Menkes Soal Jenis Penyakit Menular Pascabencana: Yang Ditakutkan Itu Campak
Penyakit campak justru paling ditakutkan usai bencana karena penularannnya begitu cepat.
Kementerian Kesehatan terus memantau perkembangan penyakit menular di wilayah terdampak banjir dan longsor, khususnya di Aceh Tamiang.
Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan, sejumlah penyakit menular ditemukan di lokasi bencana, meski sejauh ini masih dalam kondisi terkendali.
Menurutnya, jenis penyakit menular yang teridentifikasi di wilayah terdampak antara lain campak, tuberkulosis (TBC), dan leptospirosis. Namun, campak menjadi perhatian utama karena tingkat penularannya tinggi dan berisiko fatal bagi anak-anak.
“Yang kita takutkan itu campak, karena penularannya cepat sekali dan bisa mematikan kalau pada anak-anak terlambat ditangani,” kata dia di Jakarta, Rabu (7/1).
Sebagai langkah antisipasi, pihaknya telah melakukan imunisasi khusus di wilayah-wilayah yang terdeteksi adanya kasus campak pada anak-anak.
“Itu sebabnya kemarin kita mulai lakukan imunisasi khusus di daerah-daerah yang kita identifikasi sudah ada anak-anak yang terkena campak,” ujarnya.
Sementara itu, untuk penyakit TBC yang juga ditemukan di pengungsian, Menkes menyebut penyakit tersebut memang selalu ada dan terus ditangani melalui layanan kesehatan rutin, termasuk di situasi bencana.
Soal Super Flu, Menkes Minta Masyarakat Tak Panik
Terkait isu super flu yang ramai diperbincangkan, Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa penyakit tersebut bukan virus baru seperti COVID-19, melainkan influenza tipe A varian H3N2 yang sudah lama dikenal secara medis.
“Super flu ini sebenarnya influenza A, virus yang sudah ada puluhan tahun. Ini bukan satu virus baru seperti COVID, tapi varian dari virus influenza,” jelas Menkes.
Menurut Budi, tingkat penularan influenza A memang cepat, namun tingkat kematiannya sangat rendah dan dapat sembuh dengan pengobatan standar.
Ia pun mengimbau masyarakat untuk tetap waspada tanpa perlu panik. Menkes menekankan pentingnya menjaga daya tahan tubuh dan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat.
“Pesan saya ke masyarakat, hati-hati dan sadar ada penyakit ini, tapi tidak usah panik. Jaga imunitas, makan cukup, tidur cukup, olahraga. Kalau di sekitar banyak yang batuk, pakai masker dan rajin cuci tangan,” pungkas Budi Gunadi Sadikin.
Reporter Magang: Mochamad Aidil Akbar