Kaesang Pangarep Soroti Anak Main Roblox, Dorong Pelestarian Permainan Tradisional di Festival Omah Sawah Kediri
Kaesang Pangarep mengapresiasi Festival Omah Sawah Kediri 2025 yang melestarikan permainan tradisional. Ia berharap kegiatan ini terus berlanjut agar anak-anak mengenal budaya bangsa.
Ketua Umum DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Kaesang Pangarep, menunjukkan dukungan penuhnya terhadap pelestarian permainan tradisional Indonesia. Hal ini disampaikannya saat meninjau Festival Omah Sawah Kediri 2025 di Kediri, Jawa Timur, pada hari Sabtu. Kaesang merasa prihatin dengan kondisi anak-anak zaman sekarang yang lebih akrab dengan permainan digital.
Menurut Kaesang, anak-anak saat ini cenderung menghabiskan waktu dengan gim daring seperti Roblox, Mobile Legends, atau Free Fire. Kondisi ini membuat mereka jauh dari pengalaman bermain permainan tradisional yang kaya nilai. Oleh karena itu, ia sangat mengapresiasi inisiatif Festival Omah Sawah Kediri yang berhasil menarik minat anak-anak untuk kembali berinteraksi dengan warisan budaya.
Kaesang berharap kegiatan semacam ini dapat terus dilanjutkan dan dilestarikan secara rutin. Dengan demikian, anak-anak di Kota Kediri dan sekitarnya bisa lebih mengenal serta mencintai permainan tradisional. Upaya ini juga diharapkan dapat menghidupkan kembali suasana keramaian di Kota Kediri melalui kegiatan yang positif dan edukatif.
Pentingnya Melestarikan Permainan Tradisional
Kaesang Pangarep secara terbuka menyatakan apresiasi setinggi-tingginya terhadap penyelenggaraan Festival Omah Sawah Kediri 2025. Ia menyoroti fakta bahwa banyak permainan tradisional kini sudah jarang dimainkan oleh anak-anak. Fenomena ini menjadi perhatian serius bagi pelestarian budaya bangsa.
Meskipun demikian, Kaesang merasa gembira melihat antusiasme anak-anak yang hadir di festival tersebut. Mereka tampak senang dan menikmati setiap momen bermain permainan tradisional yang disajikan. Hal ini membuktikan bahwa permainan tradisional masih memiliki daya tarik kuat jika diperkenalkan dengan cara yang tepat.
Dukungan Kaesang terhadap pelestarian permainan tradisional bukan hanya sekadar wacana. Ia melihat adanya potensi besar dalam kegiatan semacam ini untuk membentuk karakter anak-anak. Permainan tradisional tidak hanya menghibur, tetapi juga mengajarkan nilai-nilai luhur seperti kebersamaan, gotong royong, dan sportivitas.
Dukungan untuk Keberlanjutan Festival dan Dampaknya
Kaesang Pangarep secara khusus menyampaikan harapannya agar Festival Omah Sawah Kediri dapat terus berlanjut dan tidak terputus. Ia bahkan mengusulkan agar festival ini bisa diadakan setiap bulan. Menurutnya, kegiatan rutin semacam ini akan membuat Kota Kediri menjadi lebih ramai dan dikenal luas.
Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, menjelaskan bahwa Festival Omah Sawah Kediri 2025 diselenggarakan untuk memeriahkan HUT Ke-80 RI. Acara ini terbuka untuk masyarakat umum dengan tujuan utama menanamkan nilai gotong royong. Vinanda berharap, lomba-lomba tradisional yang diadakan dapat menumbuhkan semangat perjuangan pahlawan kepada generasi muda.
Berbagai acara menarik disuguhkan dalam Festival Omah Sawah Kediri 2025. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga sarana edukasi dan pelestarian budaya. Kemerdekaan dalam peringatan HUT RI ke-80 diartikan sebagai kebebasan untuk berkarya dan berkontribusi positif bagi bangsa, khususnya Kota Kediri.
Beberapa permainan tradisional yang dilombakan dalam festival ini antara lain:
- Lomba tarik tambang
- Lomba tangkap belut
- Lomba tangkap bebek
- Pentas seni
- Lomba tarik bambu
- Berbagai lomba tradisional lainnya
Rangkaian Ziarah Kaesang Pangarep
Kunjungan Kaesang Pangarep dan rombongan pimpinan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) ke Kediri merupakan bagian dari rangkaian ziarah ke makam para pemimpin bangsa. Sebelum tiba di Kediri, Kaesang telah melakukan ziarah ke beberapa lokasi penting.
Rangkaian ziarah ini dimulai dari makam Presiden ke-3 RI Bacharuddin Jusuf Habibie dan istrinya, Hasri Ainun Besari Habibie, di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan. Selanjutnya, Kaesang juga berziarah ke makam Presiden ke-4 K.H. Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.
Setelah dari makam Gus Dur, rombongan melanjutkan perjalanan ke Kota Blitar untuk berziarah ke makam Presiden pertama RI, Soekarno. Kunjungan ke Kediri ini menjadi salah satu titik dalam perjalanan spiritual dan penghormatan Kaesang kepada para tokoh pendiri bangsa. Rencananya, Kaesang dan rombongan juga akan berziarah ke makam Presiden RI ke-2 Soeharto di Karanganyar.
Sumber: AntaraNews