Warga Apresiasi Cepatnya Layanan Kependudukan Aceh Tamiang untuk Akses Huntara Pascabanjir
Warga Kabupaten Aceh Tamiang merasakan kemudahan dan kecepatan Layanan Kependudukan Aceh Tamiang pascabencana banjir, terutama untuk mendapatkan hunian sementara (Huntara) dan berbagai bantuan pemerintah.
Warga Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, menyatakan rasa syukur atas kemudahan dan kecepatan layanan administrasi kependudukan yang diberikan pascabencana banjir. Pelayanan ini sangat krusial untuk mendukung akses hunian sementara (Huntara) serta berbagai program bantuan sosial dari pemerintah. Kemudahan ini menjadi angin segar bagi para korban yang terdampak parah.
Salah satu warga, Dede dari Desa Bundar, Kecamatan Karang Baru, mengungkapkan pengalamannya saat mengurus dokumen di Kantor Disdukcapil Aceh Tamiang pada Jumat. Ia mengaku tidak dipersulit dan prosesnya sangat cepat, bahkan hanya dengan kehadiran pemohon, dokumen langsung dieksekusi. Ini sangat membantu warga yang sedang dalam masa sulit.
Dokumen kependudukan yang cepat dan mudah diurus ini menjadi persyaratan utama untuk pengajuan Huntara dan berbagai bantuan lain yang telah diprogramkan oleh pemerintah desa. Kondisi ini memastikan warga terdampak dapat segera mengakses hak-hak mereka tanpa terhambat masalah administrasi.
Percepatan Layanan Dokumen Penting Pascabencana
Dede mendatangi Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) untuk mencetak ulang Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK) miliknya yang hilang akibat terendam banjir beberapa waktu lalu. Meskipun baru bisa mengurus setelah lebih dari sebulan karena keterbatasan waktu dan akses jalan yang sulit, ia sangat terbantu. Fokus awalnya adalah memperbaiki rumah pascabencana.
Menurut Dede, pelayanan Disdukcapil berlangsung sangat cepat tanpa proses administrasi yang berbelit-belit. Cukup dengan kehadiran pemohon, dokumen langsung diproses hingga selesai dalam hitungan jam, menunjukkan efisiensi tinggi. "Alhamdulillah, enggak dipersulit layanan administrasi, aman semua. Cuman hadir aja langsung dieksekusi," kata Dede.
Ia menuturkan bahwa dokumen kependudukan tersebut sangat dibutuhkan sebagai persyaratan utama pengajuan Huntara dan bantuan lain yang telah diprogramkan pemerintah desa. Untuk keluarganya yang berjumlah empat orang, seluruh dokumen diurus sekaligus guna memastikan akses bantuan dapat segera diterima tanpa kendala administrasi. Dede berharap pelayanan publik semakin baik dan Aceh Tamiang segera pulih.
Apresiasi Warga Terhadap Kinerja Disdukcapil
Warga lain, Ahmad Henry dari Kecamatan Rantau, juga memanfaatkan layanan Disdukcapil Aceh Tamiang untuk mengurus dokumen kependudukan yang hilang akibat banjir. Pengurusan ini penting sebagai persiapan akses bantuan dan pendataan korban bencana di wilayah setempat yang terdampak. Ia datang untuk mengambil KTP yang selesai diproses setelah verifikasi data pascabencana banjir.
Ahmad menjelaskan bahwa pengurusan KTP dilakukan karena seluruh dokumen penting miliknya hilang terbawa banjir, sementara identitas kependudukan sangat dibutuhkan. Dokumen ini krusial untuk memenuhi persyaratan pendataan serta pengajuan Huntara bagi warga terdampak bencana di Aceh. Kebutuhan dokumen tersebut bersifat mendesak karena tim verifikator akan segera turun.
Menurut Ahmad, pemerintah kelurahan telah menginformasikan bahwa tim verifikator akan segera melakukan pendataan rumah rusak dan korban banjir di wilayah terdampak Kabupaten Aceh Tamiang. Ia mengapresiasi pelayanan Disdukcapil yang dinilainya cepat, mudah, dan profesional, tanpa prosedur berbelit, serta petugas melayani dengan ramah. Pengurusan dokumen ini tidak hanya untuk Huntara, tetapi juga pendataan warga terdampak bencana secara keseluruhan.
Komitmen Disdukcapil Aceh Tamiang dalam Pelayanan Darurat
Ahmad menyebutkan bahwa proses pengajuan hingga KTP selesai hanya memakan waktu sekitar dua hari, karena sebelumnya telah dilakukan pendaftaran dan verifikasi data oleh petugas Disdukcapil setempat. Ia baru mengurus dokumen karena keterbatasan kendaraan serta harus berbagi tugas membersihkan rumah rusak berat. Anggota keluarga lain tetap bertahan menjaga rumah dan lingkungan sekitar pascabencana banjir.
Saat ini, Ahmad masih menumpang tinggal dekat keluarga mertua, sembari berharap proses pendataan berjalan lancar, bantuan segera tersalurkan, dan kondisi Aceh Tamiang pulih berangsur. Pengalaman Ahmad dan Dede mencerminkan pentingnya respons cepat dari pemerintah daerah.
Sekretaris Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Aceh Tamiang, Ahmad Yani, menegaskan komitmen pihaknya untuk melakukan percepatan pelayanan administrasi kependudukan kepada seluruh warga yang terdampak bencana. "Kami memberikan pelayanan yang semudah mungkin. Kita ketahui bersama wilayah Kabupaten Aceh Tamiang merupakan daerah yang terparah," ujarnya.
Sumber: AntaraNews