Pemkab Agam Siapkan 1.089 Hunian Tetap Mandiri untuk Korban Bencana

Pemerintah Kabupaten Agam, Sumatera Barat, akan membangun sebanyak 1.089 unit hunian tetap mandiri bagi warga terdampak bencana hidrometeorologi, sebuah langkah krusial untuk pemulihan daerah tersebut.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Pemkab Agam Siapkan 1.089 Hunian Tetap Mandiri untuk Korban Bencana
Pemerintah Kabupaten Agam, Sumatera Barat, akan membangun sebanyak 1.089 unit hunian tetap mandiri bagi warga terdampak bencana hidrometeorologi, sebuah langkah krusial untuk pemulihan daerah tersebut. (AntaraNews)

Pemerintah Kabupaten Agam, Sumatera Barat, melalui Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kabupaten Agam, mengumumkan rencana pembangunan 1.089 unit hunian tetap relokasi mandiri. Pembangunan ini ditujukan bagi masyarakat yang menjadi korban bencana hidrometeorologi di berbagai wilayah Agam. Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya pemulihan pascabencana untuk memastikan warga memiliki tempat tinggal yang aman dan layak.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kabupaten Agam, Rinaldi, menyatakan bahwa ribuan unit hunian tetap ini akan tersebar di beberapa kecamatan. Wilayah yang akan menerima pembangunan tersebut meliputi Palembayan, Ampek Koto, Tanjung Raya, Malalak, Matur, Palupuh, dan area lainnya yang terdampak. Program ini diharapkan dapat mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi di wilayah terdampak.

Dari total hunian yang direncanakan, sebanyak 1.089 unit merupakan pilihan warga untuk relokasi mandiri, sementara 699 unit lainnya memilih hunian tetap kolektif. Pembangunan ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam menyediakan solusi perumahan yang sesuai dengan kebutuhan dan kesediaan masyarakat. Peletakan batu pertama untuk satu unit hunian percontohan telah dilakukan di Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, pada Kamis (16/4) lalu oleh Sekretaris Utama BNPB, Rustian.

Pembangunan hunian tetap mandiri di Agam menargetkan 1.089 unit rumah untuk korban bencana hidrometeorologi. Unit-unit ini akan didirikan di sejumlah kecamatan yang mengalami dampak signifikan dari bencana. Kecamatan-kecamatan tersebut antara lain Palembayan, Ampek Koto, Tanjung Raya, Malalak, Matur, dan Palupuh, serta beberapa lokasi lain yang memerlukan penanganan segera.

Saat ini, satu unit hunian tetap percontohan telah rampung dibangun di Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan. Ini menjadi model bagi pembangunan hunian selanjutnya yang akan disesuaikan dengan kondisi geografis dan kebutuhan masyarakat setempat. Pemilihan lokasi-lokasi ini didasarkan pada tingkat kerentanan dan jumlah warga yang terdampak, memastikan bantuan tepat sasaran.

Proses pembangunan lanjutan akan dimulai setelah pengumpulan dan verifikasi surat bukti kepemilikan lahan dari masyarakat melalui wali nagari atau kepala desa. Tim teknis akan melakukan pengecekan kelayakan lokasi secara cermat sebelum konstruksi dimulai. Jika semua persiapan selesai pada April 2026, pembangunan dapat dilanjutkan pada Mei 2026, mempercepat pemulihan bagi para korban.

Pembangunan hunian tetap mandiri ini akan menggunakan teknologi Semen Padang Bata interlock atau yang dikenal sebagai sepablock. Penggunaan teknologi sepablock dinilai sangat efektif dan efisien dalam proses konstruksi. Selain itu, material ini juga memiliki ketahanan yang baik terhadap kondisi lingkungan ekstrem di daerah tersebut, menjanjikan durabilitas jangka panjang.

Perusahaan yang akan melaksanakan pembangunan ini telah mendapatkan rekomendasi langsung dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Keterlibatan BNPB memastikan standar kualitas dan keamanan hunian yang dibangun sesuai dengan pedoman penanggulangan bencana. Hal ini juga menunjukkan sinergi antara pemerintah daerah dan pusat dalam upaya mitigasi risiko bencana.

Rinaldi menambahkan bahwa penggunaan sepablock diharapkan mampu menyediakan hunian yang tidak hanya layak dan aman, tetapi juga tahan terhadap potensi bencana di masa mendatang. Dengan demikian, masyarakat dapat kembali membangun kehidupan mereka tanpa dihantui kekhawatiran akan ancaman bencana serupa. Ini merupakan investasi penting untuk keselamatan dan kesejahteraan warga Agam.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi