kebutuhan yang besar di lapangan.
Berbagai dokumen penting lainnya juga turut diterbitkan untuk warga terdampak. Ini mencakup satu surat pindah, tujuh Kartu Identitas Anak (KIA), serta satu Identitas Kependudukan Digital (IKD). Pentingnya Adminduk Penyintas Bencana Agam sangat besar untuk kehidupan mereka.
Tidak hanya itu, sebanyak 125 akta kelahiran dan 135 akta kematian juga diselesaikan. Seluruh 1.822 lembar administrasi kependudukan ini berasal dari 18.279 penduduk yang terdata di daerah bencana. Ini merupakan bagian integral dari upaya pemulihan pasca-bencana.
Pelayanan Proaktif dan Digitalisasi Mempermudah Akses Adminduk
Untuk memastikan aksesibilitas yang maksimal, pelayanan penerbitan dokumen kependudukan dibuka di kantor nagari dan kantor camat. Pendekatan ini bertujuan mendekatkan layanan kepada masyarakat terdampak langsung. Warga tidak perlu datang jauh ke pusat kota.
Nagari juga dapat memanfaatkan Program Sistem Informasi Layanan Elektronik Terintegrasi Online (SILETON). Sistem digital ini memungkinkan penginputan dokumen yang akan diterbitkan secara efisien. SILETON mempercepat proses administrasi kependudukan.
Dokumen administrasi kependudukan yang telah selesai diterbitkan langsung diantarkan kepada penyintas. Langkah proaktif ini memastikan dokumen segera sampai ke tangan pemiliknya. Ini sangat membantu warga yang masih fokus pada pemulihan pasca-bencana.
Adminduk sebagai Kunci Utama Akses Bantuan dan Pemulihan Ekonomi
Administrasi kependudukan merupakan salah satu kunci utama bagi penyintas untuk mendapatkan berbagai bentuk bantuan. Ini termasuk dana duka, bantuan jatah hidup, serta bantuan lainnya dari pemerintah. Tanpa adminduk, proses ini akan terhambat.
Kepala Disdukcapil Agam, Dedi Asmar, menegaskan bahwa dokumen ini akan dipadankan dengan data penerima manfaat. Proses ini memastikan penyaluran bantuan tepat sasaran dan akurat. Hal ini juga mencegah penyalahgunaan data.
Salah seorang penyintas dari Salareh Aia, Ibnu Riaga, menyatakan sangat terbantu dengan program pelayanan ini. "Seluruh administrasi kependudukan hilang dibawa banjir bandang dan kami sangat terbantu sekali dengan program ini," katanya. Pengakuan ini menunjukkan dampak positif program.
Hilangnya dokumen kependudukan akibat bencana dapat menghambat pemulihan secara signifikan. Oleh karena itu, penerbitan ulang Adminduk Penyintas Bencana Agam menjadi langkah krusial. Ini mendukung mereka untuk kembali bangkit dan membangun kehidupan baru.
Sumber: AntaraNews