Menguak Jejak Kejayaan Bengawan Solo, Festival Dayung Tejoasri 2025 Sukses Gerakkan Ratusan UMKM di Lamongan

Festival Dayung Tejoasri 2025 di Lamongan tak hanya lomba olahraga air, tapi juga pendorong ekonomi lokal. Simak bagaimana acara ini memberdayakan UMKM dan menghidupkan spirit Bengawan Solo!

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Menguak Jejak Kejayaan Bengawan Solo, Festival Dayung Tejoasri 2025 Sukses Gerakkan Ratusan UMKM di Lamongan
Festival Dayung Tejoasri 2025 di Lamongan tak hanya lomba olahraga air, tapi juga pendorong ekonomi lokal. Simak bagaimana acara ini memberdayakan UMKM dan menghidupkan spirit Bengawan Solo! (Merdeka.com)

Festival Dayung Tejoasri 2025 di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, telah sukses diselenggarakan dengan gemilang. Acara ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi olahraga tradisional yang menarik perhatian publik. Lebih dari itu, festival ini juga berperan penting sebagai motor penggerak ekonomi lokal.

Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, menegaskan bahwa perhelatan akbar ini memiliki dampak positif yang luas. Ia secara khusus menyoroti kontribusinya dalam menggerakkan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di wilayah tersebut. Keterlibatan UMKM menjadi salah satu pilar utama kesuksesan festival ini.

Diselenggarakan pada Minggu, 14 September, festival ini berhasil menarik partisipasi 64 tim dari berbagai desa se-Jawa Timur. Selain lomba dayung, acara ini juga menyuguhkan berbagai pertunjukan budaya. Kehadiran lebih dari 100 UMKM turut memeriahkan suasana dan meningkatkan transaksi ekonomi masyarakat.

Festival Dayung Tejoasri: Lebih dari Sekadar Olahraga Air

Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menyatakan Festival Dayung Tejoasri 2025 tidak hanya menghadirkan olahraga tradisional, tetapi juga menggerakkan ekonomi masyarakat pada sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Menurut Yuhronur, “Festival ini pemantik potensi sosial budaya, pariwisata, sekaligus ekonomi lokal.” Pernyataan ini menunjukkan visi luas di balik penyelenggaraan acara tersebut.

Yuhronur Efendi juga memberikan apresiasi tinggi kepada desa setempat yang konsisten menggelar festival sejak 2023 hingga kini naik ke level provinsi. “Ajang ini menjadi contoh kolaborasi masyarakat desa dalam menjaga tradisi dan memperkuat perekonomian,” ujarnya. Hal ini menyoroti pentingnya inisiatif lokal dalam pembangunan daerah.

Kepala Desa Tejoasri, Yusuf Bachtiar, menambahkan bahwa festival ini memiliki makna yang lebih dalam. Ia menjelaskan, “Bengawan Solo pernah menjadi pusat peradaban dan denyut nadi ekonomi. Spirit itu kami hadirkan kembali melalui festival ini, dengan pertunjukan budaya dan pelibatan UMKM.” Ini menegaskan kembali warisan sejarah dan budaya yang ingin dihidupkan.

Selain lomba dayung yang menjadi daya tarik utama, pengunjung Festival Dayung Tejoasri juga disuguhkan pertunjukan kolosal Joko Tingkir. Tidak hanya itu, prosesi adat Siram Tukon Banyu turut memeriahkan acara, memperkaya pengalaman budaya bagi seluruh yang hadir.

Dampak Ekonomi Nyata bagi UMKM Lamongan

Keterlibatan lebih dari 100 UMKM dalam Festival Dayung Tejoasri menjadi bukti nyata komitmen pemerintah daerah terhadap pemberdayaan ekonomi. Partisipasi ini memberi ruang promosi yang signifikan bagi para pelaku usaha. Lebih lanjut, hal ini juga berhasil meningkatkan daya beli masyarakat selama berlangsungnya festival.

Pertumbuhan ekonomi UMKM di Lamongan pada tahun 2024 mencapai angka yang menggembirakan, yaitu 4,81 persen. Angka ini menunjukkan vitalitas sektor UMKM sebagai tulang punggung perekonomian daerah. Festival seperti Dayung Tejoasri berperan besar dalam capaian ini.

Pemerintah daerah Lamongan menjadikan keberlanjutan dan peningkatan kontribusi UMKM sebagai fokus utama. Mereka berupaya memastikan bahwa sektor ini terus berkembang dan memberikan dampak positif. Festival Dayung Tejoasri adalah salah satu strategi konkret untuk mencapai tujuan tersebut.

Melalui platform ini, UMKM tidak hanya mendapatkan kesempatan untuk menjual produk mereka. Mereka juga berinteraksi langsung dengan konsumen, membangun jaringan, dan mendapatkan umpan balik. Ini semua berkontribusi pada kebangkitan ekonomi lokal yang lebih kuat dan inklusif.

Antusiasme Peserta dan Hasil Kompetisi Festival Dayung Tejoasri

Festival Dayung Tejoasri tahun 2025 diikuti oleh 64 tim antardesa se-Jawa Timur, menunjukkan antusiasme yang luar biasa dari berbagai daerah. Total hadiah sebesar Rp20 juta menjadi motivasi tambahan bagi para peserta untuk berkompetisi secara sportif dan maksimal. Kompetisi ini menjadi ajang unjuk kebolehan para pendayung.

Setelah melalui serangkaian perlombaan yang ketat, hasil akhir kompetisi pun diumumkan. Juara pertama berhasil diraih oleh Desa Tebaloan dari Kabupaten Gresik, menunjukkan dominasi tim dari luar Lamongan. Posisi kedua ditempati oleh Desa Kabalan dari Kabupaten Bojonegoro, yang juga menunjukkan performa impresif.

Selanjutnya, Desa Tambaklekok dari Kabupaten Pasuruan berhasil mengamankan posisi ketiga dalam ajang bergengsi ini. Sementara itu, Desa Parengan dari Kabupaten Lamongan meraih juara harapan satu, menjadi satu-satunya perwakilan Lamongan yang masuk dalam daftar pemenang utama. Ini menunjukkan bahwa semangat kompetisi tidak hanya datang dari tuan rumah.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi