KORMI dan Pemkab Gelar Lomba Olahraga Tradisional Sleman Semarakkan HUT ke-110, Jaga Budaya Bangsa
Ratusan peserta meriahkan Lomba Olahraga Tradisional Sleman dalam rangka HUT ke-110 Kabupaten Sleman. Ajang ini bukan hanya kompetisi, tetapi juga upaya melestarikan identitas budaya bangsa.
Pemerintah Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, bersama Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Sleman, baru-baru ini menggelar lomba olahraga tradisional yang diikuti ratusan peserta. Kegiatan ini dipusatkan di Lapangan Pemda Sleman dan dibuka langsung oleh Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa. Lomba ini bertujuan untuk menyemarakkan Hari Jadi ke-110 Kabupaten Sleman tahun 2026.
Ketua KORMI Kabupaten Sleman, Suparman, menjelaskan bahwa ajang ini melibatkan 17 KORMI kapanewon serta seluruh anggota penuh KORMI Sleman. Selain itu, sejumlah kelompok masyarakat di Kabupaten Sleman juga turut berpartisipasi aktif. Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya memperkenalkan kembali kekayaan olahraga tradisional kepada khalayak luas.
Tiga jenis olahraga tradisional yang diperlombakan meliputi Egrang, Bakiak, dan Lari Karung Estafet dengan total hadiah sebesar Rp30 juta. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana penting untuk mempererat tali silaturahmi antarwarga Sleman.
Semangat Kebersamaan dalam Pelestarian Budaya
Lomba Olahraga Tradisional Sleman yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Sleman dan KORMI Sleman ini berhasil menarik perhatian ratusan peserta. Perwakilan dari 17 kapanewon di wilayah Sleman turut ambil bagian, menunjukkan antusiasme tinggi masyarakat terhadap warisan budaya. Ketua KORMI Kabupaten Sleman, Suparman, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan rangkaian penting dari peringatan Hari Jadi ke-110 Kabupaten Sleman tahun 2026.
Selain melibatkan KORMI kapanewon, seluruh anggota penuh KORMI Sleman serta berbagai kelompok masyarakat juga berpartisipasi. Partisipasi luas ini mencerminkan tingginya kepedulian warga Sleman dalam melestarikan kearifan lokal. Tujuan utama kegiatan ini adalah untuk memperkenalkan olahraga tradisional kepada masyarakat luas, terutama generasi muda, agar tidak tergerus oleh modernisasi.
Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, menyampaikan apresiasinya terhadap kepedulian masyarakat. Menurutnya, olahraga tradisional memiliki peran lebih dari sekadar permainan rakyat yang diwariskan turun-temurun. Ia menekankan bahwa ini adalah bagian integral dari identitas budaya bangsa yang kaya akan nilai-nilai luhur.
Menjunjung Tinggi Nilai Sportivitas dan Gotong Royong
Dalam Lomba Olahraga Tradisional Sleman kali ini, terdapat tiga jenis permainan yang dipertandingkan. Peserta berkompetisi dalam Egrang, Bakiak, dan Lari Karung Estafet, yang semuanya membutuhkan kekompakan dan strategi tim. Kompetisi ini tidak hanya menguji kemampuan fisik, tetapi juga mental para peserta.
Untuk menambah semangat kompetisi, panitia telah menyiapkan total hadiah sebesar Rp30 juta. Hadiah ini diharapkan dapat menjadi motivasi tambahan bagi para peserta untuk memberikan penampilan terbaik mereka. Namun, lebih dari sekadar hadiah, semangat persatuan dan kegembiraan menjadi fokus utama.
Wakil Bupati Danang Maharsa mengingatkan para peserta agar tidak hanya mengejar kemenangan semata. Ia menekankan pentingnya mengutamakan semangat persatuan dan kegembiraan selama perlombaan berlangsung. Hal ini sejalan dengan tantangan pembangunan di masa depan yang membutuhkan sinergi dan kolaborasi dari seluruh elemen masyarakat Sleman.
Olahraga Tradisional sebagai Identitas Budaya Bangsa
Danang Maharsa menegaskan bahwa olahraga tradisional merupakan instrumen penting untuk menjaga identitas budaya bangsa di tengah arus modernisasi. Permainan rakyat ini mengandung nilai-nilai luhur yang relevan untuk kehidupan bermasyarakat. Nilai-nilai tersebut meliputi sportivitas, gotong royong, kekompakan, kedisiplinan, kejujuran, ketahanan mental, dan kebersamaan.
Pelestarian olahraga tradisional seperti Egrang, Bakiak, dan Lari Karung Estafet menjadi krusial untuk memastikan nilai-nilai ini terus diwariskan. Melalui kegiatan semacam ini, generasi muda dapat mengenal dan mencintai permainan tradisional. Ini juga menjadi cara efektif untuk memperkuat karakter bangsa.
Apresiasi tinggi disampaikan kepada masyarakat Sleman atas kepedulian mereka dalam melestarikan kearifan lokal. Danang berharap, kegiatan Lomba Olahraga Tradisional Sleman ini dapat terus berlanjut. Diharapkan juga dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain untuk turut serta dalam upaya pelestarian budaya.
Sumber: AntaraNews