Wamen Komdigi: Permainan Egrang Dukung Kecerdasan Emosional Anak di Era Digital
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamen Komdigi) Nezar Patria menegaskan permainan tradisional egrang dukung kecerdasan emosional anak, menjadi penyeimbang di tengah gempuran digital.
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamen Komdigi) Nezar Patria menyatakan bahwa permainan tradisional egrang memiliki peran penting dalam mendukung kecerdasan emosional anak. Pernyataan ini disampaikan Nezar di tengah pesatnya perkembangan permainan digital yang mendominasi dunia anak-anak saat ini.
Dalam sambutannya pada peluncuran Festival Egrang ke-14 di Kecamatan Ledokombo, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Nezar Patria menyebut festival ini sebagai simbol perlawanan positif. Festival yang diinisiasi oleh Komunitas Tanoker ini menunjukkan upaya melestarikan budaya lokal sekaligus memberikan dampak positif bagi generasi muda.
Menurut Nezar, keberlangsungan Festival Egrang hingga tahun ke-14 membuktikan adanya kekuatan sosial yang terus berkembang di tengah masyarakat Ledokombo. Selain itu, kegiatan ini juga berhasil mendorong ekosistem sosial dan menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat sekitar.
Egrang: Penyeimbang di Era Digital
Nezar Patria menyoroti relevansi permainan egrang bagi anak-anak di tengah arus digitalisasi yang deras. Ia menilai bahwa permainan tradisional ini menjadi penyeimbang yang baik bagi anak-anak yang terbiasa dengan permainan digital.
“Mereka sudah terbiasa bermain game di dunia digital, dan permainan egrang itu menjadi penyeimbang yang baik. Anak-anak belajar menjaga keseimbangan, berkolaborasi, dan memiliki semangat untuk bangkit ketika jatuh,” tutur Nezar.
Permainan egrang mengajarkan nilai-nilai penting seperti tidak takut jatuh dan tidak takut gagal, yang merupakan pendidikan karakter krusial bagi generasi muda. Ketika seorang anak jatuh saat bermain egrang, mereka akan belajar untuk bangkit kembali dan menemukan keseimbangan, membangun mental yang kuat.
Nilai Pendidikan Karakter dalam Permainan Tradisional
Permainan tradisional warisan leluhur seperti egrang memiliki nilai pendidikan karakter yang sangat penting bagi generasi muda. Nezar Patria menekankan bahwa anak-anak membutuhkan ruang bermain yang mampu mempertajam kecerdasan emosional mereka.
Pelaksana tugas (Plt) Sekda Jember, Akhmad Helmy Luqman, turut mengamini pentingnya Festival Egrang. Ia mengatakan bahwa tradisi ini tidak pernah kehilangan relevansinya dan menjadi sarana pendidikan karakter yang kaya makna.
Permainan egrang mengajarkan berbagai nilai positif, seperti keseimbangan, keberanian, ketekunan, fokus, sportivitas, hingga kerja sama. Nilai-nilai ini dinilai esensial untuk membentuk generasi muda Indonesia yang unggul dan berdaya saing.
Melestarikan Budaya, Menggerakkan Ekonomi Lokal
Komunitas Tanoker mendapatkan apresiasi dari Wamen Komdigi atas konsistensinya bersama masyarakat Kecamatan Ledokombo dalam melestarikan budaya lokal. Konsistensi ini menjaga permainan tradisional egrang tetap hidup dan relevan.
Festival Egrang tidak hanya berfungsi sebagai ajang pelestarian budaya, tetapi juga memiliki dampak ekonomi yang signifikan. Kegiatan ini mampu menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat sekitar, menciptakan ekosistem sosial yang positif.
Keberhasilan Festival Egrang hingga edisi ke-14 menunjukkan bagaimana inisiatif komunitas dapat menjadi kekuatan pendorong bagi pelestarian warisan budaya. Sekaligus memberikan manfaat nyata bagi pengembangan karakter anak dan perekonomian lokal.
Sumber: AntaraNews