Waspada, 18 Kasus Super Flu Ditemukan di Jawa Timur
Mayoritas kasus ditemukan pada kelompok usia anak dan remaja dengan proporsi seimbang antara laki-laki dan perempuan.
Dinas kesehatan mencatat sebanyak 18 kasus influenza A (H3N2) subclade K atau yang dikenal sebagai “super flu” terdeteksi di Jawa Timur sepanjang periode September hingga November 2025.
Temuan ini berasal dari hasil pemeriksaan spesimen yang dikirim melalui sistem surveilans Influenza Like Illness (ILI) dan Severe Acute Respiratory Infection (SARI) di sejumlah fasilitas kesehatan, kemudian dianalisis di Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat (BBLKM) Surabaya dan Balai Besar Laboratorium Biologi Kesehatan (Biokes) Jakarta.
Kelompok Usia Anak dan Remaja
Mayoritas kasus ditemukan pada kelompok usia anak dan remaja dengan proporsi seimbang antara laki-laki dan perempuan. Meski demikian, Pemerintah Provinsi Jawa Timur menegaskan bahwa kondisi tersebut masih dalam kendali dan tidak menunjukkan tingkat keparahan lebih tinggi dibandingkan varian influenza lainnya.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan bahwa masyarakat tidak perlu panik menghadapi temuan ini.
"Kami ingin menegaskan kepada masyarakat bahwa virus influenza A (H3N2) subclade K tidak berbahaya dan tidak mematikan. Di Jawa Timur, kondisi ini masih terkendali dengan baik. Munculnya varian ini merupakan hal yang wajar dalam perkembangan virus influenza dan terus dipantau oleh para ahli melalui pemantauan ilmiah. Oleh karena itu, masyarakat tidak perlu panik, namun harus tetap waspada dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS)," kata Khofifah.
Perkuat Langkah Antisipatif
Pemprov Jatim melalui Dinas Kesehatan terus memperkuat langkah antisipatif, mulai dari pemantauan rutin surveilans ILI-SARI, koordinasi dengan Kementerian Kesehatan RI, hingga pelaporan melalui Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR) serta aplikasi NAR. Edukasi kepada masyarakat juga digencarkan, terutama terkait etika batuk, penggunaan masker di ruang tertutup, serta vaksinasi influenza bagi kelompok rentan seperti balita, lansia, ibu hamil, dan penderita penyakit kronis.
Khofifah menambahkan bahwa pihaknya akan menerbitkan Surat Edaran kewaspadaan ISPA sebagai bagian dari upaya pencegahan. Dengan langkah ini, ia berharap kewaspadaan masyarakat dapat ditingkatkan tanpa menimbulkan kepanikan.