Wabup Ajak Anak-anak Lestarikan Budaya Lewat Lomba Egrang Magetan di Festival Bambu 2026
Wakil Bupati Magetan Suyatni Priasmoro mengajak generasi muda beraktivitas fisik dan melestarikan budaya melalui Lomba Egrang Magetan yang digelar dalam Festival Bambu 2026, menanamkan nilai karakter penting di era digital.
Wakil Bupati Magetan, Suyatni Priasmoro, secara aktif mengajak anak-anak untuk kembali beraktivitas fisik melalui gelaran lomba egrang yang meriah. Acara ini merupakan bagian integral dari rangkaian Festival Bambu tahun 2026 yang diselenggarakan di Stadion Yosonegoro, Magetan, pada Minggu, 14 Juni 2026. Inisiatif ini bertujuan untuk menghidupkan kembali semangat permainan tradisional di tengah arus modernisasi dan dominasi teknologi digital.
Lomba egrang yang diselenggarakan oleh Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) Magetan ini mendapatkan apresiasi tinggi dari berbagai pihak. Wakil Bupati Suyatni secara khusus memberikan acungan jempol, menilai bahwa egrang bukan sekadar permainan biasa, melainkan sebuah sarana edukasi karakter yang mendalam. Permainan ini diyakini sarat akan filosofi hidup yang penting untuk perkembangan anak-anak.
Pembukaan lomba egrang ini menjadi momen penting yang dihadiri oleh sejumlah tokoh daerah. Selain Wakil Bupati Magetan, turut hadir pula Bunda PAUD Magetan, Ketua KORMI Magetan, serta Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pangan Magetan. Antusiasme yang luar biasa terlihat dari para peserta yang berasal dari jenjang SD dan SMP se-Kabupaten Magetan, menunjukkan daya tarik permainan tradisional ini.
Egrang: Membangun Karakter dan Ketahanan Fisik Generasi Muda
Wakil Bupati Suyatni Priasmoro dengan tegas menyatakan bahwa egrang memiliki peran krusial dalam pembentukan karakter anak-anak. Permainan ini secara efektif melatih kegigihan, semangat pantang menyerah, serta membangun ketahanan fisik yang sehat pada setiap peserta. Lebih dari itu, nilai perjuangan dan sportivitas juga menjadi aspek penting yang ditanamkan melalui aktivitas fisik yang menantang ini.
Untuk dapat melangkah dan menjaga keseimbangan di atas bambu egrang, anak-anak dituntut untuk memiliki keseimbangan tubuh yang prima dan keuletan luar biasa. Selain itu, ketelatenan dalam berlatih dan kesabaran dalam menghadapi tantangan juga menjadi kunci utama keberhasilan mereka. Semua elemen ini secara tidak langsung mengajarkan pelajaran berharga yang relevan dalam kehidupan sehari-hari, membentuk pribadi yang tangguh.
Di tengah pesatnya perkembangan era digital yang kerap membuat anak-anak cenderung kecanduan gawai, egrang hadir sebagai penyeimbang yang sangat efektif. Aktivitas fisik ini mendorong anak-anak untuk bergerak, berinteraksi langsung dengan lingkungan sekitar, dan mengembangkan keterampilan motorik. Ini adalah metode yang luar biasa untuk mengenalkan kembali identitas budaya bangsa serta nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya.
Melestarikan Budaya dan Menggerakkan Roda Ekonomi Lokal
Ketua KORMI Magetan, Yok Sujarwadi, menjelaskan bahwa penyelenggaraan lomba egrang ini memiliki tujuan mulia untuk menghidupkan kembali kekayaan permainan tradisional Indonesia. KORMI secara konsisten berupaya mengangkat kembali popularitas egrang di kalangan generasi muda, memastikan warisan budaya ini tidak lekang oleh waktu. Mereka sangat berharap olahraga tradisional dapat bangkit kembali dan dikenal luas oleh masyarakat.
Selain egrang, KORMI Magetan juga aktif menaungi berbagai olahraga tradisional lainnya yang tak kalah menarik. Sebut saja layang-layang, gobak sodor, dan tarik tambang, yang semuanya bertujuan untuk melestarikan budaya lokal. Bahkan, komunitas sepeda tua (KOSTI) dan tarung bebas juga termasuk dalam lingkup pembinaan KORMI, menunjukkan komitmen mereka dalam menjaga keberagaman warisan budaya.
Wakil Bupati Suyatni juga menyoroti keterkaitan erat antara perlombaan ini dengan potensi ekonomi lokal yang signifikan. Bahan dasar egrang yang terbuat dari bambu merupakan salah satu komoditas unggulan Kabupaten Magetan. Oleh karena itu, pelaksanaan lomba egrang dinilai sangat sejalan dengan kampanye pemanfaatan bambu yang memiliki nilai ekonomi tinggi, sekaligus mendukung keberlanjutan lingkungan.
Sumber: AntaraNews