Ancaman Meningkat, Keamanan Siber Indonesia Diperkuat
Upaya nyata untuk mengantisipasinya pun diperlukan agar keamanan siber di tanah air terjaga.
Ancaman siber terus meningkat seiring pesatnya perkembangan teknologi. Upaya nyata untuk mengantisipasinya pun diperlukan agar keamanan siber di tanah air terjaga.
Asosiasi Digitalisasi dan Keamanan Siber Indonesia (ADIGSI) memperkuat upaya pengembangan ekosistem keamanan siber nasional melalui kerja sama strategis dengan CREST International. Kolaborasi ini diarahkan untuk meningkatkan kompetensi talenta digital, memperkuat standar industri, serta mengembangkan kapasitas para pelaku keamanan siber di Indonesia.
Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) yang dilakukan di sela-sela UK–Indonesia Bilateral Meeting on Digital Economy and Cybersecurity di London, Inggris.
Penandatanganan MoU tersebut turut disaksikan Direktur Jenderal Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Digital Edwin Hidayat Abdullah serta Director for Infrastructure and Technology Department for Business and Trade United Kingdom Rodney Berkeley.
Buka Akses Talenta Siber Indonesia ke Pasar Global
Ketua Umum ADIGSI Firlie Hanggodo Ganinduto mengatakan kerja sama dengan CREST International menjadi langkah penting dalam memperluas peluang pengembangan kompetensi bagi talenta keamanan siber Indonesia. Selain itu, kemitraan ini juga diharapkan membuka akses yang lebih luas bagi sumber daya manusia Indonesia untuk bersaing di tingkat internasional.
"ADIGSI berkomitmen mendorong pertumbuhan industri keamanan siber Indonesia. Karena itu, kami memandang kolaborasi dengan CREST International sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kompetensi talenta nasional sekaligus memperluas akses menuju pasar global," kata Firlie Hanggodo dalam keterangannya, Jumat (12/6/2026).
Menurut Firlie, kerja sama tersebut akan ditindaklanjuti melalui sejumlah program konkret yang mencakup penguatan standar industri, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pertukaran pengetahuan, pengembangan jalur akreditasi, hingga peningkatan kapabilitas pelaku industri keamanan siber nasional.
Firlie menuturkan, kolaborasi antara ADIGSI dan CREST International diharapkan mampu mendukung peningkatan kualitas dan profesionalisme sektor keamanan siber Indonesia. Langkah ini dinilai penting mengingat kebutuhan terhadap perlindungan sistem digital terus meningkat seiring pesatnya transformasi digital di berbagai sektor.
Dengan standar yang semakin baik dan kapasitas SDM yang lebih kuat, industri keamanan siber nasional diharapkan mampu menjawab tantangan ancaman siber yang kian kompleks sekaligus meningkatkan daya saing di tingkat global.
Indonesia Dinilai Punya Potensi Besar di Ekonomi Digital Asia Pasifik
CEO CREST International Nick Benson menilai Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi digital di kawasan Asia Pasifik. Seiring dengan perkembangan tersebut, kebutuhan akan standar, kompetensi, dan profesionalisme di bidang keamanan siber juga akan terus meningkat.
"Kemitraan ini merupakan bagian dari komitmen CREST untuk mendukung pengembangan standar, kompetensi, dan profesionalisme industri keamanan siber di Indonesia. Kami berharap kerja sama ini dapat memberikan manfaat bagi pengembangan ekosistem digital yang semakin aman dan terpercaya," ujarnya.
Selain berfokus pada pengembangan kompetensi dan standar industri, kerja sama ini juga diarahkan untuk memperluas jejaring industri serta menjajaki peluang kolaborasi yang lebih luas antara pelaku usaha dan organisasi teknologi dari Indonesia dan Inggris.
Melalui kemitraan tersebut, kedua pihak berharap dapat mendorong terciptanya ekosistem digital yang lebih aman, terpercaya, dan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi digital yang berkelanjutan di kedua negara.